KETIK, MALANG – Dalam momen Iduladha 2026, tren hewan kurban dari luar daerah cukup mendominasi Kota Malang. Berdasarkan catatan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, hewan kurban dari Madura dan Kabupaten Malang menjadi primadona masyarakat.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, menjelaskan, persentase hewan kurban lokal Kota Malang cukup kecil yakni 10-20 persen.
"Sepertinya 10-20 persen (persentase hewan dari Kota Malang dan luar daerah). Itu pun karena mereka mendatangkan di 6 bulan terakhir kemarin ya. Rata-rata paling banyak dari Madura, Kabupaten Malang," ujarnya, Rabu, 27 Mei 2026.
Pada Iduladha 2026 ini, banyak masyarakat yang lebih memilih sapi daripada kambing maupun domba untuk berkurban. Di Kota Malang sendiri terdapat 107 lapak penjualan hewan kurban, terdiri dari 227 ekor sapi dan 3.296 ekor kambing.
Anton menjelaskan, jumlah tersebut cenderung mengalami penurunan dibandingkan dengan Iduladha tahun sebelumnya. Termasuk minat masyarakat untuk berkurban kambing lebih tinggi dibandingkan tahun ini.
Baca Juga:
Wahyu Hidayat Sebut Tradisi Kurban 'Black Embek' Kidul Pasar Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Kota Malang"Kalau dari total jumlah, menurun. Tahun kemarin kambing ya yang lebih banyak, nah kambing kan sekarang berubah ke sapi," lanjutnya.
Anton menyebutkan di momen Iduladha 2025 lalu, terdapat 110 titik lokasi penjualan hewan kurban di Kota Malang. Dari total titik tersebut, terdapat 145 ekor sapi, 4.341 kambing, dan sekitar 170 ekor domba.
"Ya harapannya ke tahun depan lebih baik lagi, sehingga antara penjual dengan kita itu lebih care ya, sama-sama care. Bahwa peduli apa yang dijual itu lebih sehat lagi," katanya. (*)