KETIK, MALANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali meresahkan lingkungan kampus. Kali ini, sepeda motor milik Ardiansyah, mahasiswa angkatan 2023 Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), raib digondol maling saat diparkir di area kampus pada Senin, 29 Juni 2026.
Diketahui, kejadian bermula saat korban memarkirkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AE 6277 NA miliknya sekitar pukul 15.00 WIB. Motor tersebut diparkir di belakang Gedung Jurusan Arsitektur UB, tepatnya di depan Masjid Al Hadid.
"Setelah diparkir, saya menuju ke sekretariat himpunan untuk melakukan rapat," jelasnya, Senin, 6 Juli 2026.
Ia mengaku motor tersebut telah dikunci setang sesuai prosedur keamanan yang berlaku. Selain itu, motornya juga memiliki ciri khas berupa velg berwarna emas pada roda depan dan belakang.
Usai mengikuti rapat dan melaksanakan salat Magrib, ia kembali ke area parkir sekitar pukul 17.30 WIB. Korban berniat memindahkan motornya ke tempat yang lebih terang dan ramai sebelum malam. Namun, ia justru mendapati motornya sudah tidak ada.
Baca Juga:
Arema FC Promosikan Dua Pemain Muda Akademi ke Tim Senior untuk Musim 2026/2027Menyadari telah menjadi korban pencurian, ia langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kampus dan meminta akses untuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi. Berdasarkan hasil pengecekan awal, diduga pelaku beraksi sekitar pukul 17.00 WIB dan membawa kabur motor korban melalui pintu keluar Watugong.
"Kalau dilihat dari CCTV, dicurinya sekitar pukul 17.00 WIB. Lalu, pelaku ini keluar lewat pintu keluar Watugong," terangnya.
Pada hari yang sama, Ardiansyah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lowokwaru. Selain itu, laporan juga disampaikan kepada pihak Mako Keamanan Universitas Brawijaya.
Namun, hingga berita ini diturunkan, ia mengaku belum mendapatkan perkembangan berarti terkait penyelidikan kasus tersebut.
Baca Juga:
Meski Belum Punya Gedung, KKMP Cemorokandang Malang Sukses Gelar Bazar Lele Murah"Sampai sekarang, belum ada tindak lanjut perkembangan," tambahnya.
Ardiansyah berharap pihak Universitas Brawijaya segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem akses keluar-masuk kendaraan. Menurutnya, selama ini akses kampus dinilai terlalu terbuka bagi masyarakat umum tanpa adanya pemeriksaan identitas yang ketat.
"Saya juga berharap polisi bisa segera menangkap pelaku dan rutin melakukan patroli agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan kampus," pungkasnya.