KETIK, SURABAYA – Suasana berbeda terasa usai pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Jumat, 19 Juni 2026.

Ratusan jemaah tampak antusias menikmati irisan melon segar yang dibagikan secara gratis oleh Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS.

Buah melon tersebut merupakan hasil panen langsung dari kawasan Green House MAS yang dipanen dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Pembagian melon gratis ini pun mendapat sambutan hangat dari para jemaah. Salah satunya Daud, warga Driyorejo, yang mengaku terkesan dengan rasa manis melon hasil budidaya Masjid Al-Akbar.

"Manis sekali rasanya melon masjid ini, mantap," ujarnya sambil menikmati irisan buah segar usai Shalat Jumat.

Baca Juga:
Pakar UNAIR Dorong Koperasi Mampu Beradaptasi dengan Teknologi AI

Daud mengaku bangga melihat Masjid Al-Akbar tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga mampu mengembangkan sektor pertanian yang hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Saya ikut senang kalau hasilnya juga dibagikan kepada jemaah seperti ini. Kalau nanti ada panen lagi, saya pasti ingin ke sini lagi," katanya.

Hal serupa disampaikan Wito, warga Gayungan, Surabaya. Ia bahkan rela mengantre bersama jemaah lainnya di sekitar Pintu 3 MAS demi mendapatkan bagian melon hasil panen tersebut.

"Benar-benar manis. Kok ada ya melon yang semanis ini? Semoga panen berikutnya bisa lebih melimpah, jadi makin banyak jemaah yang bisa kebagian," ujarnya.

Baca Juga:
Video Viral Diduga Rekam Adegan Asusila di Kampus, UNAIR Beri Penjelasan

Humas BPP MAS, H Helmy M Noor, menjelaskan bahwa pembagian melon kali ini berasal dari sekitar 50 buah melon yang dipanen dari Green House MAS.

Menurutnya, satu buah melon dapat menghasilkan sekitar 15 hingga 20 irisan yang siap dibagikan kepada masyarakat.

"Satu buah melon kalau diiris bisa menjadi 15 sampai 20 potong. Jadi kalau kita bagikan sekitar 50 melon, berarti ada sekitar 750 sampai 1.000 irisan melon yang dibagikan kepada jemaah setelah Shalat Jumat," jelas Helmy.

Panen raya melon tersebut sebelumnya dilakukan pada Selasa, 16 Juni 2026, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut melakukan panen simbolis sebanyak 546 buah melon dari berbagai varietas unggulan yang dibudidayakan di Green House MAS.

Selain panen melon, perayaan Muharram juga diisi dengan penebaran 3.000 benih ikan air tawar ke enam kolam bioflok yang berada di lingkungan masjid.

Sehari setelahnya, Rabu, 17 Juni 2026, Konsul Jenderal China di Surabaya, Xu Yong atau Ye Su, juga berkesempatan mengunjungi Green House MAS dan ikut memanen melon bersama pengelola.

Menurut Xu Yong, pengalaman memanen buah di lingkungan masjid menjadi momen yang berkesan dan berbeda dari kunjungan-kunjungannya sebelumnya.

Keberhasilan panen melon di Green House MAS tidak lepas dari inovasi teknologi pertanian yang diterapkan pengelola.

Ratusan melon yang dipanen terdiri atas lima varietas unggulan, yakni Alisha F1, Leoni, Dalmatian, Sweet Hami, dan Inthanon Rz.

Sebelumnya, budidaya melon di kawasan tersebut menggunakan sistem hidroponik polybag yang hanya memungkinkan panen tiga kali dalam setahun.

Namun setelah beralih ke sistem hidroponik gully trapesium, masa tanam hingga panen menjadi jauh lebih singkat.

Jika sebelumnya membutuhkan waktu sekitar empat bulan, kini melon dapat dipanen hanya dalam waktu sekitar 70 hari atau sekitar dua setengah bulan.(*)