KETIK, SIDOARJO – Banyak jembatan liar membentang di atas sungai di berbagai kecamatan di Sidoarjo. Keberadaannya menghambat upaya normalisasi dan penataan kawasan sungai. Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn mendapati kondisi tersebut saat melakukan sidak proyek betonisasi ruas Jalan Gedangan-Betro pada Senin (12/10/2026). Harus ditertibkan.
"Kalau masih ada jembatan-jembatan seperti ini, akhirnya normalisasi nggak bisa jalan. Hari ini kita ingin jalan benar-benar bagus, normalisasi sungai juga jalan,” tegas Bupati Subandi di lokasi proyek betonisasi yang persis bersebelahan dengan sungai.
Dia meminta jembatan-jembatan liar itu ditertibkan karena berpotensi menghambat normalisasi sungai. Posisi jembatan tanpa izin tersebut menghambat akses dan manuver alat berat yang mengeruk sedimentasi sungai.
Bupati Subandi menegaskan, proyek pembetonan jalan dengan anggaran sekitar Rp23 miliar itu harus dibarengi penanganan sungai. Itu penting agar pembangunan infrastruktur berjalan optimal. Penataan jalan tidak boleh mengabaikan fungsi sungai dan kelancaran proses normalisasi.
“Perencanaan harus kita ikuti. Kalau jalannya bagus, normalisasi sungai juga harus jalan. Jangan sampai jalannya bagus, tapi sungainya tidak tertata,” ujarnya.
Baca Juga:
Disidak Bupati Subandi, Pembetonan Jalan di Krian Sidoarjo Segera MulaiDalam sidak tersebut, Bupati Subandi didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM SDA) Sidoarjo M. Machmud, serta konsultan pengawas. Mereka menyaksikan beberapa jembatan yang didirikan sendiri oleh warga di atas sungai.
Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Bupati Subandi meminta Dinas PU BM SDA berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sidoarjo dan pemerintah kecamatan guna menertibkan jembatan yang tidak sesuai ketentuan.
Penertiban bertujuan memastikan alat berat dapat menjangkau area pengerukan sekaligus mendukung kelancaran aliran air sungai. Dengan begitu, potensi genangan atau banjir dapat dicegah. Masyarakat sekitar maupun pengguna jalan bisa merasakan langsung hasil pembangunan.
Bupati Subandi meminta masyarakat memanfaatkan jembatan umum di jalur utama yang telah tersedia. Warga diimbau agar menggunakan fasilitas jembatan tersebut demi mendukung penataan sungai dan memperlancar pembangunan.
Baca Juga:
Sikapi Proyek Terlambat di Sidoarjo, Bupati Subandi Perintahkan Pejabat dan Pengawas Sering Sidak“Jembatan umum sudah ada di jalur utama. Masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas yang tersedia sehingga pekerjaan normalisasi sungai tidak terhambat,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Subandi mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha di sekitar lokasi agar menggunakan jalur tersebut dengan bijak serta tidak merusak fasilitas umum maupun utilitas yang ada.
“Jangan sampai keberadaan jembatan yang tidak diperlukan menghambat pekerjaan normalisasi sungai. Kami berharap masyarakat mendukung pembenahan ini demi kepentingan bersama,” pungkasnya. (*)