PCNU Bangkalan Gelar Dialog Kebangsaan, Tekankan Nilai Sejarah dan Spirit Patriotisme

Jurnalis: Ismail Hasyim
Editor: Al Ahmadi

29 Des 2025 20:20

Thumbnail PCNU Bangkalan Gelar Dialog Kebangsaan, Tekankan Nilai Sejarah dan Spirit Patriotisme
Syaikhona Kholil jadi Pahlawan Nasional, PC NU Bangkalan gelar Tasyakuran yang dikemas dengan dialog kebangsaan (Foto.Ismail Hs/Ketik.com)

KETIK, BANGKALAN – Tasyakuran Syekhona Kholil Bangkalan sebagai pahlawan nasional tak hanya diisi dengan acara seremonial, namun juga dikemas dalam bentuk dialog kebangsaan yang sarat makna dan refleksi sejarah.

Dialog ini diarahkan agar peserta yang terdiri dari 40 Pengurus Cabang (PC) Nahdatul Ulama di Jawa Timur ini, tidak pulang dengan tangan kosong, melainkan membawa pemahaman dan nilai yang bisa ditanamkan dalam kehidupan berbangsa dan berorganisasi.

K.H. Zulfa Mustofa yang diundang oleh PC NU Bangkalan untuk menjadi nara sumber dalam dialog tersebut menegaskan pentingnya mengangkat sejarah, nasionalisme, serta keilmuan Syekhona Khalil sebagai tokoh besar bangsa.

Nilai perjuangan beliau dinilai relevan untuk menjawab tantangan zaman, khususnya di tengah arus globalisasi yang kian mengikis rasa patriotisme generasi muda.

“Ini bukan sekadar tasyakuran. Ada sesuatu yang harus dibawa pulang, terutama pemahaman tentang sejarah dan nasionalisme Syekhona Khalil, juga keilmuan beliau,” ungkap Kiai Zulfa. Senin 29 Desember 2025.

Ditanya terkait dengan Islah PBNU yang terjadi di Ponpes Lirboyo,  Kiai Zulfa sapaan akrab ulama kharismatik itu mengaku, saat peristiwa tersebut berlangsung dirinya sedang berada di Makkah. Meski begitu, secara prinsip ia menyambut baik, Islah sebagai upaya menghentikan perselisihan.

“Sebagai seorang Muslim, mendengar adanya Islah tentu menggembirakan. Islah itu menghentikan konflik. Saya mendukung secara prinsip, meski detail kesepakatannya saya belum mengikuti secara utuh,” ujarnya.

Sementara tentang posisinya sebagai Penjabat (PJ) Ketua Umum PB NU, ia mengibaratkan perannya layaknya co-pilot pesawat yang bertugas menjaga stabilitas saat terjadi turbulensi. Menurutnya, semua tindak lanjut tetap mengikuti mekanisme organisasi yang berlaku.

“Selama proses organisasi belum berjalan sepenuhnya, ya kita jalani sesuai mekanisme. Saya tidak etis menjelaskan detailnya, biarlah itu menjadi ranah beliau - beliau” tegasnya.

Suasana dialog sempat mencair ketika muncul dukungan dari audiens agar Kiai Zulfa maju sebagai kandidat Ketua Umum PBNU pada Muktamar mendatang. Menanggapi hal tersebut, ia menyebutnya sebagai bagian dari dinamika forum, baik serius maupun bercanda.

“Kalau itu dianggap serius, ya bismillah. Apalagi ada dorongan dari para ulama Bangkalan, dan hubungan historis antara kakek saya dengan Syekhona Khalil. Tapi semua itu tetap tergantung muktamirin,” ujarnya.

Ketua PC NU Bangkalan K. H. Makki Nasir  juga memebrikan tanggapan adanya dinamika forum dialog yang memunculkan figur Kiai Zulfa untuk mencalonkan Ketua PB NU mendatang.

" Secara aturan, hal itu dimungkinkan selama memenuhi syarat dan mengikuti Tata Tertib Muktamar, siapapun boleh maju di Muktamar, asalkan sesuai aturan. Semua kembali kepada muktamirin,” katanya.

Kiai Makki menegaskan forum dialog kebangsaan ini bukan ajang konsolidasi politik organisasi, melainkan ruang diskusi yang berkembang secara alami dari pertanyaan peserta.Tujuan utamanya adalah membangun kembali spirit patriotisme di tubuh Nahdlatul Ulama dan masyarakat luas.

“Penting bagi NU dalam bernegara untuk terus menumbuhkan patriotisme. Di tengah arus global yang kuat, nilai-nilai kebangsaan harus dirawat dengan mengkaji tokoh-tokoh pendiri bangsa,” pungkasnya.

Dialog kebangsaan ini menjadi momentum reflektif bahwa warisan perjuangan ulama seperti Syekhona Khalil bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dihidupkan kembali dalam sikap, pemikiran, dan pengabdian kepada bangsa dan negara. (*)

Baca Juga:
Haul Akbar ke-101 Syaikhona Kholil Jadi Momentum Menguatkan Akhlak
Baca Juga:
Tasyakuran HUT Ke-22 Tagana, Gubernur Khofifah Tekankan Penguatan Mitigasi Bencana
Baca Sebelumnya

Deretan Prestasi Polres Bojonegoro Sepanjang 2025, Dari Hoegeng Award hingga Keselamatan Lalu Lintas

Baca Selanjutnya

BRI Super League 2025/2026, Arema FC Soroti Kokohnya Benteng Pertahanan Persita Tangerang

Tags:

Tasyakuran Dialog kebangsaan syaikhona Kholil pahlawan nasional

Berita lainnya oleh Ismail Hasyim

Usai Klarifikasi di KPK, Haji Her Disambut Antusias Warga di Blega

12 April 2026 14:03

Usai Klarifikasi di KPK, Haji Her Disambut Antusias Warga di Blega

Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan Disorot, LSM Kritik Keras Kinerja Kejaksaan

10 April 2026 08:02

Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan Disorot, LSM Kritik Keras Kinerja Kejaksaan

Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

8 April 2026 17:33

Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

Cukup Bayar Rp75.600 per 9 Bulan, Pekerja Informal Bisa Nikmati Perlindungan Penuh Jamsostek

7 April 2026 14:23

Cukup Bayar Rp75.600 per 9 Bulan, Pekerja Informal Bisa Nikmati Perlindungan Penuh Jamsostek

Ulama Se-Madura Raya Usulkan Muktamar NU Ke- 35 di Demangan Bangkalan

6 April 2026 22:25

Ulama Se-Madura Raya Usulkan Muktamar NU Ke- 35 di Demangan Bangkalan

Saksi IF Dinilai Tak Memberatkan 3 Terdakwa Dugaan Penyimpangan Aset BUMD Bangkalan, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

6 April 2026 15:31

Saksi IF Dinilai Tak Memberatkan 3 Terdakwa Dugaan Penyimpangan Aset BUMD Bangkalan, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar