Pemerintah dan APH Didesak Jaga Demokrasi serta Kebebasan Berekspresi di Indonesia

Jurnalis: Muhammad Faizin
Editor: Gumilang

28 Jan 2025 22:39

Thumbnail Pemerintah dan APH Didesak Jaga Demokrasi serta Kebebasan Berekspresi di Indonesia
Demontrasi masyarakat di Papua untuk mendesak dihentikannya segala bentuk kekerasan dan pelanggaran HAM. (Foto: YLBHI)

KETIK, SURABAYA – Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran terutama jajaran aparat penegak hukum (APH) didesak untuk menjaga kebebasan berekspresi di Indonesia, sebagai bagian dari demokrasi. 

Desakan itu disampaikan para tokoh agama dan tokoh bangsa yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa dalam pesan kebangsaan dan refleksi awal tahun 2025.

"Seluruh penyelenggara pemerintahan, khususnya aparat keamanan dan aparat penegak hukum, harus melindungi dan menjaga kebebasan berpendapat dan berekspresi warga negara di era demokrasi, yang merupakan hak asasi yang dijamin konstitusi," ujar Komaruddin Hidayat, salah satu tokoh bangsa yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) dalam pernyataannya pada Selasa, 28 Januari 2025. 

GNB juga menyoroti berbagai isu hukum yang kini menjadi keluhan masyarakat luas. Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan oleh aparat secara profesional, berintegritas dan berkeadilan. 

Baca Juga:
Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Komaruddin yang juga mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah ini menyebut, demokrasi berkualitas mensyaratkan penghormatan dan pemenuhan hak asasi manusia, partisipasi masyarakat, penegakan hukum, dan tata kelola pemerintahan yang baik. 

Negara juga harus mampu memastikan ruang kebebasan warga disertai dengan berjalannya alat-alat negara sebagai penggerak utama mandat dan amanat warga negara. 

"Beberapa tahun terakhir praktik demokrasi kita masih ditandai dengan menyempitnya ruang berekspresi warga, kekerasan oleh aparat penegak hukum, serta penggunaan peraturan perundangan untuk kepentingan kekuasaan dan bisnis. Bukan untuk kesejahteraan dan kebaikan bersama," kata guru besar Filsafat Agama UIN Syahida ini. 

Gerakan Nurani Bangsa juga menyoroti situasi di Papua yang dinilai masih diliputi kekerasan yang berkelindan dengan akar kemiskinan, ketimpangan sosial serta masalah lainnya. 

Baca Juga:
Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

"Situasi yang terjadi di Papua dimana eskalasi kekerasan tidak mereda, disebabkan oleh kemiskinan dan ketimpangan, eksploitasi sumber daya alam. Serta terbatasnya kebebasan berekspresi dan kebebasan pers," ucap Pdt Jacky Manuputty, tokoh Kristen Protestan yang juga salah satu tokoh di GNB. 

Karena itu, GNB meminta agar seluruh pihak terkait mampu membangun Papua yang damai dan adil dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup dan ruang hidup warga berdasar kearifan lokal. 

"Semua penyelenggara negara menjadikan ajaran universal agama dan nilai luhur bangsa. Khususnya yang terkristalisasi pada Pancasila, sebagai dasar sekaligus orientasi dalam mengemban amanah bangsa," terang Ketua Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI) ini. 

Selain Komaruddin Hidayat dan Pdt Jacky Manuputty, Gerakan Nurani Bangsa juga beranggotakan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat. Mereka antara lain adalah Omi Komariah Nurcholish Madjid, Prof Quraish Shihab, KH Mustofa Bisri, Bhante Sri Pannyavaro Mahathera, Mgr Ignatius Kardinal Suharyo, Slamet Rahardjo dan Amin Abdullah. 

Juga terdapat dr Umar Wahid, Erry Riyana Hardjapamekas, Karlina Rohima Supelli, Pdt Gomar Gultom, Frans Magniz Suseno SJ, A Setyo Wibowo SJ, Laode Muhammad Syarif, Ery Seda, Lukman Hakim Saifuddin, Ny Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dan Alissa Q Wahid. (*) 

Baca Sebelumnya

Para Tokoh Bangsa Desak Presiden Prabowo dan Jajaran Serius Berantas Korupsi

Baca Selanjutnya

Pj Gubernur Sulsel Dukung Rencana Pembangunan Sekolah Vokasi BPOM

Tags:

kekerasan Gerakan Nurani Bangsa GNB Komaruddin Hidayat Pdt Jacky Manuputty Papua HAM Demokrasi Aparat Penegak Hukum Presiden Prabowo Impunitas Kebebasan berekspresi

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar