Pelatihan H2Ours: Edukasi Berbasis Permainan untuk Kelestarian Gambut di Sumatera Selatan

Jurnalis: Bubun Kurniadi
Editor: Muhammad Faizin

31 Jan 2025 20:06

Thumbnail Pelatihan H2Ours: Edukasi Berbasis Permainan untuk Kelestarian Gambut di Sumatera Selatan
Pelatihan H2Ours: Edukasi Berbasis Permainan untuk Kelestarian Gambut di Sumatera Selatan. (Foto: Bubun/ Ketik.co.id)

KETIK, PALEMBANG – Untuk menghadapi tantangan pelestarian ekosistem gambut yang semakin kritis, sebuah metode pelatihan inovatif diperkenalkan di Sumatera Selatan.

Berbeda dari pendekatan konvensional yang mengandalkan seminar dan diskusi, pelatihan ini menggunakan permainan papan bernama H2Ours. Ini adalah media edukasi bagi masyarakat dalam memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi lahan gambut dan kelestarian lingkungan.

Menurut Ni'matul Khasanah, peneliti dari ICRAF (World Agroforestry) Indonesia, permainan ini membantu masyarakat memahami bahwa keputusan yang dibuat oleh satu pihak dapat memberikan dampak luas pada pihak lain dalam pengelolaan ekosistem gambut.

"Permainan ini memungkinkan para peserta untuk memahami bahwa lahan gambut adalah sebuah lanskap yang saling terhubung. Keputusan yang diambil oleh satu kelompok akan memengaruhi kelompok lain, baik dalam aspek ekonomi maupun lingkungan," ujar Ni’ma usai sesi pelatihan yang digelar pada Jumat 31 Januari 2025.

Baca Juga:
Perantau asal Sumsel di Jatim Merapat! Kangen Kampung Halaman? Ayo Hadir di Silaturahmi Akbar "Dari Kito untuk Kito"

Pelatihan ini diselenggarakan selama sepekan sejak 22 Januari 2025 yang melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, akademisi, LSM, dan masyarakat desa.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman peserta mengenai dampak keputusan pengelolaan lahan gambut terhadap ekosistem dan masyarakat secara keseluruhan.

"Sumatera Selatan dipilih sebagai lokasi karena provinsi ini memiliki salah satu lahan gambut terluas di Indonesia yang terus mengalami degradasi akibat kebakaran, deforestasi, dan alih fungsi lahan," tutur Ni'ma. 

Permainan papan H2Ours dirancang secara khusus untuk menggambarkan siklus hidrologi lahan gambut secara sederhana namun efektif. Dalam permainan ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok yang berperan sebagai pemangku kepentingan di ekosistem gambut, seperti petani, pengusaha, pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat adat.

Baca Juga:
Di Balik Seragam Kapolda, Ada Keteguhan Ibu Bhayangkari Setia Mendampingi

Mereka diajak untuk mengambil keputusan terkait pemanfaatan lahan, seperti pembukaan lahan baru, pembangunan kanal, atau pelestarian ekosistem alami.

Setiap keputusan yang diambil dalam permainan akan berdampak pada kondisi ekonomi dan lingkungan lahan gambut yang mereka kelola.

"Misalnya, pembukaan lahan yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko kebakaran dan banjir, sementara upaya konservasi yang efektif dapat mendukung keberlanjutan ekosistem serta memberikan manfaat ekonomi jangka panjang," papar Ni'ma. 

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa meskipun dalam permainan ini ada konsep kemenangan dan kekalahan, tujuan utama H2Ours adalah mendorong pemikiran kolaboratif dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan.

Kabupaten Banyuasin, salah satu wilayah yang menjadi fokus dalam pelatihan ini, menghadapi dilema kompleks dalam pengelolaan ekosistem gambut.

Lahan gambut di daerah ini memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai kawasan lindung dan budidaya. Namun, pada kenyataannya, banyak aktivitas budidaya yang telah masuk ke wilayah lindung, sehingga menyebabkan degradasi ekosistem yang berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Menurut Martini Yulia, Kabid Perencanaan Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Banyuasin, pelatihan ini menjadi sarana penting dalam mendukung penyusunan dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG).

"Pelatihan ini sangat membantu kami dalam memahami langkah-langkah kebijakan yang dapat meningkatkan fungsi ekosistem gambut di masa depan. Dengan memahami tantangan dan peluang, kami dapat menyusun dokumen RPPEG yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan," ungkap Martini.

Keterlibatan pemerintah daerah dalam pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret untuk menyelaraskan kegiatan ekonomi dengan konservasi lingkungan. Dukungan masyarakat juga menjadi faktor kunci dalam memastikan kebijakan yang diterapkan dapat berjalan efektif di tingkat lokal.

Pelatihan H2Ours ini merupakan bagian dari proyek Land4Lives, yang didukung oleh pemerintah Kanada. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan dan penghidupan masyarakat, terutama perempuan, dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Melalui Land4Lives, berbagai inisiatif telah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola lahan gambut secara berkelanjutan.

Dalam konteks Sumatera Selatan, Land4Lives tidak hanya berfokus pada pelatihan berbasis permainan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam praktik pertanian berkelanjutan, restorasi lahan, serta diversifikasi mata pencaharian yang ramah lingkungan. (*) 

Baca Sebelumnya

Pemilik Panti Asuhan di Surabaya Diduga Lakukan Pemerkosaan, Begini Kronologinya

Baca Selanjutnya

Cuaca Ekstrem, Belasan Bencana Terjadi di Kota Batu

Tags:

Kelestarian Gambut Sumatera Selatan cegah karhutla Sumatra selatan sumsel

Berita lainnya oleh Bubun Kurniadi

Dugaan Roket atau Meteor Melintas di Langit Lampung Hebohkan Warga

5 April 2026 02:20

Dugaan Roket atau Meteor Melintas di Langit Lampung Hebohkan Warga

Upacara Kedinasan Iringi Kepergian Alex Noerdin, Herman Deru: Jasa Beliau akan Dikenang

26 Februari 2026 19:56

Upacara Kedinasan Iringi Kepergian Alex Noerdin, Herman Deru: Jasa Beliau akan Dikenang

Kompak! Warga dan Pelajar Bersama Lanal Palembang Bersihkan "Pantai Pusri"

9 Februari 2026 18:17

Kompak! Warga dan Pelajar Bersama Lanal Palembang Bersihkan "Pantai Pusri"

Wujudkan Zero Work Accidents, Bupati Muba Instruksikan Seluruh Perusahaan Patuhi Kepmenaker Terbaru

10 Januari 2026 22:47

Wujudkan Zero Work Accidents, Bupati Muba Instruksikan Seluruh Perusahaan Patuhi Kepmenaker Terbaru

KSOP Palembang Pastikan Kapal Angkutan Libur Nataru Lolos Ramp Check

18 Desember 2025 20:52

KSOP Palembang Pastikan Kapal Angkutan Libur Nataru Lolos Ramp Check

3 Hari Mencekam! Banjir Bandang Pidie Jaya Aceh: Warga Bertahan di Atap, Jembatan Lintas Medan-Aceh Ambruk

28 November 2025 09:13

3 Hari Mencekam! Banjir Bandang Pidie Jaya Aceh: Warga Bertahan di Atap, Jembatan Lintas Medan-Aceh Ambruk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar