Pemerintah Puji Produsen Garam yang Benahi Kualitas di Tingkat Petani

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Mustopa

12 Agt 2023 02:55

Thumbnail Pemerintah Puji Produsen Garam yang Benahi Kualitas di Tingkat Petani
Dirjen Jasa Kelautan KKP, Miftahul Huda didampingi Presdir Susanti Megah, Hermawan Susanto saat gathering dengan petani garam di Surabaya, Sabtu (12/8/2023). (Foto : PT Susanti Megah)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah memuji produsen garam yang memperbaiki kualitas di tingkat petani garam. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan produksi dan kualitas garam di tingkat produsen.

Direktur Jenderal Jasa Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Miftahul Huda memuji produsen garam PT Susanti Megah dalam meningkatkan kualitas maupun produksi. Perusahaan ini menggelar gathering dengan memberi edukasi kepada sejumlah petani garam dari berbagai daerah.

“Edukasi ini perlu direplikasi perusahaan lain, agar ada jaminan harga dan serapan garam di tingkat petani. Langkah ini memiliki manfaat besar dari hulu hingga hilir,” katanya, Sabtu (12/8/2023).

Huda, sapaannya, menambahkan tahun ini Indonesia diuntungkan dengan kemarau panjang. Menurut BMKG, tahun ini akan terjadi badai El Nino akibat panjangnya musim kemarau, dan bisa meningkatkan produksi garam.

“Malahan di Madura diperkirakan hujan turun pada Desember. Artinya, kemarau yang panjang tidak hanya meningkatkan produksi, tapi harus dibarengi dengan perbaikan kualitas garam,” ucap Huda.

Pemerintah menargetkan produksi garam mencapai 2 juta ton garam lokal tahun ini. Target produksi itu diharapkan bisa menekan impor garam yang disepakati mencapai 2,8 juta ton pada tahun ini.

Presiden Direktur PT Susanti Megah, Hermawan Susanto menegaskan edukasi kualitas garam di tingkat petani akan terus dilakukan. Ia berharap petani bisa memproduksi garam yang mendekati produk impor.

“Kalau menyamai garam Australia, rasanya tidak mungkin. Sebab garam Australia dipengaruhi kemarau yang lebih panjang,” ujar Hermawan.

Menurut Hermawan, pembekalan kepada petani garam ini meliputi proses produksi. Selama ini banyak petani yang memanen garam kurang dari dua minggu.

Akibatnya garam cenderung basah dan sulit diserap industri. Menjemur garam minimal 2-3 minggu untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik.

PT Susanti Megah, kata Hermawan komitmen terhadap produksi garam yang dihasilkan petani. Sebab perusahaan asal Surabaya ini membutuhkan pasokan 10-12 ribu ton garam petani.

“Itu kalau kondisi cuaca sedang bagus. Tahun lalu produksi garam dalam negeri jatuh, akibat La Nina. Yakni musim hujan yang lebih panjang. Akibatnya realisasi produksi jauh dari target,” imbuhnya.

Hermawan menegaskan siklus seperti ini bisa terjadi 5-6 tahun. Tahun lalu produksi garam di Susanti Megah turut jatuh, akibat musim hujan yang panjang. Namun produksi tahun lalu tertolong serapan garam petani pada tahun sebelumnya.

“Tahun ini tinggal meningkatkan mutu. Misalnya mulai dari penjemuran hingga kristalisasi, mumpung kemarau lebih panjang,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Perjuangan Petani Garam Osowilangun Surabaya Hadapi Kemarau Basah, Selalu Waspada Perubahan Musim
Baca Juga:
Harga Garam di Sampang Anjlok Jadi Rp600 per Kg, Ini Penyebabnya
Baca Sebelumnya

Negara Sudah Gawat! Rizal Ramli Turun ke Jalan Berorasi di Tengah Lautan Buruh

Baca Selanjutnya

Kaya Potensi Wisata, Pagaralam Justru Kota Termiskin di Sumatera Selatan

Tags:

Petani Garam garam Produsen garam PT Susanti Megah

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar