KETIK, MADIUN – Nama dan foto Bagus Rizky Dinarwan mendadak menjadi perbincangan di media sosial setelah dicantumkan dalam flyer kegiatan malam tirakatan 1 Suro yang beredar luas.

Menanggapi hal tersebut, Bagus Rizky menegaskan bahwa pencantuman nama dan fotonya dilakukan tanpa sepengetahuan maupun persetujuannya.

Ia menyatakan tidak memiliki keterlibatan dalam kegiatan yang dipromosikan melalui flyer tersebut dan menolak bertanggung jawab atas penyelenggaraan acara dimaksud.

"Menanggapi nama dan foto saya yang dicatut dalam flyer acara malam tirakatan 1 Suro, perlu saya tegaskan bahwa itu tanpa sepengetahuan saya dan izin saya. Maka saya tidak bertanggung jawab atas kegiatan tersebut," ujar Bagus Rizky Dinarwan, Selasa, 16 Juni 2026.

Menurutnya, tirakat merupakan kegiatan yang bersifat personal dan lebih menitikberatkan pada introspeksi diri. Karena itu, ia berpandangan bahwa kegiatan tersebut lebih baik dilakukan secara sederhana dan khusyuk di lingkungan masing-masing.

Baca Juga:
Dana Hibah untuk Polres dan Kodim Segera Cair, Kesbangpol Madiun Pastikan Sesuai Aturan

"Bagi saya tirakat adalah kegiatan mesu budi atau introspeksi diri di mana itu akan lebih baik jika dilakukan di kediaman masing-masing," tambahnya.

Selain memberikan klarifikasi terkait pencatutan identitasnya, Bagus Rizky juga mengajak seluruh warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) untuk menjaga kesakralan bulan Muharram. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan, khususnya di wilayah Kota Madiun.

Menurutnya, momentum Tahun Baru Islam seharusnya menjadi sarana memperkuat nilai-nilai persaudaraan, kedamaian, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

"Saya mengajak seluruh warga PSHT untuk menjaga kesakralan bulan Muharram ini. Dan khususnya wilayah Kota Madiun mari kita jaga kondusivitas wilayah. Mari kita tunjukkan bahwa SH Terate bisa memberikan manfaat dan kedamaian bagi masyarakat," pungkasnya.(*)

Baca Juga:
Kapolres Madiun Gelar Anjangsana ke Anggota Sakit dan Purnawirawan Sambut Hari Bhayangkara ke-80