KETIK, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meraih peringkat kedua Jamsostek Award Provinsi Jawa Timur 2026 kategori Pemerintah Kabupaten/Kota. Penghargaan tersebut diberikan di Ballroom Vasa Hotel, Surabaya, Rabu, 16 September 2026.

Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono dan diterima langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati didampingi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Denny Herliyantono serta perwakilan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro.

Pada kategori Pemerintah Kabupaten/Kota, Kabupaten Sidoarjo menempati peringkat pertama.

Bojonegoro berada di posisi kedua, sedangkan Kabupaten Mojokerto meraih peringkat ketiga.

Baca Juga:
Kompak! Mahasiswa hingga Alumni UINSA Tolak Pelantikan Akhmad Muzakki Jadi Rektor Lagi

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja.

Jamsostek Award 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Jawa Timur.

Salah satu perhatian dalam perluasan kepesertaan ditujukan kepada pekerja sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU).

Kelompok pekerja tersebut antara lain mencakup pelaku UMKM, pekerja konstruksi, petani dan pekerja informal lainnya.

Baca Juga:
‎Kota Batu Bikin Bangga! Desa Tulungrejo Sabet Juara 1 Jamsostek Award Jatim, Brawijaya Oleh-Oleh Raih Posisi 3

Melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, pekerja dapat memperoleh perlindungan, di antaranya melalui Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Dalam sambutannya, Sekdaprov Jawa Timur Adhy Karyono menekankan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan agar risiko akibat pekerjaan tidak berkembang menjadi persoalan sosial dan ekonomi bagi keluarga pekerja.

Data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut menunjukkan cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Jawa Timur masih sekitar 26,8 persen.

Angka tersebut setara dengan sekitar 5,6 juta pekerja dari potensi 21 juta tenaga kerja.

Data tersebut menunjukkan masih terdapat jutaan pekerja yang membutuhkan akses terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Pencapaian peringkat kedua Jamsostek Award 2026 diharapkan menjadi pemacu bagi Pemkab Bojonegoro untuk terus memperluas cakupan perlindungan bagi pekerja.

Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan pekerja, tetapi juga menjadi jaring pengaman bagi keluarga ketika pekerja menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun meninggal dunia.

Melalui penghargaan tersebut, upaya memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Bojonegoro diharapkan terus diperkuat sehingga semakin banyak pekerja, termasuk dari sektor informal, mendapatkan perlindungan saat menjalankan aktivitas mencari nafkah.(*)