KETIK, TUBAN – Niat mulia seorang bocah laki-laki berinisial YAK (12), warga Desa Margorejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, berakhir tragis.

Korban meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Kalikening saat berusaha menolong temannya yang lebih dulu terseret arus, Rabu, 24 Juni 2026.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, YAK bersama empat temannya, yakni Jalaluddin, Ibnu Umar Said, Dika Pratama, dan Jabar, pergi ke Sungai Kalikening untuk memancing ikan.

Usai memancing, kelima bocah tersebut memutuskan mandi bersama di sungai. Namun, saat sedang bermain air, salah satu anak tiba-tiba tenggelam.

Melihat temannya dalam bahaya, YAK spontan berusaha memberikan pertolongan. Nahas, upaya penyelamatan itu justru membuat dirinya ikut tenggelam.

Baca Juga:
Siswa Al Maahira IIBS Tertahan Tak Bisa Pulang karena Tunggakan Biaya, Siswa dan Wali Murid Patungan

Kapolsek Parengan, Iptu Ramelan, mengatakan dua anak lainnya kemudian berupaya menolong korban yang pertama tenggelam dan berhasil menyelamatkannya. Namun YAK tidak berhasil ditemukan saat itu.

"Kemudian mandi bersama, tiba-tiba salah satu tenggelam. Korban YAK berusaha menolong temannya tetapi ikut tenggelam. Lalu dua kawan lainnya ikut menolong dan berhasil menyelamatkan Dika Pratama. Sedangkan korban YAK hilang dan masih tenggelam," jelas Iptu Ramelan.

Teman-teman korban kemudian meminta bantuan warga sekitar. Warga bersama-sama melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Sekitar 30 menit kemudian, jasad korban berhasil ditemukan di dasar sungai dan langsung dievakuasi.

Baca Juga:
Kunjungan Meroket Saat Libur Sekolah, Mikutopia Kota Batu Diserbu Rombongan Pelajar

"Kurang lebih pencarian jasad korban tiga puluh menit dicari bersama-sama dan berhasil dievakuasi," tambahnya.

Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan ke Pemerintah Desa Margorejo dan Polsek Parengan. Petugas yang datang ke lokasi kemudian membawa korban ke RSUD Bojonegoro untuk menjalani pemeriksaan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menyimpulkan kejadian tersebut merupakan musibah murni akibat tenggelam.

"Hasil pemeriksaan medis terhadap korban oleh petugas Medis RSUD Bojonegoro tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan disimpulkan bahwa kejadian merupakan musibah murni tenggelam. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban," ungkap Iptu Ramelan.

Kapolsek Parengan mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama selama masa libur sekolah yang sering dimanfaatkan untuk bermain atau memancing di sungai.

"Kami himbau musim libur sekolah, tolong anak-anak diawasi oleh orang tuanya. Jangan sampai tren memancing membuat keselamatan jiwa terabaikan," tegasnya.(*)