KETIK, SURABAYA – Produksi okra lokal berpotensi menjadi peluang bisnis baru bagi petani Indonesia. Selain menawarkan produktivitas yang tinggi, komoditas ini juga memiliki prospek pasar yang menjanjikan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, seiring meningkatnya tren konsumsi pangan sehat.

Ahli pemuliaan tanaman IPB University, Prof Muhamad Syukur, menilai peluang ekonomi okra akan terus berkembang. Menurutnya, meski konsumsi okra di Indonesia saat ini belum sebesar sayuran lain, permintaan diperkirakan meningkat sejalan dengan kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat.

Guru Besar Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB University itu menjelaskan, dua varietas okra lokal yang baru didaftarkan untuk memperoleh Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), yakni Yalanda IPB dan Nabila IPB, tidak hanya unggul dari sisi budidaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang menarik bagi petani.

Selain mudah dibudidayakan, kedua varietas tersebut memiliki produktivitas tinggi dan mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan tropis Indonesia. Kondisi tersebut membuat biaya budidaya relatif lebih efisien dibandingkan sejumlah komoditas hortikultura lainnya.

Di sisi kesehatan, Yalanda IPB maupun Nabila IPB tetap mempertahankan keunggulan okra sebagai salah satu superfood. Keduanya memiliki kapasitas antioksidan yang baik serta berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol.

Baca Juga:
Pakar: Memaksa Sapi Membawa Muatan Berlebih Bisa Melanggar Hukum dan Terancam Pidana

Prof Syukur optimistis pasar okra akan semakin luas pada masa mendatang. Peluang tersebut juga didorong oleh kebutuhan ekspor yang terus terbuka.

"Pasarnya memang belum terlalu luas di Indonesia saat ini, tapi seiring berjalannya waktu, okra akan semakin dikenal luas. Peluang ekonominya sangat besar, apalagi jika bisa memasok kebutuhan ekspor ke Jepang. Saat ini, para petani di Jawa Timur sudah berhasil melakukan ekspor tersebut," ujarnya, Rabu, 23 Juli 2026. 

Ia menambahkan, keberhasilan petani Jawa Timur menembus pasar Jepang menjadi bukti bahwa okra lokal memiliki daya saing di pasar internasional apabila dikelola secara konsisten.

Selain memiliki prospek pasar yang besar, kedua varietas tersebut juga menjadi inovasi penting di bidang pemuliaan tanaman. Yalanda IPB dan Nabila IPB merupakan varietas okra bersari bebas pertama yang dikembangkan di Indonesia sehingga memiliki daya adaptasi lebih baik terhadap iklim tropis basah dan serangan hama lokal.

Baca Juga:
Okra Lokal Yalanda IPB dan Nabila IPB Disebut Superfood, Bantu Kontrol Gula Darah hingga Kolesterol

Di balik keberhasilan tersebut, Prof Syukur mengungkapkan proses perakitan varietas berlangsung selama sekitar enam tahun sejak 2020. Selama penelitian, tim menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pendanaan berkelanjutan, kebutuhan rumah kaca, sumber daya manusia pendukung, hingga mahalnya peralatan analisis yang dibutuhkan dalam proses pemuliaan tanaman. (*)