Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Tekan Angka Kemiskinan

Jurnalis: Sukiman
Editor: Muhammad Faizin

24 Des 2025 14:09

Thumbnail Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Tekan Angka Kemiskinan
Wakil Bupati Bojonegoro, Hj Nurul Azizah (tengah) saat berbicara dalam Rapat Koordinasi TKPKD. (Diskominfo Bojonegoro)

KETIK, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya menurunkan angka kemiskinan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Semester II Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Diseminasi Dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) 2025–2029, Rabu, 24 Desember 2025, di Synergi Room Pemkab Bojonegoro.

Rapat ini dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala perangkat daerah, camat dari lima wilayah lokus kemiskinan, serta perwakilan akademisi, LSM/NGO, dan pemangku kepentingan terkait. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi dalam penanganan kemiskinan yang terencana dan berkelanjutan.

Kepala Bappeda Bojonegoro Ahmad Gunawan F. menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 4 dan Nomor 8 Tahun 2025, serta Keputusan Bupati Bojonegoro tentang pembentukan TKPKD Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025–2029.

Selain mengevaluasi pelaksanaan program sepanjang 2025, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana diseminasi dokumen RPKD agar seluruh pemangku kepentingan memahami arah kebijakan dan menjadikannya pedoman bersama dalam perencanaan, penganggaran, hingga implementasi program penanggulangan kemiskinan.

Baca Juga:
Pemkab Bojonegoro Buka Kembali RPH Banjarsari, Siap Difungsikan untuk Layanan Pemotongan Hewan

Berdasarkan paparan data, angka kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro pada awal 2025 tercatat sebesar 11,69 persen dan berhasil ditekan menjadi 11,49 persen. Pemerintah daerah menargetkan penurunan hingga 10,55 persen pada 2026, serta 7,98 persen pada akhir periode RPJMD.

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya data yang valid dan terintegrasi sebagai dasar kebijakan agar seluruh program dan bantuan tepat sasaran.

“Keberhasilan penurunan kemiskinan sangat ditentukan oleh data yang valid dan terintegrasi. Program yang dijalankan harus transparan dan dapat dikontrol bersama oleh masyarakat,” ujarnya.

Dari kalangan akademisi, narasumber dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro), Ahmad Taufiq, mengapresiasi keterbukaan Pemkab Bojonegoro dalam melibatkan perguruan tinggi dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan penanggulangan kemiskinan. LPPM Unigoro menyatakan siap mendukung pemerintah daerah melalui kajian ilmiah, riset kebijakan, serta rekomendasi berbasis data.

Baca Juga:
Pemkab Bojonegoro Raih Opini Kualitas Tertinggi Ombudsman RI, Komitmen Perbaiki Pelayanan Publik

Dalam forum yang sama, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unigoro Ahmad Taufik menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis. Di antaranya penguatan integrasi data kemiskinan lintas perangkat daerah, peningkatan pendampingan berkelanjutan bagi penerima bantuan agar program tidak bersifat seremonial, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi berbasis indikator kinerja yang terukur.

Ia juga mendorong agar program penanggulangan kemiskinan lebih difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui penguatan UMKM berbasis potensi lokal, peningkatan keterampilan kerja sesuai kebutuhan pasar, serta kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor swasta. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan program dan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

Sebagai langkah penguatan transparansi, pemerintah daerah turut mendorong pemasangan stiker rumah tangga miskin yang memuat informasi bantuan yang diterima, serta publikasi data penerima bantuan di tingkat desa. Upaya ini diharapkan meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas pelaksanaan program.

Selain itu, rapat juga membahas penguatan sektor pendukung penurunan kemiskinan, meliputi pengembangan UMKM naik kelas, penguatan sektor pertanian, peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, pengurangan pengangguran melalui pelatihan kerja berbasis kebutuhan pasar, serta percepatan perizinan dan investasi daerah.

Melalui Rapat Koordinasi TKPKD ini, Pemkab Bojonegoro berharap terbangun sinergi yang semakin solid antarperangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan dukungan akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, implementasi RPKD 2025–2029 diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan dan penurunan angka kemiskinan secara berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro.

Baca Sebelumnya

Bupati Sidoarjo Subandi Bantu Bocah Down Syndrome dan Penderita Hepatitis

Baca Selanjutnya

Jelang Natal 2025, Polres Bojonegoro Gelar Patroli Gabungan Amankan Gereja

Tags:

Wakil Bupati Bojonegoro Hj Nurul Azizah Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah

Berita lainnya oleh Sukiman

Seleksi Paskibra Bojonegoro 2026 Kian Ketat, 175 Peserta Lanjut ke Tahap Krusial

13 April 2026 18:15

Seleksi Paskibra Bojonegoro 2026 Kian Ketat, 175 Peserta Lanjut ke Tahap Krusial

Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Bansos Rp8,32 Miliar

13 April 2026 17:50

Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Bansos Rp8,32 Miliar

Bocah Jenius Bojonegoro Dapat Laptop dari Kapolres

12 April 2026 19:02

Bocah Jenius Bojonegoro Dapat Laptop dari Kapolres

UKW PJI Kaltim Didukung Wagub, Langkah Nyata Perkuat Kredibilitas Pers

10 April 2026 22:34

UKW PJI Kaltim Didukung Wagub, Langkah Nyata Perkuat Kredibilitas Pers

Menko Zulkifli Hasan Kunjungi Ponpes Al-Rosyid Bojonegoro, Bahas Ketahanan Pangan dan MBG

10 April 2026 21:22

Menko Zulkifli Hasan Kunjungi Ponpes Al-Rosyid Bojonegoro, Bahas Ketahanan Pangan dan MBG

Disdik Bojonegoro Lakukan Penyesuaian, Siswa SD dan SMP Masuk Pukul 06.30 WIB

10 April 2026 13:43

Disdik Bojonegoro Lakukan Penyesuaian, Siswa SD dan SMP Masuk Pukul 06.30 WIB

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar