KETIK, BOJONEGORO – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Bojonegoro mulai memanaskan mesin partai untuk menghadapi Pemilu 2029.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempercepat pembentukan kepengurusan baru hingga tingkat kecamatan sekaligus memberi ruang lebih besar bagi kader muda untuk terlibat dalam struktur organisasi.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan DPW PAN Jawa Timur usai pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) VI yang digelar secara daring dari Hotel MCM Bojonegoro, Sabtu, 20 Juni 2026.

Ketua DPD PAN Bojonegoro, Lasuri, mengatakan penyegaran kepengurusan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas organisasi sekaligus memperkuat soliditas partai hingga tingkat akar rumput.

“Pembentukan kepengurusan baru di tingkat kecamatan merupakan bagian dari reorganisasi agar roda organisasi dapat berjalan lebih maksimal,” ujarnya usai kegiatan.

Baca Juga:
Dandim 0813/Bojonegoro Hadiri Tradisi Wiwit Panen Massal di Sidodadi

Menurut Lasuri, penguatan struktur partai sejak sekarang menjadi langkah penting agar PAN memiliki kesiapan yang lebih matang menghadapi kontestasi politik lima tahun mendatang.

Selain memperkuat kepengurusan, PAN Bojonegoro juga mulai menyiapkan regenerasi kader melalui keterlibatan generasi muda dalam struktur organisasi partai.

Ia menilai langkah tersebut penting mengingat komposisi pemilih pada Pemilu 2029 diperkirakan akan didominasi kalangan muda.

“Kami menyadari bahwa pada Pemilu 2029 nanti pemilih muda akan memiliki peran besar. Karena itu, keterlibatan anak-anak muda dalam kepengurusan menjadi salah satu fokus kami,” tegas Lasuri.

Baca Juga:
Anggota Personel Yonif TP 885/Belibis Putih Laksanakan Pembelajaran Ternak Sapi untuk Tingkatkan Wawasan dan Keterampilan

Dengan masuknya kader-kader muda ke dalam kepengurusan, PAN berharap dapat menghadirkan ide, gagasan, dan pendekatan baru yang lebih relevan dengan karakter pemilih masa depan.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Jawa Timur, Ahmad Rizki Sadig, meminta seluruh DPD PAN di daerah tidak berhenti pada pelaksanaan Muscab semata. Menurutnya, hasil Muscab harus segera ditindaklanjuti melalui konsolidasi organisasi yang konkret dan berkelanjutan.

Penguatan struktur partai, kaderisasi, pelatihan kader, hingga pembentukan jaringan relawan dinilai perlu dilakukan sejak dini agar partai lebih siap menghadapi Pemilu 2029.

“Konsolidasi tidak boleh berhenti di Muscab. Harus dilanjutkan dengan penguatan organisasi, kaderisasi, dan pembentukan jaringan relawan secara berjenjang,” tegasnya.

Melalui pembentukan kepengurusan baru hingga tingkat kecamatan serta keterlibatan kader muda dalam organisasi, PAN Bojonegoro optimistis mampu meningkatkan soliditas internal sekaligus memperluas dukungan masyarakat menjelang pesta demokrasi mendatang.

Agenda Muscab VI PAN Bojonegoro sendiri berlangsung lancar dan kondusif hingga selesai.(*)