KETIK, HALMAHERA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Pemkab Halsel) resmi menghibahkan aset berupa lahan fasilitas darat Pelabuhan Saketa dan Pelabuhan Pasipalele kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Penandatanganan berita acara serah terima aset berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati Halmahera Selatan lantai II, Rabu, 6 Mei 2026.

Dokumen hibah itu ditandatangani langsung oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, bersama Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan atau UPP Kelas III Saketa, Muhammad Sugiman.

Hibah lahan tersebut mencakup fasilitas darat Pelabuhan Saketa dan Pelabuhan Pasipalele. Dua pelabuhan ini dinilai memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas wilayah, distribusi barang, serta pergerakan hasil bumi masyarakat.

Kepala UPP Kelas III Saketa, Muhammad Sugiman, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan atas dukungan dalam proses hibah aset tersebut. Menurutnya, penyerahan lahan ini menjadi dasar penting bagi pengembangan fasilitas pelabuhan yang lebih tertata dan memadai.

Baca Juga:
Bassam Resmikan Pasar Modern Babang, Ekonomi Bacan Timur Didorong Lebih Tertata

“Alhamdulillah, hari ini telah dilaksanakan penandatanganan berita acara serah terima aset berupa tanah di Pelabuhan Saketa dan Pelabuhan Pasipalele,” ujar Sugiman.

Sugiman menjelaskan, Pelabuhan Saketa sebelumnya telah memiliki Surat Keputusan hibah sejak tahun 2013. Namun, pada tahun ini proses tersebut kembali diperkuat melalui penandatanganan berita acara serah terima secara resmi.

Sementara untuk Pelabuhan Pasipalele, terdapat penambahan luas lahan yang cukup signifikan. Lahan yang sebelumnya seluas 2.500 meter persegi kini bertambah menjadi 4.884 meter persegi sesuai SK Hibah Nomor 137 Tahun 2013.

Tambahan lahan itu nantinya akan dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas darat pelabuhan. Di antaranya lapangan penumpukan, gudang, kantor, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya.

Baca Juga:
DPMPTSP Halsel Monitoring ke Harita Nickel, Pajak dan Retribusi Jadi Indikator Kontribusi Investasi Daerah

Dengan fasilitas yang lebih baik, aktivitas pelabuhan diharapkan semakin tertata. Distribusi barang dan komoditas masyarakat juga bisa berjalan lebih lancar, terutama hasil bumi yang menjadi tumpuan ekonomi warga.

“Insya Allah pada tahun anggaran 2026 ini akan dibangun fasilitas pelabuhan yang lebih memadai. Harapannya, pengembangan ini dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dalam mendukung distribusi komoditas lokal seperti kopra dan hasil bumi lainnya,” pungkasnya.