Mesin Waktu di Sudut Gubeng Surabaya, Menyelami Mini Museum Sambil Menyantap Hangatnya Steak

25 Februari 2026 23:15 25 Feb 2026 23:15

Thumbnail Mesin Waktu di Sudut Gubeng Surabaya, Menyelami Mini Museum Sambil Menyantap Hangatnya Steak

CEO Boncafe Andrew Prasetya menunjukkan beberapa koleksi mini museum di sudut restoran. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Kepulan asap tipis beraroma steak panas yang mendesis di atas hot plate menjadi gambaran yang sangat menggiurkan bagi pecinta steak sebelum disantap.

Suasana semakin lengkap, ketika pengunjung menyantap steak sembari melihat mini museum. Anda seakan terbawa suasana masa lalu, dimana awal mula Boncafe Steak & Ice ini berdiri.

Restoran yang berdiri sejak 28 Februari 1977 itu tak hanya menjadi tempat makan, melainkan me-recall memori-memori indah ketika menyantap steak di sana.

CEO Boncafe Andrew Prasetya mengatakan, restoran yang terletak di daerah Gubeng, Surabaya ini didirikan sebagai rumah makan keluarga yang hangat.

"Harapannya orang datang bisa ingat momen-momen indah mereka. Misalnya dulu makan di sini saat pacaran atau acara keluarga. Kami ingin apa yang telah Boncafe lakukan puluhan tahun ini tidak hilang dan generasi berikutnya tahun apa itu Boncafe," katanya pada Rabu 25 Februari 2026.

Mini museum itu menyimpan sejumlah barang-barang zaman dahulu, terutama ketika masih merintis dari pasangan Sugita dan Evelina Natadihardja, pendiri sekaligus kakek dan nenek Andrew Prasetya.

Beberapa benda-benda itu seperti foto zaman Boncafe berdiri, hot plate impor dari Singapura hingga daftar menu yang masih terjangkau, dimana salah satunya harga minuman masih dibanderol Rp800.

Pembaharuan fasilitas ini sekaligus jadi penanda usia Boncafe yang hampir 49 tahun berdiri.

Sementara untuk rasa, sejak Andrew berujar tidak ada yang berubah. Tetap otentik seperti zaman dahulu, dimana menonjolkan steak bergaya Barat namun disesuaikan dengan lidah Indonesia.

"Kami tidak bilang ini murni Western, karena sudah disesuaikan dengan lidah Surabaya dan Indonesia. Terutama Oma yang suka sekali dengan steak dari Belanda," jelasnya.

Menu seperti chicken steak tetap menjadi favorit hingga kini. Sensasi hot plate yang mengepul saat disajikan masih menjadi daya tarik utama yang melekat di benak pelanggan lintas generasi.

Salah satu pengunjung Budi Satria mengatakan suka dengan konsep baru ini membuatnya tak hanya sekadar menikmati kuliner di restoran, melainkan seperti berkunjung ke rumah orang tua.

"Saya sangat menikmati sekali suasananya. Sangat hangat dan seperti rumah sendiri," singkatnya. 

Ia mengaku berkunjung bersama keluarganya, sekaligus melakukan buka puasa bersama. (*)

Tombol Google News

Tags:

Boncafe restoran boncafe Kuliner Surabaya kuliner steak Surabaya Andrew Prasetya