KETIK, SITUBONDO – Gelaran pacuan kuda Bupati Situbondo Cup 1 Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari di Kampung Kerbau, Desa Tanjung Pacinan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur berjalan dengan sukses.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan dan ketangkasan joki berkuda, tetapi juga berpotensi untuk mencari bakat-bakat altlet olahraga berkuda.

Sejak kegiatan berlangsung, turnamen pacuan kuda menjadi daya tarik bagi warga yang ingin menyaksikan perlombaan sekaligus menikmati suasana kebersamaan.

Selain aspek olahraga dan hiburan, kegiatan tersebut memberikan dampak ekonomi bagi UMKM yang membuka stand di arena pacuan kuda tersebut. Para pelaku usaha kecil untuk memperoleh tambahan pendapatan. Makanan, minuman, serta berbagai produk lokal habis terjual.

“Pacuan kuda juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi Situbondo kepada masyarakat yang lebih luas," kata Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Baca Juga:
Perdana Digelar! Pacuan Kuda Situbondo Diserbu Ribuan Penonton dari Malang hingga Banyuwangi

"Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi agenda unggulan daerah yang mampu menarik lebih banyak pengunjung,” jelas Mas Rio.

Keberhasilan penyelenggaraan pacuan kuda ini diharapkan menjadi dorongan bagi pengembangan kegiatan serupa pada masa mendatang. Dukungan pemerintah daerah, panitia, pelaku usaha, dan masyarakat diperlukan agar kegiatan tersebut dapat berlangsung berkelanjutan dan maksimal.

“Alhamdulillah, walaupun kegiatan dilaksanakan secara mendadak, tapi berlangsung sukses. Sedikitkan, ada 130 ekor kuda yang ikut turnamenan Pacuan Kuda di Kampung Kerbau, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo ini,” ujar Mas Rio.

Dengan demikian, imbuh Mas Rio, pacuan kuda tidak sekadar menjadi perlombaan olahraga dan mencari bakat altlet, tetapi juga berpeluang menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus sarana pelestarian budaya dan promosi potensi Kabupaten Situbondo.

Baca Juga:
Pacuan Kuda di Situbondo Siap Jadi Agenda Rutin Tahunan

Mas Rio mengucapakan terima kasih kepada seluruh peserta pacuan kuda yang telah hadir di Kabupaten Situbondo dalam turnamen Pacuan Kuda.

“Mohon maaf atas segala kekurangan fasilitas dan terima kasih atas kehadirannya di arena pacuan kuda di Kabupaten Situbondo. Insyaallah, pada turnamen tahun depan kita akan memperbaikinya,” pungkas Mas Rio.

Sementara itu, H. Misbahun Munir warga Kejayan, Kabupaten Pasuruan menurunkan 10 ekor kuda dalam turnamen Pacuan Kuda Bupati Situbondo Cup 1 Tahun 2026.

“Jumlah kuda yang diturunkan pada hari Minggu ini, 8 ekor kuda, ditambah 2 ekor pada hari Sabtu kemarin, sehingga total keseluruhan 10 ekor kuda,” jelas H. Misbahun Munir.

Adapun Juara yang diraih oleh kuda milik H. Misbahul Munir, yakni juara 1 sebanyak 6 ekor kuda, juara 2 sebanyak 3 ekor kuda dan; Juara 3 sebanyak 2 ekor kuda.

“Terdapat satu kuda yang tidak masuk kelas E (nomor 4), karena joki mengalami jatuh saat perlombaan,” jelas H. Misbahun Munir.

Evaluasi dan Pesan untuk Panitia Terkait Fasilitas

Kondisi Venue/Arena Pacuan, secara umum venue sudah bagus dan memenuhi syarat untuk tingkat lokal. Sedangkan, untuk tingkat nasional masih kurang panjang. Lapangan dinilai perlu direnovasi agar menjadi jauh lebih baik.

“Lokasi kandang kuda masih terlalu jauh. Diharapkan ke depannya ada pembangunan kandang di sekitar area lapangan agar memudahkan para pemilik kuda yang ingin melatih kuda mereka untuk persiapan lomba,” saran H. Misbahun Munir.

Sekadar diketahui, kegiatan Turnamen Pacuan Kuda Bupati Situbondo Cup 1 Tahun 2026 ini ditutup dengan lantunan hadrah salawat oleh santri Pondok Pesatren Walisongo, Mimbaan, Panji, Situbondo.

Hadir dalam penutup Pacuan Kuda Bupati Situbondo Cup 1 Tahun 2026, antara lain KHR Moh. Kholil As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh Ponpes Walisongo, Bupati Situbondo, Dandim Situbondo, Kapolres Situbondo dan tamu undangan lainnya. (*)