Nasim Khan Dorong Pemerintah Lindungi dan Perkuat Warung Madura sebagai Pilar Ekonomi Rakyat

Jurnalis: Heru Hartanto
Editor: Muhammad Faizin

11 Feb 2026 13:20

Thumbnail Nasim Khan Dorong Pemerintah Lindungi dan Perkuat Warung Madura sebagai Pilar Ekonomi Rakyat
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, HM Nasim Khan, Rabu 11 Februari 2026 (Foto : Heru Hartanto/ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Nasim Khan, meminta pemerintah pusat hingga daerah memberikan perlindungan konkret sekaligus pembinaan berkelanjutan bagi pelaku usaha warung Madura. Ia menilai keberadaan warung Madura harus diperkuat sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi kerakyatan.

Nasim menyampaikan, warung Madura telah menjadi simbol ketahanan usaha rakyat. Menurutnya, pelaku usaha ini menunjukkan etos kerja tinggi dan mampu bertahan di tengah ekspansi ritel modern.

"Saya mendukung keberadaan warung Madura sebagai simbol pergerakan ekonomi rakyat. Apabila pemerintah memfasilitasi mulai dari legalitas usaha, OSS, hingga pembinaan, saya yakin mereka bisa setara atau bahkan melampaui model ritel modern. Warung Madura bisa jadi Madura Mart," kata Nasim Khan melalui sambungan seluler, Rabu, 11 Februari 2026. 

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur III yang meliputi Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi itu menegaskan bahwa operasional warung Madura yang buka hingga 24 jam juga memberi dampak sosial positif. Ia menilai keberadaan warung yang beroperasi hampir tanpa henti tersebut turut membantu menjaga aktivitas dan keamanan lingkungan sekitar.

Baca Juga:
Legislator DPR RI HM Nasim Khan: Maraknya Gula Rafinasi Impor Matikan Petani Tebu Lokal

"Saya mendukung keberadaan warung Madura sebagai simbol pergerakan ekonomi rakyat," kata Nasim Khan.

Ia menyebut pola operasional 24 jam menjadi ciri khas sekaligus cerminan semangat kemandirian pelaku usaha. Model bisnis warung Madura yang berkembang pesat sejak era 1990-an kini telah menjelma menjadi fenomena nasional dan mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan harian secara fleksibel.

Namun demikian, Nasim mengakui sebagian besar pelaku usaha warung Madura masih menghadapi keterbatasan permodalan. Rata-rata modal usaha mereka berkisar antara Rp30 juta hingga Rp50 juta.

Menurutnya, dukungan pemerintah sangat penting untuk memperkuat struktur permodalan dan aspek legalitas usaha. Ia juga menekankan perlunya intervensi negara dalam dua hal strategis.

Baca Juga:
Krisis Minyak Global Imbas Konflik Iran-AS, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH

Pertama, pemerintah perlu memperkuat peran Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) guna memastikan standar kualitas produk di tingkat UMKM tetap terjaga secara adil. Kedua, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian perlu memberikan perhatian khusus terhadap potensi risiko kriminalitas, mengingat jam operasional warung Madura yang mencapai 24 jam.

"Negara harus hadir. Tanpa kehadiran negara, yang terancam bukan hanya usaha rakyat, tetapi juga keberlanjutan ekonomi dan keadilan sosial," tegas Nasim Khan.

Di akhir pernyataannya, Nasim berpesan kepada para pemilik warung Madura di seluruh Indonesia agar terus meningkatkan kualitas layanan serta menjaga kepercayaan konsumen.

"Saya optimis dengan dukungan konkret dari pemerintah, maka UMKM Toko Madura ini akan tetap relevan sebagai tulang punggung ekonomi nasional di masa depan," pungkas Nasim Khan. (*)

Baca Sebelumnya

Tak Dapat Izin Polres Kediri Kota, Laga Persik vs PSIM Yogyakarta Digelar Tanpa Penonton di Gresik

Baca Selanjutnya

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Bandung Perbaiki 600 Titik Irigasi

Tags:

HM Nasim Khan Anggota Komisi VI DPR RI minta Pemerintah lindungi Toko Madura

Berita lainnya oleh Heru Hartanto

Sidang Perdana Kasus Solar Subsidi di Situbondo, Dua Terdakwa Terancam 9 Tahun Penjara

15 April 2026 12:12

Sidang Perdana Kasus Solar Subsidi di Situbondo, Dua Terdakwa Terancam 9 Tahun Penjara

Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

14 April 2026 13:25

Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

13 April 2026 23:45

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

13 April 2026 09:00

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

12 April 2026 13:00

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

12 April 2026 10:40

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar