Mindful Living Tanpa Plastik

Editor: Dendy Ganda Kusumah

11 Apr 2026 20:13

Thumbnail Mindful Living Tanpa Plastik
Oleh: Vivin Wulandari*

Bicara soal Kota Malang, jujur saja, UMKM itu seperti ruhnya kota ini. Baru keluar gang sudah ada yang jual gorengan. Belok sedikit, ada es teh. Jalan agak jauh, ketemu warung kopi. Belum lagi pedagang online dari rumah-rumah.

Data dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang, sepanjang 2020 hingga saat ini menyebut jumlah UMKM di sini sudah lebih dari 60 ribu, sebuah angka yang tidak kecil. Namun, selama sepekan ini, nampaknya para UMKM merasa bak diguncang gempa dengan naiknya harga plastik yang membumbung tinggi hingga 100 persen akibat dampak perang yang terjadi di Timur Tengah.

Banyak UMKM yang menyikapi situasi ini dengan membuat video-video pendek tentang mengganti kemasan plastik dengan daun pisang. Lucu sih, namun tentu ini bukan berita yang menyenangkan. Utamanya lagi, bagi kita sebagai konsumen, kita pun turut menerima dampak kenaikan harga barang yang kita beli.

Bisa dibilang, ini adalah sebuah warning kecil bagi kita semua. Situasi ini membuat kita sebagai konsumen juga harus sadar dan turut berkontribusi untuk mengubah perilaku yang berkaitan dengan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun tidak drastis, hal ini mungkin cukup berarti jika kita melakukannya secara bersama-sama.

Baca Juga:
Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Melejit Bikin Pedagang Menjerit

Mungkin di sini kita bisa mulai pelan-pelan kenal dengan yang namanya mindful living. Mindful living sendiri adalah gaya hidup yang mengajak seseorang untuk hidup dengan penuh kesadaran pada setiap momen yang dijalani.

Sederhananya, kita bertanya kepada diri sendiri, “Perlu nggak sih kita memakai kemasan plastik ini?” Jawabannya bisa iya dan tidak, karena manusia kadung terlanjur membiasakan diri hidup berdampingan dengan plastik.

Kalau dipikir-pikir, ini mirip dengan yang dijelaskan Ajzen. Niat untuk berubah mengurangi plastik sebenarnya ada, tetapi sering kalah dengan kebiasaan lama dan situasi sekitar. Jadi, bukan karena tidak peduli, tetapi memang belum terbiasa.

Ajzen, dalam Theory of Planned Behavior-nya, menjelaskan bahwa orang bertindak karena memiliki niat. Namun, niat itu sangat gampang berubah. Ada tiga hal yang sangat memengaruhi niat kita, yaitu cara kita melihat sesuatu, pengaruh sekitar, dan keyakinan diri kita sendiri untuk dapat melakukannya atau tidak.

Baca Juga:
Bank Sampah Rangkul Ceria Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Plastik di Brebes

Dalam perkara plastik ini pun demikian. Dari dulu kita terbiasa berpikir plastik itu memudahkan, ringan, praktis, tinggal ambil. Namun, masih banyak yang tidak menyadari dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah tersebut.

Jika kita berpikir lebih jauh lagi secara sadar, ternyata kita bisa turut mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari, sesederhana membawa tumbler atau kotak makan sendiri saat kita jajan.

Mungkin akan terasa aneh dan malu jika dilihat oleh orang lain, atau ada tekanan sosial lainnya. Dan lucunya, hal sesederhana membawa tumbler itu ternyata butuh usaha juga. Bukan karena berat, tetapi karena kita belum terbiasa. Namun, itulah bentuk kesadaran kecil yang dapat kita usahakan.

Mungkin sekali waktu kita lupa. Sewajarnya manusia, kita sudah berniat membawa kotak makan atau tumbler sendiri, namun masih suka tertinggal. Atau sebenarnya sudah punya, tetapi jarang dibawa. Akhirnya, kita mengambil keputusan untuk kembali menggunakan plastik.

Dalam teori Ajzen, ini disebut kontrol diri, yaitu ketika kita merasa yakin atau tidak untuk sadar memilih hidup tanpa plastik. Jika sejak awal kita meyakini atau merasa, “Pasti akan lupa membawa tumbler lagi,” biasanya hal itulah yang benar-benar terjadi.

Terkadang, bukan soal kurangnya niat, tetapi sistem dalam diri kita yang belum terbentuk dengan baik. Beberapa orang menyiasati hal-hal ini dengan cara simpel, seperti meletakkan tumbler di kendaraan, atau selalu menyelipkan tas reusable berbahan kain, kertas, dan lain-lain di tas untuk digunakan saat berbelanja.

Dan itulah sebenarnya inti dari hidup yang lebih mindful, bukan berubah secara langsung dan besar-besaran, tetapi melakukan hal kecil secara sadar.

Hari ini mungkin masih sering menggunakan plastik karena merasa malu dianggap sebagai orang yang ribet. Namun, keesokan harinya kita berusaha mencoba untuk menguranginya. Cukup memulai dari hal kecil. Jika kebiasaan kecil itu dilakukan banyak orang, efeknya akan luar biasa.

Harga plastik naik ataupun turun tidak akan terasa mengganggu dalam kehidupan sehari-hari. Semua dapat dilakukan lebih pelan, namun lebih sadar.

Mungkin selama ini kita terlalu fokus pada hal besar, sampai lupa bahwa perubahan itu justru sering dimulai dari hal yang sangat kecil dan berulang.

 

*) Vivin Wulandari merupakan Mahasiswa Magister Sains Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Brawijaya

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

*) Ketentuan pengiriman naskah opini:

Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
Panjang naskah maksimal 800 kata
Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

De Access Malang Buka PPDB Batch 6 Gelombang II TA Juli 2026-Juli 2027, Siapkan SDM Hospitality Siap Kerja

Baca Selanjutnya

Brunei Darussalam Babak Belur Dihajar Australia 0-12 di Laga Perdana ASEAN U-17 Boys Championship 2026

Tags:

plastik #Theory of Planned Behavior #harga plastik #mindful living

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

13 April 2026 13:26

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

Mindful Living Tanpa Plastik

11 April 2026 20:13

Mindful Living Tanpa Plastik

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

9 April 2026 13:12

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

8 April 2026 15:14

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

8 April 2026 12:16

AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

Dalberto Luan Belo Kembali, Arema FC Dapat Tambahan Amunisi Kala Menantang Persita Tangerang

8 April 2026 12:08

Dalberto Luan Belo Kembali, Arema FC Dapat Tambahan Amunisi Kala Menantang Persita Tangerang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar