Pakar Unair Ungkap 3 Penyebab Lemahnya Pertahanan Siber Indonesia

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Aziz Mahrizal

19 Mar 2025 13:36

Thumbnail Pakar Unair Ungkap 3 Penyebab Lemahnya Pertahanan Siber Indonesia
Ilustrasi serangan siber. (Foto: Pinterest)

KETIK, SURABAYA – Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menjadi salah satu negara yang sering menjadi sasaran serangan siber.

Berdasarkan data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), tercatat jutaan serangan siber terjadi setiap tahunnya, mulai dari serangan phishing, malware, ransomware, hingga serangan Distributed Denial of Service (DDoS).

Kondisi ini menunjukkan bahwa keamanan digital di Indonesia masih rentan dan perlu mendapat perhatian serius.

Foto Dosen Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga, Dr Maryamah S Kom. (Foto: Humas Unair)Dosen Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga, Dr Maryamah S Kom. (Foto: Humas Unair)

Baca Juga:
Pendaftaran Jalur Mandiri Unair 2026 Dibuka: Ini Jadwal, Syarat dan Cara Daftarnya

Dosen Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga, Dr Maryamah S.Kom. mengungkap ada 3 faktor penyebab kelemahan pertahanan siber di Indonesia, yaitu lemahnya regulasi perlindungan data, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan digital. Kemudian, lambatnya adopsi teknologi keamanan terbaru menjadi kombinasi yang membuat kejahatan siber terus berkembang.

“Justru individu biasa yang sering menjadi target karena minimnya kesadaran akan keamanan digital. Semakin mudah seseorang memberikan informasi pribadinya di internet, semakin besar pula peluang mereka menjadi korban,” jelasnya melalui keterangan tertulis pada Rabu, 19 Maret 2025.

Kesadaran Digital yang Masih Rendah

Maryamah mengutip hasil survei Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Katadata Insight Center (KIC) pada 2022, yang menunjukkan bahwa hanya 24,1% pengguna internet di Indonesia yang mampu membedakan email berisi malware atau phising.

Baca Juga:
Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Lebih mengkhawatirkan lagi, 32,3% tidak mengetahui cara menggunakan aplikasi antivirus, dan hanya 34,3% yang memahami bagaimana melaporkan penyalahgunaan di media sosial.

Menurut Pakar Unair, angka ini menunjukkan bahwa masyarakat belum sepenuhnya memahami bagaimana melindungi diri mereka dari serangan digital.

Phishing, misalnya, menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan oleh peretas untuk mencuri data korban. Dalam skema ini, pelaku berpura-pura menjadi lembaga resmi seperti bank atau marketplace untuk mengelabui korban agar memberikan informasi sensitif mereka. 

"Masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam berbagi informasi pribadi di internet, menggunakan kata sandi yang lebih kuat, serta selalu memeriksa sumber sebelum mengklik tautan atau mengunduh file. Ini hal-hal kecil, tapi sangat berpengaruh dalam mencegah serangan siber," ujarnya.

Regulasi yang Belum Maksimal, Peretas Makin Berani

Selain itu, lemahnya regulasi juga menjadi faktor yang memperparah situasi. Indonesia memang telah memiliki Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), namun implementasi dan pengawasannya masih belum optimal.

"Di banyak negara lain, kebocoran data ditanggapi dengan sangat serius dan bisa berujung pada sanksi besar bagi oknum yang lalai dalam melindungi informasi pelanggan mereka," kata Maryamah.

Maryamah menambahkan kasus kebocoran data yang melibatkan jutaan informasi pribadi pengguna di Indonesia mulai dari data pelanggan e-commerce, aplikasi pinjaman online, hingga informasi pengguna layanan telekomunikasi, semuanya pernah bocor dan diperjualbelikan di dark web.

"Saat ini, kita butuh aturan yang lebih tegas dan hukuman yang benar-benar bisa memberikan efek jera," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Tabebuya, Opsi Reboisasi Jalan Soehat Kota Malang Pascaperbaikan Drainase

Baca Selanjutnya

23 Pengurus Kelengkapan Organisasi PGRI Sleman Dilantik

Tags:

Serangan Siber Pakar Unair Universitas Airlangga Dr Maryamah S Kom BSSN Unair

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar