KETIK, BOGOR – Sensasi merinding yang sering dikaitkan sebagian masyarakat dengan firasat atau tanda-tanda supranatural ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang jelas dalam dunia medis.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University sekaligus ahli neurologi, dr Yeni Quinta Mondiani, menjelaskan bahwa merinding merupakan respons biologis tubuh yang disebut piloerection.

Kondisi ini terjadi ketika otot-otot kecil di pangkal rambut berkontraksi sehingga rambut halus di kulit berdiri. Seluruh proses ini dikendalikan oleh sistem saraf otonom tanpa disadari manusia.

“Merinding merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh yang diwariskan dari nenek moyang manusia. Meskipun fungsi aslinya sudah tidak terlalu relevan, jalur saraf yang mengaturnya masih aktif hingga sekarang,” jelasnya, Minggu, 21 Juni 2026. 

Menurut dr Yeni, otak memiliki peran penting dalam memicu respons tersebut, terutama bagian amigdala yang berfungsi sebagai pusat emosi sekaligus sistem alarm tubuh.

Baca Juga:
Merinding di Tempat Tertentu Bukan Tanda Gaib, Ini Cara Otak Memproses Lingkungan

Ketika otak mendeteksi sesuatu yang dianggap penting, mengejutkan, mengancam, atau bahkan sangat mengharukan, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin yang kemudian memicu reaksi fisik termasuk merinding.

Ia menegaskan bahwa fenomena ini menunjukkan kerja sistem saraf manusia yang sangat kompleks, bukan tanda adanya kemampuan indera gaib.

“Ini bukan berarti seseorang sedang menerima sinyal gaib. Otak memang terus memindai lingkungan dan sering kali bekerja lebih cepat daripada kesadaran kita,” terangnya. (*)

Baca Juga:
Fatty Liver Bisa Muncul Sejak Anak-anak, Pakar IPB Dorong Pencegahan Sejak Dini