Miris, Guru Ngaji di Jember Dilaporkan Cabuli 4 Bocah Perempuan SD-SMP di Musala

Jurnalis: Muhammad Hatta
Editor: Muhammad Faizin

3 Jun 2025 17:34

Thumbnail Miris, Guru Ngaji di Jember Dilaporkan Cabuli 4 Bocah Perempuan SD-SMP di Musala
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polres Jember, Ipda Qori Novendra saat dikonfirmasi. (Foto: Atta/ Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, kembali terjadi di Jember. Kali ini bahkan diduga dilakukan oleh seorang yang paham agama, di tempat ibadah. 

MS (50 tahun), seorang guru ngaji asal Kecamatan Pakusari, dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan perbuatan cabul kepada sejumlah santrinya. 

Kasus ini terendus berkat salah satu korban yang melaporkan apa yang ia alami kepada kedua orang tuanya. 

Polisi bergerak cepat dengan memeriksa sejumlah santri ngaji. Terungkap, korban kebejatan sang guru ngaji yang kini sudah menjadi tersangka itu ternyata tak cuma satu orang. 

Baca Juga:
Bupati Situbondo dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Santunan JKM ke Rumah Almarhum Guru Ngaji

Dari penyelidikan polisi dan pengakuan sejumlah santri ngaji, dugaan pencabulan itu dilakukan di Musala tempat kegiatan mengaji itu berlangsung.

Sejauh ini, terdapat empat santriwati atau murid putri yang menjadi korbannya. Mereka masing-masing berinisial ZR (11), ML (12), FS (13), dan BL (11).

Salah seorang orang tua korban, ZK (38) mengaku, ia melapor ke polisi berawal dari kecurigaan melihat perilaku buah hatinya yang dinilai berubah dan agak ganjil. 

"Anak saya itu biasanya ceria, aktif bermain dengan teman-temannya. Tiba-tiba seminggu belakangan sikapnya jadi tertutup. Banyak diamnya, dan awalnya saya kira sakit," kata ZK saat dikonfirmasi di rumahnya, Selasa, 3 Mei 2025.

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

Dari perubahan sikap itu, lanjutnya, sang anak didekati dan pelan-pelan diajak komunikasi.

"Saat itu rasanya seperti kena petir, saya kaget dengar perbuatannya pelaku itu. Anak saya niatnya ngaji, malah digerayangi. Apa gak sadar umur, atau lupa dia siapa. Dia kan guru ngaji," tuturnya menahan amarah. 

Sontak, ZK bersama para orang tua korban lainnya langsung melapor ke Mapolsek Pakusari.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Pakusari Aipda Lefatra membenarkan adanya laporan tersebut.

"Benar (adanya kejadian dugaan pencabulan). Warga mengamankannya dan selanjutnya ditangani langsung oleh Unit PPA Polres Jember. Karena korbannya anak perempuan," ujar Lefatra saat dikonfirmasi terpisah.

Dari kejadian itu, diduga terduga pelaku memanfaatkan kedekatannya dan statusnya sebagai sosok dihormati untuk berbuat tindak pidana.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Angga Riatma, melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember Ipda Qori Novendra, saat dikonfirmasi di Mapolres Jember.

Membenarkan adanya dugaan tindak pidana pencabulan yang dilakukan guru ngaji itu.

"Ya, jadi berkaitan dengan laporan persetubuhan maupun pencabulan yang terjadi. Ini sudah kita tangani berdasarkan laporan yang dilakukan oleh orang tua korban. Selanjutnya kita lakukan pemeriksaan dan benar ada empat santri atau murid dari guru ngaji tersebut yang menjadi korban," ujar Qori.

Dari kejadian itu, lanjutnya, para korban menjalani proses visum.

"Kemudian kita amankan pelaku. Dari hasil pemeriksaan. Terduga pelaku, kemudian kita tetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. Yang kemudian sejak tanggal 31 kemarin, kita lakukan penahanan di Polres Jember," ungkapnya.

Tersangka inisial MS terancam dengan Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Dengan ancaman hukuman 15 tahun terhadap pelaku yang merupakan guru ngaji itu. Karena yang bersangkutan merupakan guru ngaji, nantinya (dimungkinkan) akan ditambahkan pasal dan ayat yang memberatkan. Berkaitan dengan perbuatan yang dia lakukan," tegas Qori. (*) 

Baca Sebelumnya

Aktivis Greenpeace Suarakan Penolakan Tambang Nikel Raja Ampat di Forum Indonesia Critical Minerals Expo

Baca Selanjutnya

DPRD Surabaya Beri Catatan Khusus untuk Calon Sekda Kota Surabaya

Tags:

Ipda Qori Novendra Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Jember Jember Pakusari Pencabulan anak guru ngaji Asusila Predator anak

Berita lainnya oleh Muhammad Hatta

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

4 April 2026 11:51

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

4 April 2026 11:25

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

4 April 2026 11:00

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

4 April 2026 10:00

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

4 April 2026 09:05

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar