KETIK, TUBAN – Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, menjadi momentum memperkuat kolaborasi pelestarian ekosistem pesisir sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berbasis lingkungan di Jawa Timur.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, musisi Kaka Slank, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur Arum Sabil, didampingi Wakil Sekretaris I Kwarda Jawa Timur Kiagus Firdaus atau Kak Kidaus yang juga dikenal sebagai CEO Ketik Media Siber.

Turut hadir anggota DPD RI, jajaran DPRD Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Jawa Timur, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, ikut menanam bibit mangrove bersama para peserta.

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam menjaga kawasan pesisir.

Baca Juga:
Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tuban, Khofifah Bakar Semangat Siswa: Jangan Takut Bermimpi!

"Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik. Kehadiran Ibu Gubernur, Kaka Slank, pemerintah daerah, dan masyarakat Tuban menunjukkan bahwa menjaga alam harus dilakukan bersama-sama," ujar Ning Lia.

Menurutnya, Festival Mangrove tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky dan musisi Kaka Slank saat peresmian wisata alam pantai panduri, Rabu 29 Juli 2026. (Foto: Ahmad Istihar/Ketik com)

Ning Lia menilai kawasan mangrove memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi, tetapi juga sebagai penopang ekonomi masyarakat melalui pengembangan wisata berbasis lingkungan.

Baca Juga:
Festival Mangrove Jatim ke-10 di Tuban, Khofifah: Menanam Mangrove Berarti Menjaga Masa Depan Bumi

"Menanam mangrove bukan hanya menanam pohon, tetapi juga menanam masa depan ekonomi masyarakat. Apa yang dilakukan hari ini akan menjadi sistem pendukung lingkungan sehat sekaligus membuka peluang wisata pesisir yang berkelanjutan," jelasnya.

Ia menambahkan, dengan panjang garis pantai Kabupaten Tuban yang mencapai sekitar 65 kilometer, keberadaan hutan mangrove harus terus dijaga agar manfaat ekologis dan ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Ning Lia juga memberikan apresiasi kepada kelompok tani hutan (KTH) yang selama ini konsisten merawat kawasan mangrove di pesisir Tuban. Menurutnya, peran masyarakat menjadi kunci keberhasilan menjaga kelestarian lingkungan.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar pengembangan kawasan pesisir tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan menghindari alih fungsi lahan yang berpotensi merusak ekosistem mangrove.

Ia berharap aksi penanaman mangrove di Pantai Panduri dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Timur untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan sekaligus mengembangkan potensi wisata alam yang ramah lingkungan.

"Harapannya kawasan mangrove terus dijaga, dikembangkan sebagai destinasi wisata sehat, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam. Ayo bersama-sama kita jaga alam, kita sama-sama jaga masa depan alam," pungkasnya.(*)