KETIK, KEDIRI – Sebagai upaya menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, aktif dan menyenangkan, Pemerintah Kota Kediri menggelar workshop Penguatan Kompetensi Guru PAUD dalam Pembelajaran Inklusi dengan tema Optimalisasi Deep Learning dalam Membentuk Karakter dan Kemandirian Anak.
Bertempat di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan, kegiatan yang berlangsung 15-17 April 2026 itu diikuti oleh 250 perwakilan pendidik dari berbagai jenjang PAUD mulai dari TK, Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), hingga Tempat Penitipan Anak (TPA) se-Kota Kediri.
Kepala Dinas Pendidikan Mandung Sulaksono mengatakan pengaplikasian pembelajaran mendalam (Deep Learning) sangat penting dan menjadi perhatian dari Kementerian. Presiden RI juga telah menetapkan program prioritas di bidang pendidikan, salah satunya adalah pembentukan karakter melalui metode ini.
Lebih lanjut Mandung menjelaskan, Pembelajaran Mendalam adalah metode di mana guru tidak hanya menyampaikan materi secara tekstual atau satu arah. Melainkan juga menciptakan kondisi yang menyenangkan pada anak sehingga mereka memiliki kesadaran penuh untuk memahami pesan yang disampaikan guru.
Berdasarkan survei dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), lembaga yang telah menerapkan Pembelajaran Mendalam di jenjang PAUD seluruh Indonesia masih di bawah 30%.
"Menyikapi hal ini, Dinas Pendidikan Kota Kediri mengadakan workshop selama dua hari dengan Fokus Pembelajaran Berdiferensiasi yang mencakup aspek olah pikir, olah rasa dan olah hati. Bagaimana agar pembelajaran dilakukan secara kreatif dan inovatif oleh guru sehingga tercipta suasana yang menyenangkan di kelas dan pembelajaran yang nyaman pada anak bisa tercapai," katanya.
Di samping itu dalam workshop ini para pendidik juga diajak menerapkan metode STEAM (Science, Technology, Engineering, Art dan Mathematics) untuk membangun karakter peserta didik.
Guru juga didorong untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan Alat Permainan Edukatif (APE) serta media apa pun yang tersedia di kelas. Tujuannya, agar anak-anak dapat melakukan elaborasi dan analogi secara kreatif tanpa merasa terbebani oleh proses belajar.
“Anak didik yang berusia PAUD adalah mereka yang akan menjadi pemimpin Indonesia Emas pada Tahun 2045 kelak. Untuk itu, dua aspek ini akan kita bedah dalam workshop agar seluruh lembaga jenjang PAUD di Kota Kediri bisa satu visi misi, satu frekuensi, satu pemahaman untuk dapat menyelenggarakan Pembelajaran Mendalam di Kota Kediri,” imbuhnya.
Untuk memastikan materi workshop tersampaikan secara optimal, Dinas Pendidikan menghadirkan dua narasumber kompeten yakni Wiedy Putri Fauziah yang merupakan guru berprestasi tingkat nasional, pegiat inklusi dan peneliti dari Kabupaten Mojokerto. Adapula Atik Rakhmawati sebagai narasumber di hari kedua yang merupakan Kepala Sekolah Inspiratif dari Kota Batu.
“Hari ini peserta juga akan dibentuk menjadi beberapa kelompok kemudian langsung melakukan praktik mengajar Berdiferensiasi. Targetnya adalah mereka memahami esensi Pembelajaran Mendalam yakni STEAM, Olah Pikir, Olah Rasa dan Olah Hati dan mempraktekkannya dalam pembelajaran sehari-hari,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, Mandung mengatakan pada bulan Mei mendatang pihaknya akan berkeliling ke lembaga-lembaga PAUD untuk memastikan praktik ini terlaksana dengan baik.
Selain itu pihaknya juga menugaskan setiap lembaga untuk mengirimkan video pembelajaran di kelas agar bisa dipantau dan dibagikan ke lembaga lain sebagai bahan pembelajaran bersama.
Mandung mengingatkan bahwa jenjang PAUD adalah fondasi utama bagi peserta didik yang merupakan masa depan bangsa Indonesia.
“Semangat, kesungguhan dan totalitas Bapak/Ibu pendidik di jenjang PAUD ini akan menentukan keberhasilan anak- anak didik dan tercapainya Indonesia Emas. Jadi tetap semangat dan terus asah kemampuan, kami dari Dinas Pendidikan siap mendukung penuh demi masa depan anak didik kita," pungkasnya.(*)
