Noda Buat Sang "Master Class" Indra Sjafri

Jurnalis: Agus Riyanto
Editor: Muhammad Faizin

9 Des 2025 15:38

Headline

Thumbnail Noda Buat Sang "Master Class" Indra Sjafri
Oleh: Agus Riyanto *)

Dijuluki raja tropi di kawasan asean, nama besar pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri mulai terusik. Hampir sebagian besar pecinta sepak bola di tanah air kecewa dengan penampilan perdana Ivar Jenner dan koleganya. Indonesia dipermalukan Philipina 0-1.

Celakanya, kekalahan menyakitkan tersebut bukan hanya karena laga perdana sepak bola SEA Games, namun Indonesia unggul dalam penguasaan bola. Tak terkecuali unggul kualitas materi pemain. Gol pun, terjadi dibabak injury time babak pertama melalui lemparan bola jarak jauh.

Tak hanya memalukan, tapi semakin mempertegas jika Indra Sjafri sudah habis. Tak terkecuali selama uji coba pernah pernah menang. Tentu ini akan menjadi preseden buruk sepak bola Indonesia di kelompok yunior. Padahal materi pemainnya cukup mentereng. Tak tanggung-tanggung, ada 4 pemain naturalisasi yang tergabung dalam skuad Indra Sjafri. 

Selain itu, selama perhelatan SEA Games, Indonesia tak pernah kalah atas Philipina. Apalagi head to head, Indonesia unggul telak. Kini nasib Indonesia bergantung pada laga Malaysia v versus Vietnam untuk berebut menjadi runner up terbaik. Jika saja keduanya bermain imbang maka mimpi mempertahankan medali emas SEA Games sirna. 

Baca Juga:
Menanti Sentuhan Tangan Dingin Ketum Baru Persiga Trenggalek, "On Fire"?

 

Antara salah taktik dna miskin taktik

Menghadapi tim sekelas Philipina yang tidak termasuk tim unggulan, Indonesia dibuat frustasi. Selain sulit menembus pertahanan lawan, duel-duel bola atas pun juga kalah. Mengurung pertahanan lawan ternyata tak cukup bagi para pemain mengkonversi peluang menjadi gol. 

Malah sebaliknya, petaka terjadi akibat lemparan ke dalam yang gagal diantisipasi dan berbuah gol. Terkesan taktik bertahan dengan variasi serangan tak jalan. Termasuk kurang sigapnya pertahanan yang digalang, Kadek Arel, M Ferari, dan Dion Marx. Seakan mereka lupa jika gol bisa lahir dari mana saja.

Baca Juga:
Film Layak Dicintai, Bukan Ditakuti oleh Mereka yang Terpaksa

 

Taktik satu dua sentuhan tak jalan

Melihat rata-rata pemain Philipina berpostur tinggi,  permainan long pass harus dihindari. Akan lebih efektif jika mengeksploitasi pertahanan lawan dengan memanfaatkan kecepatan kedua sayap. 

Selain itu, permainan seakan kehilangan arah. Apalagi di saat para pemain lawan menjaga kedalaman dan cenderung hanya mengandalkan counter attac. Sekali lagi, sang juru taktik tak mencoba variasi taktik lain. Pendeknya, lawan sudah mengantisipasi permainan Indonesia. 

 

Rotasi pemain tidak berjalan efektif

Mandulnya lini depan ternyata tidak segera diantisipasi, termasuk penampilan buruk striker naturalisasi Mauro Zijlstra. Kesan takut menggati Mauro sangat jelas. Selain sering kehilangan bola, pergeraknya juga lambat. Termasuk pergerkan tanpa bolanya yang tidak nampak. 

Pun demikian dengan Raffail Struick, pemain yang digadang-gadang menjadi pemain kunci kemenangan Indonesia, ternyata juga tampil buruk. Meskipun akhirnya ditarik keluar. Hanya Ivar Jenner yang mungkin bisa dibilang lumayan penampilannya. 

Nasi telah menjadi bubur. Indonesia hanya berharap Malaysia dan Vietnam tidak main mata. Walaupun harus diakui jika kedua negara tersebut merupakan seteru abadi Indonesia. Tentu keduanya akan lebih senang jika Indonesia tidak lolos. Apalagi tidak lolos dari fase grup. Tetap semangat. Bravo sepak bola nasional. (*)

 

*) Agus Riyanto merupakan jurnalis Ketik.com dan Plt Ketua PWI Trenggalek

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

Pemkot Batu Apresiasi Guru Berprestasi Melalui Spekta GTK 2025

Baca Selanjutnya

Yonif 407/PK Laksanakan Karya Bakti di Makam Ulama Besar Tegal

Tags:

Master class Indra SAFRI Artikel opini opini Agus Riyanto Indra Sjafri SEA Games

Berita lainnya oleh Agus Riyanto

Trenggalek Raih Double Winner TOP BUMD 2026

14 April 2026 18:52

Trenggalek Raih Double Winner TOP BUMD 2026

Menanti Sentuhan Tangan Dingin Ketum Baru Persiga Trenggalek, "On Fire"?

14 April 2026 17:10

Menanti Sentuhan Tangan Dingin Ketum Baru Persiga Trenggalek, "On Fire"?

Rangkaian Muscab, PKB Trenggalek Gelar Penghijuan di Desa Depok Bendungan Usung Spirit "Partai Hijau"

5 April 2026 17:43

Rangkaian Muscab, PKB Trenggalek Gelar Penghijuan di Desa Depok Bendungan Usung Spirit "Partai Hijau"

Ketua Paguyuban Tosan Aji Parikesit Trenggalek Layangkan Somasi, Persoalkan Keberadaan Showcase

4 April 2026 08:04

Ketua Paguyuban Tosan Aji Parikesit Trenggalek Layangkan Somasi, Persoalkan Keberadaan Showcase

Pemkab Trenggalek Tunjuk 8 Pejabat Pelaksana Tugas, Begini Kata Sekda Edi

3 April 2026 12:28

Pemkab Trenggalek Tunjuk 8 Pejabat Pelaksana Tugas, Begini Kata Sekda Edi

Lantik 8 Pejabat Eselon II dan Direktur Tirta Wening, Ini Pesan Tegas Bupati Trenggalek Mas Ipin!

3 April 2026 11:00

Lantik 8 Pejabat Eselon II dan Direktur Tirta Wening, Ini Pesan Tegas Bupati Trenggalek Mas Ipin!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar