Ngaku Ketua Aliansi Jurnalis Berujung Klarifikasi, Wartawan Ini Minta Maaf ke PWI Kediri Raya

Jurnalis: Angga Prasetya
Editor: Hetty Hapsari

29 Des 2025 19:20

Thumbnail Ngaku Ketua Aliansi Jurnalis Berujung Klarifikasi, Wartawan Ini Minta Maaf ke PWI Kediri Raya
Ketua PWI Kediri Bambang (Kanan) saat menerima surat permintaan maaf resmi dari Adi Surya Rusdiono (kiri) di Balai Wartawan PWI Kediri Raya, Senin, 29 Desember 2025. (PWI Kediri for Ketik.com)

KETIK, KEDIRI – Setelah namanya ramai diperbincangkan akibat beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang mencatut Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Seorang wartawan bernama Adi Surya Rusdiono akhirnya mendatangi Balai Wartawan PWI Kediri Raya, Senin, 29 Desember 2025.

Kedatangannya itu, untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Adi sebelumnya mengaku sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Kediri dan menyebut telah menjalin kerja sama dengan PWI Kota Kediri.

Baca Juga:
Perluas Gerakan, IKAPMII Kediri Raya Kukuhkan 29 PAC di Seluruh Wilayah

Klaim tersebut menuai polemik dan berujung klarifikasi tegas dari PWI Kediri Raya yang memastikan tidak pernah ada kerja sama, apalagi terkait upaya membackingi institusi tertentu.

Di hadapan Ketua PWI Kediri Raya Bambang Iswahyoedhi, sekretaris, serta sejumlah anggota PWI Kediri Raya, Adi akhirnya mengakui kesalahannya.

Ia menyatakan bahwa pernyataan yang beredar tersebut tidak benar dan dibuat atas inisiatif pribadi.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Adi menandatangani surat pernyataan pengakuan bersalah sekaligus permohonan maaf secara tertulis.

Baca Juga:
KONI Kediri Bidik Lima Besar Porprov Jatim 2027, Siapkan Strategi Pembinaan hingga Regulasi Atlet

Dalam surat pernyataan itu, Adi secara tegas menyatakan tidak pernah memiliki hubungan, komunikasi, maupun kerja sama dengan pengurus atau anggota PWI Kediri Raya sebagaimana yang ia sebutkan dalam percakapan WhatsApp yang beredar luas.

“Oleh karena itu, melalui surat ini saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), khususnya PWI Kediri Raya, atas pernyataan saya yang tidak benar,” tulis Adi dalam surat pernyataannya.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua PWI Kediri Raya Bambang Iswahyoedhi menegaskan bahwa PWI pada prinsipnya tidak pernah menghalangi wartawan untuk menjalankan tugas jurnalistik di mana pun.

Namun, semua kegiatan jurnalistik wajib dilakukan sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Bambang menekankan, mencatut nama organisasi profesi wartawan tanpa dasar hukum yang sah merupakan tindakan yang tidak dibenarkan, terlebih jika digunakan untuk memberi kesan perlindungan atau pembackingan terhadap institusi tertentu.

“Ini harus menjadi pembelajaran bersama. Wartawan dituntut bekerja profesional, beretika, dan tidak membawa-bawa nama organisasi untuk kepentingan pribadi,” kata Bambang.

Ia juga mengimbau masyarakat maupun instansi agar tidak mudah percaya terhadap klaim sepihak yang mengatasnamakan PWI.

Menurutnya, konfirmasi langsung kepada pengurus resmi PWI merupakan langkah paling tepat untuk menghindari kesalahpahaman.

Untuk diketahui, sebelumnya beredar percakapan WhatsApp yang memuat narasi seseorang bernama Adi Cakra Kembar.

Dalam percakapan itu, yang bersangkutan mengaku sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Kediri dan menyebut adanya kesepakatan kerja sama dengan PWI Kota Kediri.

Narasi tersebut juga menyebut bahwa aliansi jurnalis sepakat membantu samsat-samsat di wilayah Karesidenan Kediri dengan dalih sebagai tempat mencari rezeki.

Bahkan, pemberitaan negatif terhadap institusi tertentu disebut dapat menyulitkan jurnalis dalam mencari penghasilan dan diancam akan dilaporkan ke Dewan Pers.

Bambang Iswahyoedhi kembali menegaskan bahwa PWI Kediri Raya tidak pernah membenarkan praktik-praktik yang bertentangan dengan kode etik jurnalistik.

Ia memastikan PWI berdiri independen dan tidak terlibat dalam upaya perlindungan atau pembelaan terhadap institusi mana pun demi kepentingan tertentu.

“Kami tegaskan sekali lagi, PWI Kediri Raya tidak pernah bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Kediri atau pihak mana pun untuk membackingi institusi tertentu. PWI berdiri independen dan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Menurut Bambang, profesi wartawan bukan alat tawar-menawar kepentingan.

Tugas wartawan adalah menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan sesuai fakta kepada publik.

Ia juga mengingatkan bahwa jika ada pihak yang merasa dirugikan oleh sebuah pemberitaan, mekanisme yang benar adalah menggunakan hak jawab atau hak koreksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers, bukan melalui intimidasi atau ancaman.

“Pers harus tetap merdeka dan profesional,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Kayutangan Heritage, Kampung Biasa yang Jadi Magnet Utama Wisatawan Kota Malang

Baca Selanjutnya

Hadiah Manis Akhir 2025, Kejari Banyuasin Selamatkan Rp4,28 Miliar Uang Negara

Tags:

PWI indonesia PWI Jatim PWI Kediri Humas Polda Jatim Humas Polres Kediri Humas Mabes Polri IJTI Aji Pers klarifikasi Permintaan Maaf Resmi PWI Kediri Raya Aliansi Jurnalis Kediri Klarifikasi PWI Etika Jurnalistik kediri

Berita lainnya oleh Angga Prasetya

Meniti Jembatan Asa Kampung Onggoboyo di Kaki Gunung Kelud yang Terisolir Deru Kemajuan Zaman

12 April 2026 14:37

Meniti Jembatan Asa Kampung Onggoboyo di Kaki Gunung Kelud yang Terisolir Deru Kemajuan Zaman

159 Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Kediri Diusulkan Masuk Program BSPS 2026

10 April 2026 17:03

159 Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Kediri Diusulkan Masuk Program BSPS 2026

Nyawa Terselamatkan, Masinis dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

9 April 2026 18:36

Nyawa Terselamatkan, Masinis dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Pengurus IKPI Kediri Resmi Dilantik, Solusi Perpajakan Kian Lebih Dekat

9 April 2026 17:40

Pengurus IKPI Kediri Resmi Dilantik, Solusi Perpajakan Kian Lebih Dekat

Satlantas Polres Kediri Kota Uangkap Pelaku Tabrak Lari, Ditangkap di Ngawi dalam Kurun Waktu 7 Jam

9 April 2026 15:32

Satlantas Polres Kediri Kota Uangkap Pelaku Tabrak Lari, Ditangkap di Ngawi dalam Kurun Waktu 7 Jam

Ketua Fraksi Golkar Soroti Banyaknya Pimpinan OPD di Pemkab Kediri yang Dijabat Plt

9 April 2026 13:02

Ketua Fraksi Golkar Soroti Banyaknya Pimpinan OPD di Pemkab Kediri yang Dijabat Plt

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar