Pakar Lingkungan Unair Beberkan Dampak Kesehatan Fenomena Bediding

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

16 Jul 2025 21:00

Headline

Thumbnail Pakar Lingkungan Unair Beberkan Dampak Kesehatan Fenomena Bediding
Ilustrasi suasana bediding di Surabaya. (Ilustrator: Rihad Kumala/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Fenomena "bediding" kini mulai mewarnai musim kemarau di Indonesia. Hal ini terkonfirmasi lewat unggahan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di akun Instagram resminya.

Dalam unggahan itu disebutkan, fenomena bediding adalah kejadian alamiah yang erat kaitannya dengan kondisi atmosfer yang khas pada musim kemarau. Disebutkan, bediding adalah fenomena yang bikin badan merinding.

Fenomena ini dijelaskan oleh Wahid Dianbudiyanto ST MSc, Pakar Teknik Lingkungan Universitas Airlangga (Unair), sebagai penurunan tajam suhu udara di malam hari akibat hilangnya penutup awan selama musim kemarau.

“Permukaan bumi kehilangan panas lebih cepat karena tidak ada awan yang menahan radiasi balik ke atmosfer,” jelasnya.

 

Foto Wahid Dianbudiyanto ST MSc, Pakar Teknik Lingkungan Universitas Airlangga. (Foto: Humas Unair)Wahid Dianbudiyanto ST MSc, Pakar Teknik Lingkungan Universitas Airlangga. (Foto: Humas Unair)

Baca Juga:
Pendaftaran Jalur Mandiri Unair 2026 Dibuka: Ini Jadwal, Syarat dan Cara Daftarnya



Penyebab utama lainnya adalah hembusan angin muson timur dari Australia yang tengah mengalami musim dingin. Massa udara dingin dan kering masuk ke Indonesia bagian selatan akibat perbedaan tekanan antara benua Asia dan Australia.

“Inilah mengapa suhu malam hari bisa turun hingga 17 derajat Celcius, bahkan lebih rendah di dataran tinggi,” tambahnya.

Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung hingga September, mengikuti pola puncak musim kemarau. Meski tampak alami, ia mengingatkan bahwa perubahan iklim global bisa memperparah siklus bediding di masa depan.

Penurunan suhu yang drastis tak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tapi juga berdampak nyata.

“Suhu dingin dapat memicu penyakit pernapasan seperti flu dan asma. Bagi peternakan dan pertanian, suhu ini bisa mengganggu produktivitas dan menyebabkan kematian ternak,” ujarnya.

Meski belum ada laporan signifikan, Wahid menyebut risiko akan meningkat jika fenomena berlangsung lebih lama dari biasanya.

Ia menegaskan, masyarakat perlu mewaspadai efek jangka pendek yang sering diabaikan. “Bukan hanya tubuh yang menggigil, tapi juga ketahanan tubuh yang menurun," sebutnya.

Tak ada rekomendasi kebijakan khusus, namun edukasi publik perlu ditingkatkan.

“Minimal, masyarakat perlu rutin memantau prakiraan cuaca, memakai pakaian hangat saat malam, dan menjaga daya tahan tubuh lewat pola makan sehat dan vitamin,” imbaunya.

Fenomena mbediding bukan bencana, namun bila terus diabaikan bisa berubah jadi peringatan dari alam tentang pentingnya kesiapsiagaan lingkungan.(*)

Baca Juga:
Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Baca Sebelumnya

Langkah Baru Capai Cita-cita, Ratusan Siswa Baru SMA Islam Malang Jalani Masa Pengenalan

Baca Selanjutnya

Siap-siap Pocari Sweat Run 2025, Ini Rute, Jalan Alternatif, dan Lokasi Parkirnya!

Tags:

Bediding bediding Surabaya dampak bediding dampak kesehatan bediding Mbediding Unair Pakar Teknik Lingkungan Universitas Airlangga Dianbudiyanto ST MSc

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar