KETIK, BONDOWOSO – Polres Bondowoso resmi mengawali kesiapan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 melalui apel gelar pasukan di halaman Mapolres Bondowoso, Senin, 26 Oktober 2026.

Operasi yang berlangsung selama 14 hari ini difokuskan pada peningkatan disiplin berlalu lintas, pencegahan kecelakaan, serta penegakan hukum yang profesional dan humanis.

Apel dipimpin langsung Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektoral sebagai bentuk kesiapan bersama dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Bondowoso.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf. Prawito, Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, Kasatpol PP Aries Agung Sungkowo, Kadishub Bondowoso, Sigit Purnomo, serta Dansubdenpom V/3-6 Letda CPM Solihin.

Apel juga diikuti pejabat utama Polres, para kapolsek jajaran, personel TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Baca Juga:
Operasi Patuh Semeru Digelar 14 Hari, Polresta Malang Kota Terapkan Tilang Manual

Kapolres Bondowoso menegaskan bahwa apel gelar pasukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari pemeriksaan akhir terhadap kesiapan personel, perlengkapan, serta sarana dan prasarana pendukung operasi.

Menurutnya, keterlibatan berbagai instansi menjadi faktor penting untuk memastikan pelaksanaan operasi berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi keselamatan pengguna jalan.

“Operasi Patuh Semeru 2026 merupakan wujud komitmen bersama dalam mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Bondowoso,” ujar Aryo.

Mengacu pada amanat Kapolda Jawa Timur yang dibacakan Kapolres, Operasi Patuh Semeru 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Wujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.”

Baca Juga:
‎Kapolres Bondowoso Turun ke Sekolah Cegah Bullying dan Tegaskan Bahaya Narkoba

Operasi kewilayahan ini berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Pelaksanaannya mengedepankan tiga pendekatan, yakni 20 persen kegiatan preemtif, 50 persen preventif, dan 30 persen represif.

Komposisi tersebut menempatkan edukasi dan upaya pencegahan sebagai bagian utama operasi, disertai penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan di jalan raya.

Penegakan hukum dilakukan secara profesional melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun tilang manual sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolda Jawa Timur juga menekankan pentingnya sikap humanis bagi seluruh personel, terutama anggota lalu lintas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Profesionalisme, tutur kata, penampilan, dan cara memberikan pelayanan dinilai menjadi cerminan institusi Polri di mata publik.

Personel diminta hadir sebagai pelindung dan pelayan masyarakat yang bersahabat, bukan sosok yang menimbulkan ketakutan. Setiap tindakan harus dilakukan secara profesional, proporsional, serta mengedepankan hati nurani dan rasa keadilan.

Pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadikan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sebagai kebiasaan, bukan sekadar respons saat ada petugas yang berjaga.

Selain menekan angka pelanggaran, operasi ini juga diarahkan untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas dan meminimalkan fatalitas korban di jalan raya.

Polres Bondowoso bersama instansi terkait mengajak seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu dan ketentuan berlalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Melalui pendekatan edukatif, pencegahan, dan penindakan yang transparan serta berkeadilan, Operasi Patuh Semeru 2026 diharapkan tidak hanya menciptakan ketertiban selama operasi berlangsung, tetapi juga menumbuhkan budaya berlalu lintas yang aman dan bertanggung jawab di Kabupaten Bondowoso.(*)