KETIK, JAKARTA – Perempuan Indonesia Maju (PIM) menggelar Forum Nasional Perempuan Indonesia sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam menjaga ketahanan bangsa sekaligus mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dalam pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Forum yang mengusung tema besar 'Peran Perempuan Menjaga Ketahanan Bangsa' itu digelar di Jakarta akhir pekan ini.
Menghadirkan dua sesi diskusi utama terkait kontribusi strategis perempuan di berbagai sektor pembangunan nasional.
Mulai dari ketahanan ekonomi keluarga, sosial budaya, lingkungan hidup, pendidikan, hingga transformasi digital.
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Nanny Hadi Tjahjanto mengapresiasi pelaksanaan Forum Nasional Perempuan Indonesia yang digagas oleh PIM.
Baca Juga:
Pengurus dan Anggota KOWANI Tegaskan Nanny Hadi Tjahjanto Ketua Umum yang SahMenurut Nanny, forum tersebut menghadirkan isu-isu yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan perempuan Indonesia saat ini.
“Saya melihat acara ini sangat baik, modern, dan mengikuti perkembangan zaman,” kata Nanny Hadi Tjahjanto dalam keterangannya dikutip, Senin 8 Juni 2026.
Nanny menilai isu-isu yang dibahas dalam forum ini juga sangat relevan, mulai dari lingkungan, sosial budaya, pendidikan, ekonomi keluarga, hingga digitalisasi Perempuan.
Ia menegaskan, perempuan saat ini bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan telah menjadi mitra strategis negara dalam menentukan arah kemajuan Indonesia.
Baca Juga:
Dugaan Aliran Dana Rp366,7 Miliar di Kasus Imipas, Rekening OB-Cleaning Service Ikut Dipakai Tampung UangNanny juga mengapresiasi langkah PIM yang dinilai mampu menghadirkan ruang diskusi perempuan yang progresif, adaptif, dan dekat dengan generasi masa kini.
“Forum seperti ini bisa menjadi referensi gerakan perempuan ke depan. Saya melihat PIM terus bergerak maju, membawa semangat baru, kreatif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nanny juga menyinggung persiapan Kongres Wanita Indonesia menjelang peringatan 100 tahun Kowani.
Momentum satu abad KOWANI, ungkapnya, akan difokuskan pada penguatan konsolidasi organisasi dan perjuangan hak-hak dasar perempuan Indonesia, khususnya perempuan pekerja.
“Kami masih memiliki agenda besar terkait perjuangan hak-hak dasar perempuan, termasuk perlindungan dan kesejahteraan perempuan pekerja yang menjadi perhatian penting dalam menyambut 100 tahun Kowani,” jelasnya.
Nanny mengatakan, bahwa konsolidasi organisasi perempuan menjadi langkah penting untuk memperkuat soliditas gerakan perempuan Indonesia dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan.
“Konsolidasi ini penting agar seluruh organisasi perempuan dapat bersatu, saling menguatkan, dan bersama-sama membawa KOWANI semakin maju dalam menyongsong 100 tahun pengabdian untuk perempuan Indonesia,” tegas Nanny.
Sementara itu, Ketua Umum PIM, Lana T. Koentjoro mengatakan, bahwa perempuan Indonesia harus tampil sebagai kekuatan pemersatu bangsa di tengah berbagai tantangan sosial dan perubahan global yang semakin kompleks.
“Perempuan Indonesia harus hadir sebagai kekuatan pemersatu bangsa, penjaga harmoni sosial, sekaligus motor penggerak perubahan. Forum ini bukan hanya ruang diskusi, tetapi ruang konsolidasi gagasan, kolaborasi, dan aksi nyata perempuan Indonesia untuk bangsa,” ujar Lana T. Koentjoro.
Menurut Lana, perempuan saat ini memiliki posisi strategis dalam menentukan arah kemajuan bangsa.
Karena itu, perempuan perlu diperkuat kapasitas, kepemimpinan, dan jejaring kolaborasinya agar mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Forum Nasional Perempuan Indonesia juga diharapkan mampu melahirkan berbagai rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah dalam memperkuat pembangunan nasional berbasis ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, pendidikan, ekonomi, dan teknologi. (*)