KETIK, MALANG – Momentum libur sekolah membawa angin segar bagi industri perhotelan di Kota Malang. Pada momen ini, tingkat okupansi hotel mengalami lonjakan signifikan, mencapai sekitar 70 persen pada hari kerja (weekdays) dan menembus 100 persen saat akhir pekan (weekend), seiring meningkatnya kunjungan wisatawan yang memanfaatkan masa liburan bersama keluarga.

Liburan sekolah memang menjadi salah satu momen yang ditunggu oleh industri perhotelan. Bukan hanya sekadar liburan, namun juga menjadi hari untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dengan penuh kehangatan di hotel.

Tak heran jika di masa ini banyak hotel di Kota Malang yang menawarkan beragam paket menarik dengan program liburan dan aktivitas anak-anak selama periode liburan sekolah.

Dalam hal ini, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki menuturkan okupansi rata-rata hotel di Kota Malang mencapai 60 hingga 70 persen di weekdays. Sementara weekend mencapai 70 hingga 90 persen.

"Di Malang rata-rata masih antara 60-70%. Itu bagus, tapi kalau di weekend bisa 70-80%. Kalau semua ya, tapi beberapa hotel ada yang penuh. Ada 80-90%. Ada bis-bisnya, parkirannya rame," tuturnya.

Baca Juga:
Siapakan Lahan 5,4 Hektare di Arjowinangun, Pemkot Malang Menanti Giliran Bangun Sekolah Rakyat

Agoes Basoeki juga mengungkapkan okupansi terbaru pada tanggal 27 dan 28 Juni 2026 rata-rata mencapai 80 hingga 90 persen. Namun, ada beberapa hotel yang mencapai 100 persen.

"Alhamdulillah, okupansi hotel di Kota Malang, saat weekend kemarin berada pada rata-rata 80-90%. Di bebeberapa hotel ada yg 100%," ungkapnya.

Menurutnya, okupansi tahun ini lebih bagus dibanding tahun lalu. Ini menjadi salah satu pencapaian bahwa tingkat kunjungan di Kota Malang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Tentu ini menjadi salah satu momen tingginya kunjungan hotel di Kota Malang. Agoes Basoeki juga mengungkapkan bahwa pengunjung anak sekolahan atau grup-grup kebanyakan menginap di hotel bintang 1 hingga 3. Sementara hotel bintang 4 dan 5 kemungkinan juga ada para pengusaha.

Baca Juga:
Seminggu Berjalan, Pos Pantau Satpol PP di Jalan Veteran Ampuh Tangkal PKL dan Parkir Liar

Ia juga mengatakan bahwa saat ini hotel di Kota Malang saling bekerjasama. Beberapa hotel anggota PHRI justru saling berbagi pengunjung. Mereka saling melempar ketika kamar sudah full booked. Tentunya ini menjadi kerja sama yang baik untuk memajukan pariwisata Kota Malang.

"Sekarang kita sudah rata teman-teman berbagi. Ada hotel-hotel kecil pun juga rame. Jadi hotel kecil malah kalau kita lihat di grupnya itu beberapa bertanya 'hari ini ada kamar kosong ya, hari ini ada kamar kosong' karena sudah saling lempar karena sudah penuh di tempatnya dan hal-hal yang menggembirakan," ujar Agoes Basoeki.

Ia juga mengungkapkan bahwa tamu yang menginap di hotel kebanyakan ingin berwisata ke destinasi wisata alam, seperti Gunung Bromo, pantai, Tumpak Sewu, hingga ke Batu. Ia mengatakan para tamu berwisata ke Malang Selatan dan Batu tapi menginap di Kota Malang. 

"Kalau di Malang ini kan macem-macem. Ada yang wisata ke pantai, ada wisata ke bromo. Ada sekarang wisata ke daerah Malang Selatan itu. Ada ke tempat sewu, saya juga mulai lari di situ. Ada ke Batu, kita melayani. Ada yang ke candi-candi. Itu menginap di Malang, di sini. Menginapnya di Malang tapi wisatanya ke tempat lain karena di kota Malang lebih representatif untuk tinggal dan tempat kuliner kita bagus," ucap Agoes Basoeki.(*)