Nisrina Hijab Brand Lokal Surabaya Bertahan di Tengah Badai, Bangkit Lewat Digitalisasi

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Rahmat Rifadin

4 Mei 2025 16:19

Thumbnail Nisrina Hijab Brand Lokal Surabaya Bertahan di Tengah Badai, Bangkit Lewat Digitalisasi
Potret pemilik Nisrina Hijab Asti dan sang putri Nisrina Paramstri, 4 Mei 2025. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id (Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Di sudut kawasan Surabaya, sebuah rumah menjadi saksi perjuangan seorang ibu muda membangun mimpinya dari nol.

Dialah Asti (59) pemilik Nisrina Hijab, sebuah brand lokal yang kini dikenal luas oleh kalangan muslimah urban.

Di tengah pandemi COVID-19 yang mengguncang perekonomian, Asti tak menyerah. Ia memilih beradaptasi, dan digitalisasi menjadi jalan keluar dari ancaman gulung tikar.

Awal Mula Nisrina Hijab

Baca Juga:
Dilema Pedagang Kecil Saat Harga Plastik Naik, Harga Jual Tak Berani Ikut

Bermula dari menjadi reseller sebuah brand terkenal, Asti memikirkan agar bisa memiliki brand sendiri untuk membantu ekonomi keluarga, Asti memulai usahanya pada tahun 2008.

"Berusaha untuk produksi sendiri, awalnya saya izin dengan Zoya, diperbolehkan Zoya dengan pegang brand ini, lalu selanjutnya kita membesarkan Nisrina 2008," jelasnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Asti mengungkap, awalnya dia berfokus pada toko offline di beberapa mal besar di Surabaya, karena pada saat itu tren hijab sedang ramai diperbincangkan.

'Mulai produksi sendiri, akhirnya saya punya 20 toko, kebanyakan di mal tokonya," paparnya.

Baca Juga:
Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Melejit Bikin Pedagang Menjerit

Produk yang dipasarkan oleh Brand Nisrina Hijab adalah berupa hijab basic yaitu manset, ciput, kerudung segi empat dan masih banyak yang lain.

"Nisrina itu awalnya kerudung basic sama dengan Zoya. Produksinya 1000an, bahannya sampai 1 ton. Dibuat di Bandung," jelas Wanita Kelahiran Malang ini.

Pada saat itu, Asti mengungkap dirinya sudah memiliki 50 reseller yang tersebar, kebanyakan pelangganya dari luar daerah seperti Solo, Malang dan Gresik.

"Produk andalan manset hijab basic. hampir 5000 sampai 6000 pcs per bulan terjual," terang Asti.

Di tahun 2017, Asti mencoba mengenal aplikasi penjualan online yaitu Shopee pada saat itu dirinya masih asyik berjualan kerudung secara offline.

Asti menyebut kebanyakan pelangganya merupakan wanita paruh baya yang menyukai berbelanja ke tempat secara langsung dibanding hanya melihat model dari etalase foto.

Pandemi Menyerang

Saat pandemi, Asti mengungkap yang awalnya memiliki 20 toko offline, dirinya terpaksa harus menutup 17 tokonya karena adanya lockdown saat COVID-19.

"Waktu pandemi dari 20 toko langsung tutup 17 toko, hingga menumpuk stok setiap toko di rumah saya, sampai nggak bisa lewat," tutur Asti.

Adanya layanan penjualan secara online ini, membuat kebangkitan untuk Asti agar terus mempertahankan Nisrina Hijab.

"Penjualan 60 persen dari Shopee, satu hari sekitar ratusan paket terkirim," terang Asti.

Adanya penjualan secara online ini, Asti mengungkapkan dirinya sebetulnya kurang memahami alur penjualan secara online. Maka dari itu ia memberikan kuasa pada Nisrina Paramstri (25) yang merupakan putrinya.

"Dia (Nisrina) yang lebih paham, jadi dia yang mengatur semuanya sekarang, mulai dari promosi sampai mengatur stok," terang Asti.

Asti mengungkap, meskipun penjualannya menurun pasca pandemi tetapi setelah pandemi dirinya mengaku lega karena saat ini sudah tidak memiliki hutang untuk usahanya ini.

"Jadi saya berpesan ke anak saya, kalau mau usaha tidak usah pinjam ke bank, pakai uang sendiri saja," jelas Asti.

Dampak Penjualan Online

Mengenai dampak yang ditimbulkan karena penjualannya dari Shopee, Nisrina menambahkan saat ini usahanya terus bertahan hingga dilirik oleh Pihak Shopee sebagai brand yang memiliki penjualan yang baik dibandingkan brand yang lain.

"Sehari kirim 50 paket, puncaknya 400 paket, satu paket kadang pembeli beli lebih dari 1 kerudung," tutur Lulusan Ilmu Komunikasi Unair ini.

Nisrina menjelaskan puncak penjualan kerudung pada saat Ramadan, karena penjualannya naik hingga 100 persen.

"Pas Ramadan sehari 100 paket, paling jauh dikirim sampai Malaysia dan Aceh," paparnya.

Saat ini, Nisrina terus menggencarkan penjualan secara online melalui live shopping hingga memiliki omzet Rp25 juta per bulan.

"Efeknya live terus ada orderan kalau Shopee bersih ya ada Rp25 juta per bulan, alhamdulillah sekarang lancar, jumlahnya lancar," terang Mahasiswa S2 Unair ini.

Untuk bisnis fashion, Nisrina mengungkapkan pihaknya harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat tetapi yang paling diburu adalah hijab model basic.

"Kebutuhan masyarakat masih belum membaik, adaptasi terus, model dan mengikuti anak muda," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Bangun Kesadaran Hukum Sejak Dini, PSHT Blitar Gandeng Polres dalam Edukasi Siswa

Baca Selanjutnya

Gudang UD Sentoso Seal Diam-Diam Kembali Beroperasi, Komisi A Bakal Panggil Satpol PP

Tags:

Nisrina Hijab nisrina shopee UMKM Penjualan online UMKM Surabaya UMKM Shopee

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar