Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Editor: Muhammad Faizin

15 Apr 2026 05:41

Thumbnail Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak
Game Roblox, salah satu gim daring yang dibatasi oleh PP Tunas dari akses anak di bawah umur. (Foto : roblox)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Indonesia resmi memberlakukan pembatasan akses media sosial dan gim daring bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini mulai diterapkan sejak 28 Maret 2026 melalui regulasi PP Tunas sebagai upaya melindungi generasi muda dari dampak negatif dunia digital.

Pembatasan tersebut menyasar sejumlah platform dengan tingkat penggunaan tinggi di kalangan remaja, seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, hingga Roblox. Pemerintah menilai platform-platform ini memiliki potensi risiko tinggi jika diakses tanpa pengawasan.

Kebijakan ini hadir di tengah kekhawatiran meningkatnya paparan konten negatif pada anak, mulai dari kekerasan, kriminalitas, hingga perilaku menyimpang. Selain itu, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol juga dinilai dapat memengaruhi kesehatan mental dan pola interaksi sosial remaja.

Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Gadjah Mada, Sailal Arimi, menilai langkah pemerintah tersebut sebagai kebijakan strategis yang tepat waktu.

Baca Juga:
So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Menurutnya, anak-anak dan remaja belum memiliki kemampuan yang matang dalam menyaring informasi serta menentukan mana konten yang layak dikonsumsi. Oleh karena itu, pembatasan akses dinilai menjadi langkah preventif yang efektif.

“Jadi dengan dibatasinya akses tersebut akan sangat membantu dalam pemilihan kontennya terutama pada usia rentan remaja dan kanak-kanak,” ucap Sailal, Selasa, 14 April 2026. 

Ia menambahkan, pendekatan berbasis sistem dinilai lebih efektif dibandingkan mengandalkan kontrol individu. Karena itu, ia mendorong pengembangan teknologi, termasuk algoritma, agar mampu mengklasifikasikan pengguna berdasarkan usia secara lebih akurat.

Sailal menegaskan, teknologi interaktif harus dirancang sesuai kebutuhan pengguna agar penggunaan gawai menjadi lebih tepat guna dan tidak merugikan perkembangan anak.

Baca Juga:
Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

Kebijakan ini juga sejalan dengan temuan riset internasional yang menunjukkan dampak negatif penggunaan media sosial secara berlebihan. Penelitian dari University of Georgia menemukan bahwa intensitas tinggi dalam mengakses media sosial berkorelasi dengan penurunan kemampuan literasi membaca dan penguasaan kosakata remaja. Bahkan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi prestasi akademik di sekolah jika tidak dikendalikan sejak dini.

Baca Sebelumnya

Kota Surabaya dan Sidoarjo Diprediksi Berawan Hari Rabu, 15 April 2026! Cek Daerahmu Sekarang

Baca Selanjutnya

Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Bupati Jember Dorong Optimalisasi Hutan Sosial

Tags:

pembatasan media sosial anak PP Tunas 2026 aturan medsos Indonesia dampak medsos remaja kebijakan digital anak

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar