Pembersihan Total di Terminal Arjosari, 25 Jupang Liar Didepak

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Aziz Mahrizal

12 Jul 2025 17:08

Headline

Thumbnail Pembersihan Total di Terminal Arjosari, 25 Jupang Liar Didepak
Jupang resmi yang beroperasi di Terminal Arjosari, Kota Malang telah dilengkapi dengan identitas. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Terminal Arjosari, Kota Malang telah mendepak sebanyak 25 juru panggil (jupang) liar. Upaya tanpa kompromi ini dilakukan usai pendataan dan verifikasi terhadap seluruh jupang dan mandor yang beroperasi di kawasan terminal.

Kepala Terminal Arjosari, Mega Perwira Donowati, menjelaskan bahwa pendataan terakhir yang dilakukan pada Mei 2025, ditemukan sekitar 54 jupang dan mandor. Setelah verifikasi lanjutan, hanya ada 29 orang yang memiliki surat tugas resmi dari perusahaan otobus (PO). 

Jumlah tersebut terdiri dari 13 orang mandor dan 16 orang jupang. Sedangkan untuk 25 orang lainnya dinyatakan tidak sah dan diminta untuk angkat kaki dari area terminal.

"Saya gak ada toleransi. Jadi tidak ada lagi jupang liar atau jupang tidak resmi di dalam Terminal Arjosari. Kalau tidak bisa menunjukkan surat tugas, saya persilakan keluar. Saya tidak mau ada kompromi," tegasnya, Sabtu, 12 Juli 2025.

Baca Juga:
PHRI Kota Malang Ungkap Kenaikan Harga Avtur Belum Berdampak Spesifik pada Hotel

Foto Kepala Terminal Arjosari, Mega Perwira Donowati saat menjelaskan terkait penertiban jupang liar. (Foto: Lutfia/Ketik)Kepala Terminal Arjosari, Mega Perwira Donowati saat menjelaskan terkait penertiban jupang liar. (Foto: Lutfia/Ketik)

Sebelum adanya penertiban, para jupang liar tak segan beroperasi hingga di dalam terminal. Barulah ketika penertiban dilakukan, mereka masih berupaya mencuri kesempatan dengan mangkal di depan terminal. Mega bahkan sempat bersitegang dengan 3 jupang liar pada Jumat, 11 Juli 2025 kemarin.

"Saya sempat bersitegang di lapangan, saya langsung berikan teguran keras. Bahwa jangan sampai saya lihat mereka lagi, kecuali jika ingin dilaporkan kepada pihak yang berwajib," ucapnya.

Biasanya terdapat 5-10 jupang liar yang dapat ditemui setiap harinya. Mereka kerap memaksa penumpang yang masih menunggu kedatangan bus di depan terminal. Tindakan tersebut tak jarang membuat penumpang merasa terintimidasi dan menciptakan ketidaknyamanan.

Baca Juga:
Kedai Kopi Cahaya Baru, Ruang Singgah Anak Muda di Tengah Hiruk Pikuk Kota Malang

"Keluhan terkait jupang liar ada banyak. Biasanya memaksa penumpang untuk naik bis mereka. Dari teman-teman PO bus sering berpesan tolong ditertibkan saja yang gak resmi karena sangat mengganggu. Itu dari awal sudah disampaikan," lanjutnya.

Pengawasan terhadap jupang di Terminal Arjosari kini akan semakin diperketat. Jupang resmi juga harus membawa identitas berupa id card maupun seragam resmi dari PO masing-masing.

Penerapan kebijakan baru, dengan memusatkan aktivitas naik dan turun penumpang di dalam terminal, membuat pengawasan terhadap jupang semakin terkendali. 

"Saya akan memonitor ada penambahan jupang dan mandor atau tidak. Kalau tidak ada, saya cek ke bawah karena mandor dan jupang sistemnya kerja shift, orangnya beda. Kalau masalah kontrol lebih ke mandornya," tutur Mega.(*)

Baca Sebelumnya

Pemkab Tuban Terbitkan Surat Edaran, Larang Usaha ISP Internet Gunakan Tiang PJU

Baca Selanjutnya

Kisah Haru Laura, Wisudawan Kristen di Kampus Muhammadiyah

Tags:

Jupang Liar Jupang Resmi Kota Malang Terminal Arjosari Penertiban Jupang Liar jupang terminal arjosari Arjosari Premanisme

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar