Omah Tempe Desa Beji Kota Batu, Eduwisata Kampung Tempe yang Angkat Ekonomi dan Budaya Lokal

Jurnalis: Dafa Wahyu Pratama
Editor: Gumilang

24 Mar 2026 08:00

Thumbnail Omah Tempe Desa Beji Kota Batu, Eduwisata Kampung Tempe yang Angkat Ekonomi dan Budaya Lokal
Proses pembuatan tempe di Kampung Tempe, Desa Beji, Kota Batu. (Foto: Pemerintah Desa Beji)

KETIK, BATU – Kampung Tempe di Dusun Karangjambe, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, terus berkembang sebagai pusat kuliner sekaligus eduwisata berbasis potensi lokal. 

Keberadaan Omah Tempe tidak hanya memperkenalkan tempe sebagai makanan khas Indonesia yang kaya protein nabati, tetapi juga menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat setempat.

Terletak di wilayah yang dikenal sebagai sentra produksi tempe, Omah Tempe menghadirkan konsep wisata edukatif. 

Di tempat ini, pengunjung dapat menyaksikan secara langsung proses pembuatan tempe hingga pengolahannya menjadi berbagai produk makanan kreatif berbahan dasar kedelai.

Baca Juga:
Kompak Bangun Kota Batu! Duet Nurochman–Heli Contoh Harmoni Kepemimpinan di Jawa Timur

Kepala Desa Beji, Denny Cahyono, menjelaskan bahwa industri tempe skala mikro dan kecil telah lama menjadi penopang ekonomi warga desa.

Ratusan pembuat tempe tersebar di berbagai dusun, sementara puluhan lainnya mengembangkan produk olahan berbasis tempe.

“Industri tempe di Desa Beji sudah berlangsung secara turun-temurun. Hingga kini ada ratusan pembuat tempe serta puluhan pelaku usaha yang mengolah tempe menjadi berbagai produk makanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada 2019 Desa Beji memperoleh penghargaan Waranugraha Among Desa sebagai “Empowered Village in Micro, Small and Medium Business”.

Baca Juga:
Perkuat Desa Wisata, Disparta Kota Batu Gencarkan Kolaborasi Konten dan Promosi

Penghargaan tersebut diberikan oleh Among Tani Foundation bersama Pemerintah Kota Batu dan PusKa-PB Universitas Muhammadiyah Malang.

“Pada tahun yang sama, Omah Tempe di Dusun Karangjambe juga resmi didirikan. Lokasi ini dipilih karena menjadi pusat produksi tempe di desa kami. Lebih dari 80 persen warga di dusun tersebut bekerja sebagai perajin tempe,” jelasnya.

Menurut Denny, Omah Tempe kini berkembang sebagai destinasi eduwisata yang memperkenalkan proses pembuatan tempe hingga pengolahannya menjadi berbagai menu kuliner.

Aktivitas tersebut dinilai mampu menarik minat wisatawan untuk belajar sekaligus menikmati produk lokal.

“Omah Tempe menjadi pusat edukasi bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin mengetahui proses produksi tempe dan berbagai olahannya. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung,” paparnya.

Tidak hanya mengembangkan wisata kuliner, Desa Beji juga menghadirkan inovasi budaya berupa batik motif tempe yang menjadi identitas baru desa. Motif tersebut bahkan telah dipatenkan sebagai produk khas daerah.

“Batik motif tempe pertama kali diperkenalkan saat Festival Beji Kampung Tempe pada 2021. Sejak saat itu motif tersebut menjadi ikon baru Desa Beji,” katanya.

Denny menyebut, saat ini terdapat belasan jenis makanan yang dihasilkan dari olahan tempe di desa tersebut.

Produk-produk tersebut terus dikembangkan oleh pelaku UMKM setempat untuk memperluas variasi kuliner berbasis tempe.

Selain memanfaatkan bahan utama kedelai, Pemerintah Desa Beji juga mengembangkan inovasi dari limbah produksi tempe.

Kulit kedelai hasil pencucian, misalnya, dapat diolah kembali menjadi bahan makanan untuk mendukung usaha mikro masyarakat.

“Mulai 2022 kami fokus memanfaatkan limbah tempe agar memiliki nilai tambah. Kulit kedelai dapat diolah menjadi bahan makanan, sedangkan limbah cairnya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, jumlah industri rumahan tempe di Desa Beji mencapai sekitar 263 produsen.

Produk tempe yang dihasilkan sebagian besar masih dipasarkan di wilayah Malang Raya dan sekitarnya, seperti Blimbing, Dinoyo, Kebalen, Pujon, Ngantang, Kasembon hingga Kandangan.

Untuk memenuhi kebutuhan produksi, para produse  menghabiskan sekitar 6 hingga 7 ton kedelai setiap hari. Bahan baku tersebut dipasok secara berkala dari wilayah Pandaan.

“Perputaran ekonomi dari industri tempe di Desa Beji rata-rata mencapai sekitar Rp70 juta per hari. Harga kedelai saat ini sekitar Rp10 ribu per kilogram dan pengiriman dilakukan tiga kali dalam seminggu,” jelasnya.

Denny menambahkan, tempe produksi Desa Beji memiliki keunggulan karena dibuat dari kedelai murni tanpa campuran bahan tambahan. Selain tempe kedelai, para perajin juga memproduksi tempe berbahan kacang tanah.

“Tempe dari kacang tanah memiliki keistimewaan karena minyaknya sudah diambil, sehingga dikenal lebih rendah kolesterol,” ujarnya.

Beragam produk turunan tempe juga terus dikembangkan, mulai dari pia tempe, brownies tempe, steak tempe, keripik tempe hingga mie berbahan kulit ari kedelai yang diolah menjadi tepung.

Menurutnya, konsep kampung tempe yang dikembangkan Desa Beji semakin menarik minat wisatawan, terutama saat musim liburan.

Banyak rombongan pelajar maupun kelompok masyarakat yang datang untuk belajar langsung mengenai proses produksi tempe.

“Setiap liburan, kampung tempe ini sering menjadi tujuan kunjungan wisata edukasi. Mulai dari siswa SD, SMP, SMA hingga kelompok PKK dari berbagai daerah seperti Bojonegoro, Gresik, Tuban dan Lamongan datang untuk melihat proses pembuatan tempe,” tuturnya. (*)

Baca Sebelumnya

Ini 5 Tips Membuat Makanan Khas Lebaran, Aman dari Kolesterol dan Tetap Sehat

Baca Selanjutnya

Menjaga Cahaya Ramadan di Kampung Geger, Kiprah Misbahul MunirTeruskan Perjuangan Para Kiai

Tags:

Kampung Tempe Beji Desa Beji Kota Batu Batik Tempe

Berita lainnya oleh Dafa Wahyu Pratama

Kompak Bangun Kota Batu! Duet Nurochman–Heli Contoh Harmoni Kepemimpinan di Jawa Timur

13 April 2026 17:55

Kompak Bangun Kota Batu! Duet Nurochman–Heli Contoh Harmoni Kepemimpinan di Jawa Timur

Perkuat Desa Wisata, Disparta Kota Batu Gencarkan Kolaborasi Konten dan Promosi

13 April 2026 17:30

Perkuat Desa Wisata, Disparta Kota Batu Gencarkan Kolaborasi Konten dan Promosi

Pedagang Pasar Among Tani Kota Batu Apresiasi Kejari, Minta Usut Kasus Hingga Tuntas

13 April 2026 15:00

Pedagang Pasar Among Tani Kota Batu Apresiasi Kejari, Minta Usut Kasus Hingga Tuntas

Kadisnaker Kota Batu: Mikutopia Serap 203 Tenaga Kerja, 95 Persen Warga Lokal Tulungrejo

13 April 2026 14:46

Kadisnaker Kota Batu: Mikutopia Serap 203 Tenaga Kerja, 95 Persen Warga Lokal Tulungrejo

Selter Sekda Kota Batu: Batas Usia Gugurkan Pejabat Senior, Pejabat Muda Kian Menguat

13 April 2026 11:12

Selter Sekda Kota Batu: Batas Usia Gugurkan Pejabat Senior, Pejabat Muda Kian Menguat

Sambut Libur Sekolah, Museum Tubuh Jatim Park 1 Langsung Berbenah

12 April 2026 20:06

Sambut Libur Sekolah, Museum Tubuh Jatim Park 1 Langsung Berbenah

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar