KETIK, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih dua penghargaan dalam ajang GARUDA AI Impact Summit 2026 yang digelar di Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan atas upaya integrasi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam tata kelola pemerintahan.

Pemprov Jatim menerima penghargaan kategori Best Policymaker Instansi Award untuk kebijakan terkait AI. Sementara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur memperoleh Ecosystem Builders Instansi Award atas pengembangan ekosistem AI.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan Pemprov Jatim terus mendorong pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

"Bagaimana seluruh proses pemerintahan di Jawa Timur harus sudah menggunakan teknologi digital. Di era disrupsi ini, kita semua harus benar-benar jeli dalam memanfaatkan teknologi AI," kata Khofifah, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut Khofifah, Pemprov Jatim mulai menerapkan sistem berbasis AI untuk mendukung pengawasan anggaran, pengelolaan data, dan peningkatan transparansi informasi publik.

Baca Juga:
Karya Jurnalistik untuk AI dan Agregator Berita Diminta Masuk Perlindungan Hak Cipta

"AI transformation tidak cukup hanya dimulai dari pengenalan tools. Yang lebih penting adalah bagaimana manusia, organisasi, dan ekosistemnya siap menggunakan AI untuk menyelesaikan masalah nyata," ujarnya.

Pemprov Jatim juga menjalankan sejumlah program peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kecerdasan buatan. Salah satunya melalui program CERDAS DIGITAL yang memberikan pelatihan literasi digital, keamanan siber, pemanfaatan AI, hingga pengelolaan data kepada masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga menggelar pelatihan Generative AI untuk masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN), serta pelatihan Agentic AI bagi tenaga teknologi informasi dan analis sistem guna mendukung otomatisasi proses administrasi pemerintahan.

Pemprov Jatim turut menjalin kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Brawijaya untuk mengembangkan pemanfaatan AI dalam birokrasi, pengelolaan data, serta penanganan disinformasi di ruang digital.

Baca Juga:
Pangkas Angka Kemiskinan, Pemprov Jatim Gelar Sapa Bansos di Kota Probolinggo

Teknologi AI juga mulai diterapkan di sektor pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Program tersebut mencakup pelatihan AI bagi guru teknologi informasi, guru non-IT, serta pembelajaran coding bagi anak-anak.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

“AI tidak boleh hanya dimanfaatkan oleh segelintir pihak yang memiliki akses dan kemampuan teknologi. Manfaat AI harus dapat dirasakan oleh pelajar, guru, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, komunitas lokal, hingga masyarakat umum di seluruh Nusantara,” ujar Nezar.

Ia menambahkan, keberhasilan transformasi AI tidak hanya ditentukan oleh tingkat adopsi teknologi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tersebut secara produktif dan bertanggung jawab. (*)