KETIK, GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) melakukan launching (peluncuran) UPT SMPN 1 Gresik sebagai Sekolah Moderasi Beragama bersamaan dengan momentum hari pertama kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, Senin, 13 Juli 2026.

Sebanyak 330 siswa baru SMPN 1 Gresik mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di UPT SMPN 1 Gresik. Selain launching, dalam momen ini Bupati Gresik juga meresmikan musala Al- Furqan milik UPT SMPN 1 Gresik. Selain itu juga pemberian penghargaan bagi murid UPT SMPN 1 Gresik yang berprestasi, baik bidang akademik maupun non akademik. 

Bupati Gresik juga menyempatkan diri melihat langsung pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) di ruang kelas usai meresmikan pembukaan MPLS. Pemenuhan gizi (MBG) merupakan langkah awal yang krusial untuk membangun generasi yang sehat dan cerdas.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengatakan bahwa siswa baru dapat memanfaatkan momentum MPLS ini untuk cepat beradaptasi serta mencari teman sebanyak-banyaknya. Ia juga berpesan kepada para kakak kelas atau senior untuk selalu sigap membantu adik-adik kelasnya dengan penuh keramahan.

"Jadikan momen ini sebagai momen yang seru untuk bermain dan belajar di lingkungan sekolah, mengenal fasilitas, teman baru, serta para guru. Jadikan sekolah ini sebagai rumah kedua yang aman, tempat belajar, dan saling mengenal satu sama lain," ungkapnya. 

Baca Juga:
Bebas dari Perundungan dan Kekerasan Sejak Hari Pertama Sekolah, Bupati Gresik Buka MPLS Ramah Anak

Gus Yani juga mendorong adanya sekolah moderasi beragama yang menekankan pada cara pandang yang seimbang dan toleran dalam beragama. Hal ini untuk menghindari ekstremisme dan fanatisme, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.

"Sekolah moderasi beragama, mengajarkan pentingnya sikap tengah dalam beragama, yaitu cara beragama yang tidak berlebihan atau ekstrem. Hal ini mencakup pada toleransi, baik yang mayoritas maupun minoritas, serta menghargai nilai-nilai budaya dan tradisi," jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPT SMPN 1 Gresik, Beri Avita Prasetiya, menjelaskan bahwa konsep MPLS tahun ini memang memiliki penekanan yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sesuai dengan regulasi Permendikbud, pelaksanaan MPLS 2026 mengedepankan aspek ramah anak, aman, dan menyenangkan bagi siswa baru untuk mengenali lingkungan belajarnya yang baru.

Baca Juga:
SMP Negeri 1 Gresik Raih Peringkat Pertama TKA se-Kabupaten Gresik

Terkait peluncuran Sekolah Moderasi Beragama, Ia memaparkan bahwa predikat ini diraih setelah melalui proses assessment (penilaian) dari Kementerian Agama (Kemenag). 

Kemenag Gresik Serahkan Piagam Sekolah Moderasi Beragama Kepada Kepala Sekolah SMPN 1 Gresik (Foto: Daniel Andayawan/Ketik.com)

UPT SMPN 1 Gresik dinilai sebagai sekolah yang sangat majemuk dan memiliki tingkat keberagaman (diversity) yang tinggi. Dari total 960 siswa kelas 7, 8, dan 9, serta didukung 70 guru dan tenaga kependidikan, latar belakang agamanya sangat variatif. 

"Di UPT SMPN 1 Gresik ini siswanya sangat beraneka ragam. Ada yang beragama Hindu, Buddha, Katolik, Kristen, dan tentunya umat Islam sebagai yang terbesar. Tidak hanya siswanya, tenaga pendidiknya pun lengkap perwakilan dari semua agama tersebut," jelasnya.

Komitmen toleransi di SMPN 1 Gresik tidak sekadar teori. Pihak sekolah memfasilitasi ruang ibadah khusus yang representatif bagi masing-masing pemeluk agama, sehingga tidak hanya menyediakan musala bagi siswa muslim. Langkah ini diambil agar sejak dini siswa mampu menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai antarpemeluk agama.

Keragaman etnis dan agama di SMPN 1 Gresik ini dinilai menjadi potret kecil dari kebhinekaan Kabupaten Gresik yang sejak lama dikenal memiliki perpaduan Kampung Arab, Kampung Pecinan, hingga Kampung Islam yang hidup berdampingan dengan rukun.

"Ini menjadi cikal bakal miniatur kompleks Gresik ke depan. Anak-anak diajarkan untuk menghormati keberagaman dan menjaga kerukunan, sehingga ketika mereka nanti terjun ke masyarakat, sikap toleransi itu sudah tercipta dengan kuat," pungkasnya. (*)