Pakai Atribut Silat, Sekelompok Orang dengan Pickup Nasi Bungkus di Blitar Dibubarkan Polisi, Ada Apa?

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Rahmat Rifadin

14 Jul 2025 11:04

Thumbnail Pakai Atribut Silat, Sekelompok Orang dengan Pickup Nasi Bungkus di Blitar Dibubarkan Polisi, Ada Apa?
Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman saat membubarkan segerombolan orang tak dikenal yang diduga akan membuat onar pada malam pengesahan PSHT Cabang Kabupaten Blitar, Senin 14 Juli 2025. (Foto: Favan/Ketik)

KETIK, BLITAR – Di balik khidmatnya prosesi pengesahan ratusan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Blitar pada Sabtu malam 12 Juli 2025, tersimpan dinamika lapangan yang menunjukkan adanya upaya provokasi yang berhasil digagalkan.

Bertempat di Gedung Kankab Lama, acara yang semestinya menjadi momen sakral dan penuh persaudaraan itu sempat diwarnai kemunculan sekelompok orang tak dikenal yang membawa atribut salah satu perguruan silat di area sekitar. Yang mengejutkan, kelompok ini juga terpantau menerima kiriman satu mobil pickup penuh nasi bungkus yang memicu kecurigaan aparat.

Tidak butuh waktu lama, aparat gabungan dari TNI dan Polri langsung bergerak cepat membubarkan kerumunan tersebut. Sumber di lapangan menyebutkan bahwa kelompok tersebut berisi anak-anak muda dengan gelagat mencurigakan, dan muncul mendadak di sekitar lokasi tanpa keterlibatan resmi.

Keberadaan pickup nasi bungkus di tengah kerumunan yang bukan bagian dari panitia resmi memicu tanda tanya besar. Apakah makanan tersebut bentuk dukungan logistik dari pihak tertentu? Ataukah ini bagian dari pola baru dalam mengorganisir aksi-aksi provokatif di tengah keramaian?

Baca Juga:
Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman tak main-main menanggapi insiden ini.

“Kami beri waktu lima menit. Siapa yang coba-coba buat onar, kami libas. Tidak ada ruang untuk kekacauan di Blitar,” tegas Arif dengan nada serius.

Senada dengan itu, Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly menambahkan bahwa pihaknya telah memetakan potensi gangguan dan akan menindak tegas siapa pun yang melanggar hukum.

Dari pihak PSHT sendiri, Ketua Cabang Kabupaten Blitar, Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono alias Bagas, menyampaikan pernyataan resmi bahwa kelompok mencurigakan tersebut bukanlah bagian dari keluarga besar PSHT.

Baca Juga:
PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

“Kalau ada yang datang membuat gaduh, itu jelas bukan warga PSHT. Kami dididik dengan budi pekerti luhur, bukan untuk membuat onar. Sudah kami buktikan tiap tahun saat pengesahan, warga PSHT tidak pernah dan tidak suka konvoi, apalagi membuat onar. Sesederhana itu caranya membedakan antara warga PSHT sejati dan mereka yang hanya mengaku-ngaku. Jelas, mereka bukan bagian dari kami,” tegas Bagas, Senin 14 Juli 2025.

Ia menegaskan bahwa dalam setiap pengesahan, PSHT selalu menghindari konvoi, arak-arakan, dan tindakan yang mengganggu ketertiban umum. Bagas bahkan menuding kelompok tersebut hanya ‘mengaku-ngaku’ sebagai PSHT untuk menciptakan kekisruhan.

Peristiwa ini menjadi catatan penting bahwa kegiatan sosial-budaya seperti pengesahan warga PSHT, meskipun bersifat internal, tetap menjadi magnet bagi kelompok luar yang mungkin memiliki agenda tersembunyi.

Pengamat sosial di Blitar menilai bahwa simbol-simbol sederhana seperti “pickup nasi bungkus” bisa saja menjadi bagian dari strategi mobilisasi massa yang memanfaatkan momen berkumpulnya orang banyak.

Keberhasilan aparat dan masyarakat PSHT dalam menggagalkan potensi gangguan ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara organisasi masyarakat dan aparat dalam menjaga stabilitas.

“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada petugas gabungan yang sudah mengamankan acara pengesahan. Bahkan siapa pun yang membuat rusuh, bukan hanya aparat, warga PSHT juga siap berdiri paling depan untuk menjaga kedamaian Blitar,” pungkas Bagas.

Meski acara telah berakhir dengan tertib, munculnya aktor-aktor tak dikenal dalam kegiatan-kegiatan organisasi harus menjadi perhatian serius. Provokasi tak selalu datang dalam bentuk bendera atau seragam. Kadang, cukup dengan pickup berisi nasi bungkus. (*)

Baca Sebelumnya

Mendukbangga Wihaji Apresiasi Prevalensi Stunting Jabar Turun 5,8 Persen

Baca Selanjutnya

Kapolda DIY Pimpin Sertijab, Tiga Pejabat Utama Polda DIY Berganti

Tags:

Blitar Kota Blitar Kabupaten Blitar PSHT Silat Nasi bungkus Onar Gaduh Polisi Bubarkan

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

15 April 2026 12:41

Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

15 April 2026 09:23

PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

14 April 2026 16:07

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

11 April 2026 19:48

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H