Pakar UGM Dorong Moratorium Tambang dan Perkebunan Usai Banjir Bandang di Sumatera

Editor: Muhammad Faizin

9 Jan 2026 08:40

Headline

Thumbnail Pakar UGM Dorong Moratorium Tambang dan Perkebunan Usai Banjir Bandang di Sumatera
Kawasan hutan yang telah gundul akibat ulah manusia. (Foto: Auriga)

KETIK, YOGYAKARTA – Pemerintah didesak untuk segera memberlakukan moratorium atau penghentian sementara seluruh aktivitas yang merusak alam, seperti pertambangan dan perkebunan skala besar, serta menata ulang tata ruang berbasis pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Langkah ini dinilai mendesak menyusul rangkaian banjir bandang mematikan di Sumatra Barat dan Sumatra Utara.

Pakar Konservasi Tanah dan Air Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ambar Kusumandari, menilai bencana banjir bandang yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari kerusakan kawasan hulu DAS akibat pembukaan lahan yang masif.

“Kerusakan di hulu selalu berujung bencana di hilir. Karena itu, pendekatannya tidak bisa parsial. Harus ada moratorium kegiatan perusak alam dan penataan ruang ulang berbasis DAS,” kata Ambar, seperti dikutip dari laman resmi UGM pada Jumat, 9 Januari 2026. 

Indikasi pembukaan lahan teridentifikasi di wilayah hulu DAS yang terdampak banjir bandang. Badan Reserse Kriminal Polri menemukan dugaan aktivitas pembukaan lahan oleh perusahaan kelapa sawit di DAS Garoga, Desa Goroga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.

Baca Juga:
WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Berdasarkan analisis citra satelit, terdapat 110 titik pembukaan lahan di kawasan tersebut. Kerusakan ini diduga memicu luapan air yang menyebabkan banjir bandang, menewaskan 47 orang dan menyebabkan 22 orang hilang.

Ambar menjelaskan, pembukaan lahan di daerah hulu berdampak langsung hingga ke wilayah tengah dan hilir DAS. Hilangnya tutupan hutan mengganggu fungsi alami hulu sebagai kawasan konservasi yang seharusnya menahan dan mengatur aliran air hujan.

“Arus sungai yang mampu menyeret balok-balok kayu besar menunjukkan hancurnya fungsi hulu sebagai kawasan lindung,” ujarnya.

Menurut dia, hutan di kawasan hulu berfungsi sebagai bendungan alami. Tajuk pohon dan sistem perakaran seharusnya mengintersepsi air hujan dan meningkatkan daya resap tanah. Ketika tutupan hutan hilang, air hujan langsung mengalir ke permukaan dalam volume besar.

Baca Juga:
Saksi Ahli Sebut Diskresi Bupati Tak Boleh Ditumpangi Kepentingan Politik

“Tanpa resapan di hulu, sungai di hilir tidak mampu menampung debit air yang datang secara tiba-tiba. Di situlah banjir bandang terjadi,” kata Ambar.

Ia mendorong rehabilitasi serius di kawasan hulu DAS. Untuk lahan negara yang telah terdeforestasi, Ambar menekankan perlunya rehabilitasi vegetatif dan penghutanan kembali yang dikombinasikan dengan pendekatan mekanik sebagai fondasi pemulihan ekosistem.

Sementara itu, untuk lahan milik masyarakat, ia menyarankan penerapan agroforestri, yakni sistem yang memadukan tanaman kehutanan dengan tanaman pangan atau obat-obatan.

“Lahan milik negara harus dikembalikan sebagai hutan lindung. Untuk lahan masyarakat, tetap bisa produktif secara ekonomi, tetapi dengan pola menyerupai hutan,” ujarnya.

Selain moratorium dan rehabilitasi, Ambar juga menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini berbasis data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta peta potensi bencana.

“Kita tidak bisa memaksa alam menyesuaikan diri dengan manusia. Justru aktivitas manusia yang harus adaptif terhadap kondisi alam,” pungkas Ambar

Baca Sebelumnya

Nataru Aman Wisata Lancar, Dirut JTP Group Puji Kinerja Polres Batu

Baca Selanjutnya

Ratusan BPKB Kendaraan Dinas Sidoarjo Hilang, Urus ke Samsat Perlu Cek Bank

Tags:

daerah aliran sungai DAS banjir bandang bencana hidrometeorologi di 3 provisi di Sumatera UGM

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H