Merokok saat Berkendara Masih Marak, Peneliti Nilai Perokok Santun Minim

Jurnalis: Muhammad Fajar Hasan Ar-Ridlo
Editor: Al Ahmadi

25 Feb 2026 18:50

Thumbnail Merokok saat Berkendara Masih Marak, Peneliti Nilai Perokok Santun Minim
Pengendara motor merokok saat berkendara. (Ilustrasi: AI Copilot Microsoft)

KETIK, JAKARTA – Budaya merokok sambil berkendara masih kerap ditemui di jalan raya. Meski sudah ada aturan yang melarang, kebiasaan ini tetap dilanggengkan dan bahkan kerap mendapat romantisasi di tengah masyarakat.

Sejumlah pengendara sepeda motor masih terlihat merokok saat melaju di jalan. Asap dan abu rokok yang beterbangan bukan hanya mengganggu, tetapi juga berpotensi membahayakan pengendara lain.

Larangan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

Pada Pasal 6 huruf C disebutkan bahwa mengemudikan kendaraan bermotor dilarang sambil merokok.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Namun, implementasi aturan di lapangan dinilai belum maksimal. Di beberapa daerah yang telah menerapkan larangan tersebut, pelanggaran masih sering ditemukan.

Dari sisi psikologis, penelitian yang dilakukan Muh. Yusrin dan Eva Meizara Puspita Dewi dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar pada 2023 menyebutkan bahwa pengendara yang merokok saat berkendara, jika ditinjau dari aspek penilaian diri akurat berdasarkan usia, cenderung tidak mampu mengidentifikasi standar diri dan kurang memiliki pertimbangan moral.

Penelitian lain oleh Tyas Ayu Farah Dina dari Universitas Islam Negeri Pekalongan pada 2025 juga menjelaskan bahwa fenomena merokok saat berkendara yang selama ini dianggap biasa oleh sebagian masyarakat mencerminkan minimnya sikap perokok santun yang mengedepankan kesadaran etika di ruang publik.

Selain membahayakan orang lain karena abu rokok bisa mengenai mata pengendara di belakangnya, kebiasaan ini juga mengurangi konsentrasi perokok itu sendiri.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

Aktivitas memegang rokok, membuang abu, hingga mengalihkan perhatian sesaat dari kemudi meningkatkan risiko kecelakaan.

Fenomena ini juga tidak lepas dari tingginya angka perokok di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang mengkonsumsi rokok tercatat sebesar 29,03 persen pada 2019, 28,69 persen pada 2020, dan 28,96 persen pada 2021.

Kebiasaan merokok juga banyak ditemukan di kalangan anak muda. Sejumlah penelitian menyebutkan ada tiga faktor utama yang memengaruhi individu memiliki kebiasaan merokok, yakni uang saku, ayah perokok, serta teman sebaya yang juga merokok.

Di media sosial, fenomena merokok sambil berkendara memicu beragam reaksi. Pada salah satu akun YouTube yang membahas topik ini, komentar warganet menunjukkan kekesalan.

“Nah setuju, hukum mati sekalian,” tulis akun @aridinata****.

“Lestarikan di semua wilayah Indonesia ada ini sanksi berat soalnya dampaknya berbahaya apabila abu rokok kena mata,” tulis akun @SarDi-yc4go.

“Orang-orang yang merokok sambil berkendara adalah orang-orang yang tidak punya empati dan etika,” ujar akun @ekaanun****.(*)

Baca Sebelumnya

OJK Jabar Dorong PUJK Syariah Kampanyekan Program Gerak Syariah Selama Ramadan

Baca Selanjutnya

Azan Magrib Berkumandang, Sebaiknya Berbuka atau Salat?

Tags:

Merokok Saat Berkendara membahayakan Masalah Kesehatan surabaya Permenhub 12 Tahun 2019 Keselamatan lalu lintas etika publik BPS budaya merokok

Berita lainnya oleh Muhammad Fajar Hasan Ar-Ridlo

Mengenal Ollie Watkins dan Jonathan Rowe, Duo Bomber Inggris yang On Fire di Europa League

10 April 2026 19:01

Mengenal Ollie Watkins dan Jonathan Rowe, Duo Bomber Inggris yang On Fire di Europa League

Krisis Minyak Global Imbas Konflik Iran-AS, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH

8 April 2026 19:30

Krisis Minyak Global Imbas Konflik Iran-AS, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH

ParagonCorp Buka Rekrutmen April 2026 untuk Posisi Customer Business Development

8 April 2026 17:45

ParagonCorp Buka Rekrutmen April 2026 untuk Posisi Customer Business Development

Cerita Mahasiswa Surabaya yang Pilih Tak Pulang ke Samarinda saat Lebaran

17 Maret 2026 21:21

Cerita Mahasiswa Surabaya yang Pilih Tak Pulang ke Samarinda saat Lebaran

Genre Musik yang Orang Jarang Tahu! Ada Pop dan Rock yang Bikin Lebih “Melayang”

14 Maret 2026 07:00

Genre Musik yang Orang Jarang Tahu! Ada Pop dan Rock yang Bikin Lebih “Melayang”

Suka Duka Merawat Motor Modifikasi Custom

11 Maret 2026 10:39

Suka Duka Merawat Motor Modifikasi Custom

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar