Panen Kompos dari Sumur Resapan,  Inovasi Hijau dari Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo Menginspirasi Nusantara

Jurnalis: Martudji
Editor: Mustopa

18 Mei 2025 16:26

Thumbnail Panen Kompos dari Sumur Resapan,  Inovasi Hijau dari Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo Menginspirasi Nusantara
Warga yang tinggal di Kampung Edukasi Sampah, Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo memanen kompos dari sumur resapan yang sengaja di buat (Foto: Dok RT. 23 RW 07, Sekardangan, Sidoarjo)

KETIK, SURABAYA – Pagi yang cerah di Kampung Edukasi Sampah RT 23 RW 07, Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo, disambut semangat gotong royong.

Puluhan warga dari berbagai usia berkumpul dalam suasana kebersamaan, bergotong royong memanen kompos dari sumur resapan yang telah dioptimalkan sebagai tempat pengolahan sampah organik.

Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Di balik tumpukan daun dan ranting yang berubah menjadi kompos, tersimpan sebuah inovasi sederhana namun berdampak besar yaitu pemanfaatan sumur resapan multifungsi yang tak hanya mempercepat resapan air hujan, tetapi juga mengolah sampah organik menjadi pupuk alami.

Kampung Edukasi Sampah memang dikenal sebagai pelopor gerakan lingkungan berbasis masyarakat. Dengan mengusung konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), kampung ini menjadi contoh nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari tingkat RT.

Baca Juga:
Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

Andi Hariyadi, Ketua RT 23 ditengah-tengah kegiatan menjelaskan bahwa program ini lahir dari kesadaran kolektif warga akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Kami ingin menjadikan lingkungan sebagai ruang belajar bersama. Sumur resapan yang dulunya hanya untuk mencegah banjir, kini berfungsi ganda sebagai pengomposan. Hasilnya kami manfaatkan untuk taman warga, kebun sayur, bahkan sebagai media belajar anak-anak tentang daur ulang,” ujarnya.

Panen kompos ini dilakukan secara berkala, setiap dua hingga tiga bulan. Melalui proses fermentasi dan pelapukan alami, daun dan ranting yang semula dianggap sampah berubah menjadi kompos berkualitas yang memperkaya tanah dan menyuburkan tanaman warga.

Edi Priyanto, pegiat lingkungan sekaligus penggagas Kampung Edukasi Sampah, menekankan bahwa kekuatan utama dari gerakan ini terletak pada kolaborasi.

Baca Juga:
Halalbihalal IPSI Labuhanbatu, Mimpi Nyata Tingkatkan Silaturahmi dan Prestasi

“Inovasi ini bukan sekadar soal teknis pengomposan, tapi soal membangun budaya peduli lingkungan dari hal kecil. Ini bentuk edukasi yang hidup di mana warga, kader lingkungan, dan anak-anak muda terlibat aktif. Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi bagian dari tanggung jawab sosial kita bersama,” tegasnya.

Foto Warga kompak, memanen kompos yang sengaja dibuat dari buangan sisa sampah organik rumah tangga di kampung tersebut (Foto: Dok RT. 23 RW. 07, Sekardangan, Kec Sidoarjo, Kab Sidoarjo)Warga kompak, memanen kompos yang sengaja dibuat dari buangan sisa sampah organik rumah tangga di kampung tersebut (Foto: Dok RT. 23 RW. 07, Sekardangan, Kec Sidoarjo, Kab Sidoarjo)

Menariknya, pendekatan sederhana namun efektif ini telah menarik perhatian dari berbagai daerah di luar Provinsi Jawa Timur. Rombongan camat, lurah, hingga komunitas dari provinsi Bali, Jambi, dan Kalimantan telah datang langsung untuk melakukan studi tiru di kampung ini.

Mereka ingin melihat dari dekat bagaimana inovasi lingkungan bisa tumbuh dari skala mikro dan dilakukan secara swadaya.

“Kami senang bisa berbagi praktik baik. Mungkin apa yang kami lakukan terlihat sederhana, tapi ketika dijalankan dengan konsistensi dan partisipasi warga, hasilnya bisa berdampak luas. Kami percaya, perubahan besar bisa dimulai dari lorong-lorong kampung,” tambah Edi.

Kini, Kampung Edukasi Sampah tak hanya menjadi pusat pengelolaan lingkungan, tapi juga laboratorium sosial dan ruang edukasi terbuka. Siswa, mahasiswa, komunitas lingkungan, hingga instansi pemerintahan rutin berkunjung untuk belajar langsung. Kampung ini menghidupkan slogan : “Belajar dari Sampah, Membangun Perubahan.”

Kampung Edukasi Sampah adalah inisiatif warga RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo, yang berfokus pada edukasi dan pengelolaan sampah rumah tangga.

Mengusung pendekatan partisipatif, kampung ini mengembangkan berbagai program seperti pemilahan sampah, daur ulang, pengomposan berbasis sumur resapan, hingga kegiatan kreatif dari bahan bekas. Kampung ini telah menjadi salah satu tujuan studi tiru tingkat nasional dalam upaya penguatan gerakan lingkungan berbasis komunitas. (*) 

Baca Sebelumnya

Tersangka Kasus Jatah Proyek Rp5 Triliun, Anggota Kadin Cilegon Dinonaktifkan

Baca Selanjutnya

Wakil Ketua 2 DPRD Kota Malang Sebut Ranperda Parkir Mampu Beri Kenyamanan dan Potensi PAD

Tags:

Sekardangan RT. 23 RW. 07 Kampung Edukasi Sampah Andi Hariyadi Edi Priyanto Sumur Resapan

Berita lainnya oleh Martudji

Setelah Terbakar, Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dipulihkan

2 April 2026 10:30

Setelah Terbakar, Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dipulihkan

Kualitas SDM Terus Meningkat! Gubernur Khofifah: Jatim Terbanyak Lolos SNBP 7 Tahun Berturut-turut

1 April 2026 12:20

Kualitas SDM Terus Meningkat! Gubernur Khofifah: Jatim Terbanyak Lolos SNBP 7 Tahun Berturut-turut

Gubernur Khofifah Ajak BPN Jatim Percepat Pemetaan LSD dan Sertifikasi Tanah, Jaga Lahan Pangan di Tengah Pesatnya Industri Jatim

31 Maret 2026 14:34

Gubernur Khofifah Ajak BPN Jatim Percepat Pemetaan LSD dan Sertifikasi Tanah, Jaga Lahan Pangan di Tengah Pesatnya Industri Jatim

LKPJ Tahun Anggaran 2025! Gubernur Khofifah Beber Capaian Kinerja RKPD Jatim, Tembus 98,33 Persen

30 Maret 2026 21:09

LKPJ Tahun Anggaran 2025! Gubernur Khofifah Beber Capaian Kinerja RKPD Jatim, Tembus 98,33 Persen

Disaksikan Menteri LH, Gubernur Khofifah Teken Perjanjian Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik dengan 7 Bupati/Wali Kota

29 Maret 2026 11:27

Disaksikan Menteri LH, Gubernur Khofifah Teken Perjanjian Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik dengan 7 Bupati/Wali Kota

Dihadiri Kepala BNPB, Gubernur Jatim dan BPBD Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi

27 Maret 2026 21:06

Dihadiri Kepala BNPB, Gubernur Jatim dan BPBD Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar