Pelajar asal Pacitan Alami Pendarahan Otak, Keluarga Terdesak Biaya Pengobatan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

29 Nov 2025 12:37

Thumbnail Pelajar asal Pacitan Alami Pendarahan Otak, Keluarga Terdesak Biaya Pengobatan
Farell Bastian Alfaruq, pelajar berprestasi asal Desa Sirnoboyo Pacitan yang kini dirawat intensif akibat pendarahan otak, Kamis, 27 November 2025. (Foto: Kusno for Ketik)

KETIK, PACITAN – Kabar memilukan menyelimuti Dusun Suruhan, RT 5 RW 2, Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan.

Farell Bastian Alfaruq, 10 tahun, pelajar SDN 2 Sirnoboyo yang dikenal berprestasi dan rajin mengaji, kini terbaring kritis di ruang ICU Rumah Sakit Bethesda, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akibat pendarahan hebat pada otaknya.

Anak keempat dari pasangan Dani dan Sri Suryanti itu selama ini tumbuh dalam keluarga sederhana.

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, Farell dikenal sebagai anak yang tekun, sopan, dan memiliki semangat belajar tinggi.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Ia tengah mempersiapkan diri mengikuti lomba adzan tingkat kecamatan.

Di balik kesehariannya, bocah ini menyimpan mimpi besar untuk menjadi seorang Hafidz Al-Quran demi membanggakan kedua orang tuanya.

Pamannya, Kusno, menceritakan awal mula peristiwa yang membuat keluarga terpukul itu.

“Pertengahan November lalu, Farell bilang tubuhnya tidak enak dan ingin istirahat. Tidak lama setelah itu, ibunya menemukan dia sudah tidak sadar di kamarnya. Kami semua langsung panik,” ujar Kusno saat ditemui Ketik.com di kediamannya, Jumat, 28 November 2025.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Keluarga segera membawa Farell ke rumah sakit menggunakan ambulans. 

Sepanjang perjalanan menuju fasilitas kesehatan, kedua orang tuanya hanya bisa menggenggam tangan anaknya yang terkulai, sambil berdoa agar keselamatan tetap berpihak kepada putra kecil mereka.

Sesampainya di rumah sakit, dokter menyampaikan kondisi serius yang dialami Farell.

Pembuluh darah di otaknya pecah, menyebabkan pendarahan hebat dan kerusakan pada jaringan otak.

“Dokter bilang kondisinya sangat kritis dan harus segera dilakukan operasi. Kami benar-benar tidak siap dengan kabar itu,” tutur Kusno.

Namun, badai belum berhenti bagi keluarga tersebut. Biaya medis menjadi tantangan besar.

Ayah Farell, Dani, sehari-hari bekerja serabutan sebagai buruh tani dan penjual siomay.

Sementara sang ibu, Sri Suryanti, menghidupi keluarga dengan berjualan sandal di pasar.

Penghasilan mereka, yang bahkan sering tak menentu, tidak pernah terbayang mampu menutupi biaya operasi dan perawatan ICU yang mencapai ratusan juta rupiah.

Dalam kondisi terdesak, keluarga terpaksa menjaminkan sertifikat rumah sebagai syarat administrasi agar operasi dapat dilakukan.

“Karena tidak punya biaya, keluarga menjaminkan sertifikat rumah untuk dilakukan operasi di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Biaya pengobatannya sebesar Rp189 juta rupiah,” jelas Kusno.

Keluarga kini menetap sementara di Yogyakarta untuk mendampingi proses pengobatan dan kontrol harian Farell.

"Saat ini proses kontrol. Kemarin dicarikan tempat untuk menginap yang murah berada di pondok pesantren," jelasnya.

Meski begitu, mereka mengakui mengalami kesulitan besar, bukan hanya karena biaya yang sangat tinggi, tetapi juga karena harus meninggalkan pekerjaan demi fokus pada perawatan Farell.

Kusno berharap ada tangan-tangan dermawan yang tergerak membantu meringankan beban keluarga.

Melalui rumah sakit, keluarga Farrel saat ini juga tengah melakukan penggalangan dana via online.

"Kalau biaya pengobatannya tidak tertebus. Konsekuensinya, keluarga harus membayar kekurangannya jika ingin mengambil sertifikatnya," ungkapnya.

Di tengah perjuangan hidup dan mati itu, keluarga hanya bisa berharap akan adanya keajaiban dan dukungan dari masyarakat luas agar Farell bisa kembali pulang dalam keadaan sehat.

“Kami sangat berharap ada orang baik yang mau membantu. Farell anak yang rajin dan punya cita-cita besar. Kami ingin dia selamat. Kami hanya ingin melihat dia bisa pulih kembali,” ucapnya lirih.(*)

Baca Sebelumnya

Alda Yunita: Sosok Guru SMKS 6 PGRI Malang Juara Nasional Kompetisi AI Telkom Indonesia

Baca Selanjutnya

SPBU Tutup, BBM di Babahrot Langka! Harga Pertalite dan Pertamax Melonjak hingga Rp50 Ribu Per Botol

Tags:

pacitan Farell Bastian Sirnoboyo anak kritis ICU Hafidz Al-Qur'an donasi medis Pendarahan Otak keluarga kurang mampu

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H