Pakar Unair Ungkap Penyebab Rupiah dan IHSG Lemah

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

30 Jul 2024 10:00

Thumbnail Pakar Unair Ungkap Penyebab Rupiah dan IHSG Lemah
Ahli Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Dr Imron Mawardi SP MSi. (Foto: Humas Unair)

KETIK, SURABAYA – Perubahan dalam ekonomi global, seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi atau krisis keuangan di negara-negara besar, bisa mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Nilai tukar rupiah dan IHSG tengah menghadapi tekanan seiring dengan ketidakpastian ekonomi dan politik di Amerika Serikat.

Ahli Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Dr Imron Mawardi SP MSi menjelaskan bahwa kedua indikator ekonomi ini cenderung melemah karena faktor yang sama.

"Saat ini, pasar sedang menunggu data-data ekonomi AS, seperti PDB kuartal kedua dan tingkat inflasi. Ditambah lagi dengan situasi politik yang memanas pasca mundurnya Joe Biden, membuat investor lebih memilih menyimpan dana dalam bentuk dolar AS," ujarnya.

Kondisi ini menyebabkan dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah. Akibatnya, minat beli di pasar modal Indonesia pun berkurang, yang berdampak pada penurunan IHSG.

Bank Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas rupiah, termasuk melakukan operasi pasar. Meskipun sempat tertekan hingga level Rp 16.300, rupiah berhasil ditahan di sekitar harga Rp 16.000.

"Bank Indonesia memiliki tugas makroprudensial, yang berarti harus menjaga kestabilan rupiah dan mengendalikan inflasi. Ini penting untuk memberikan kepastian usaha," jelas Imron.

Dr Imron menekankan untuk jangka panjang, pemerintah harus fokus menjaga arus masuk dolar dan mencegah capital outflow.

"Kuncinya adalah menjaga kepastian hukum, stabilitas politik, dan kondisi ekonomi yang kondusif agar investor tetap merasa aman berinvestasi di Indonesia," tambahnya.

Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan transaksi perdagangan internasional berjalan lancar untuk menjaga ketersediaan dolar di dalam negeri. Hal ini akan membantu memperkuat posisi rupiah di pasar valuta asing.

Dosen FEB UNAIR itu memaparkan bahwa dalam beberapa bulan kedepan, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 7.100 hingga Rp 7.354.

"Jika level support Rp7.207 berhasil ditembus, indeks bisa turun ke level Rp 7.050 hingga Rp 7.200. Namun, jika mampu melewati level resistensi Rp 7.354, IHSG berpotensi naik hingga Rp 7.400," jelasnya.

Ia menyarankan para pelaku pasar untuk melakukan hedging guna mengelola risiko akibat fluktuasi nilai tukar. Pelaku usaha yang membutuhkan dolar juga dianjurkan untuk menyiapkan cadangan dolar sejak dini guna mengantisipasi pelemahan rupiah di masa depan.

“Diversifikasi portofolio juga penting. Investor bisa mempertimbangkan untuk menempatkan sebagian dana di instrumen investasi berbasis dolar AS untuk mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Pendaftaran Jalur Mandiri Unair 2026 Dibuka: Ini Jadwal, Syarat dan Cara Daftarnya
Baca Juga:
UNAIR Gandeng Tiga RSUD, Perkuat Ekosistem Pendidikan Medis dan Layanan Kesehatan
Baca Sebelumnya

Samsudin Divonis Bebas di Kasus Konten Tukar Pasangan yang Viral, Ini Pertimbangan Majelis Hakim

Baca Selanjutnya

Resmi Kantongi Rekomendasi dari PDIP, Eri-Armuji Akan Fokus ke Program Pro Rakyat

Tags:

Unair Pakar Ekonomi IHSG melemah Dr Imron Mawardi penyebab rupiah melemah Dolar AS

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar