KETIK, SURABAYA – Operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya memasuki hari ke-15 dengan progres yang terus meningkat dan berjalan lancar. Berdasarkan laporan PPIH per 5 Mei 2026 pukul 10.00 WIB, sebanyak 19.350 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci, atau sekitar 44 persen dari total rencana tahun ini.

Secara keseluruhan, Embarkasi Surabaya pada musim haji 1447 H/2026 M akan memberangkatkan 44.080 orang yang terdiri atas jemaah dan petugas, terbagi dalam 116 kloter.

Hingga 4 Mei 2026, jumlah yang telah berangkat mencapai 18.592 orang dalam 49 kloter. Hari ini terdapat tambahan 758 orang dari 3 kloter, sehingga total menjadi 19.350 orang dalam 51 kloter.

Berdasarkan komposisi jenis kelamin, jemaah terdiri dari 9.036 laki-laki dan 10.314 perempuan.

Dalam pelaksanaan operasional, tercatat 61 mutasi keluar yang memengaruhi ketersediaan kursi. Sebanyak 31 kursi berhasil diisi melalui mutasi masuk, sehingga masih tersisa 30 kursi kosong (open seat). Mutasi terjadi karena berbagai alasan, seperti jemaah sakit, hamil, penundaan keberangkatan, perpindahan kloter, hingga faktor teknis.

Baca Juga:
Segarnya Choco Caramel Pop, Minuman Dingin dengan Topping Popcorn Cocok Dinikmati Saat Cuaca Panas

Dari sisi ketepatan waktu, seluruh 47 kloter yang telah diberangkatkan tercatat berangkat sesuai jadwal tanpa keterlambatan.

PPIH juga mencatat satu jemaah wafat di Arab Saudi, dengan informasi detail telah disampaikan sebelumnya.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam, menyebut operasional berjalan optimal berkat koordinasi lintas sektor.

“Alhamdulillah, hingga hari ke-15 operasional, proses pemberangkatan berjalan tertib, lancar, dan seluruh kloter dapat diberangkatkan tepat waktu. Mekanisme pengisian kursi melalui mutasi masuk juga berjalan efektif sehingga mampu menekan jumlah kursi kosong,” ujarnya.

Baca Juga:
Sepekan Terakhir 10 WNI Ditangkap di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Perketat Pengawasan

Pelayanan terhadap jemaah, terutama yang mengalami kendala kesehatan, tetap menjadi prioritas.

“Kami memastikan jemaah yang mengalami penundaan mendapatkan penanganan maksimal agar dapat diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah dinyatakan layak terbang,” tambahnya.

Saat ini, terdapat 9 jemaah yang masih tertunda di asrama haji, terdiri dari 6 orang sakit dan 3 orang pendamping. Sebagian jemaah yang sebelumnya tertunda telah diberangkatkan, sementara lainnya masih menunggu pemulihan atau ketersediaan kursi.

Untuk kedatangan berikutnya, pada 6 Mei 2026 dijadwalkan 1.900 jemaah dari 5 kloter akan masuk asrama, berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Sidoarjo, Surabaya, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Jombang, dan Jember.

PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk menjaga seluruh proses operasional sesuai standar pelayanan demi menjamin keamanan, kenyamanan, dan kelancaran ibadah haji. (*)