KETIK, HALMAHERA SELATAN – Peringatan HUT ke-21 Ikatan Keluarga Tobelo-Galela (IKA-TOGALE) di Halmahera Selatan tak hanya menandai usia organisasi. Perayaan yang dirangkai dengan pelantikan pengurus periode 2026–2031 itu juga menjadi ruang untuk merawat warisan budaya dan mempererat persaudaraan masyarakat.

Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin menutup rangkaian kegiatan tersebut di panggung Pagelaran UMKM Milenial, Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan, Sabtu 26 September 2026. Berbagai penampilan seni, bahasa, dan tari turut mengisi acara.

Bagi Helmi, perayaan itu memiliki makna yang melampaui agenda organisasi. Ia melihatnya sebagai kesempatan untuk menghidupkan kembali nilai budaya yang diwariskan para pendahulu.

Helmi menegaskan, rangkaian acara tersebut membawa makna yang lebih luas dari agenda pengukuhan dan pergantian kepengurusan.

“Pengukuhan dan pelantikan ini bukan hanya seremoni organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk merayakan budaya,” kata Helmi.

Baca Juga:
Lima Kursi PKB Halsel Bikin Muslim Berani “Senggol” Umar

Ia menilai penampilan yang disuguhkan dalam acara tersebut menunjukkan luasnya kekayaan identitas masyarakat Tobelo-Galela. Agar warisan itu tetap dikenal, menurutnya, pengenalan budaya perlu diteruskan kepada generasi muda.

Helmi mengingatkan bahwa perubahan zaman seharusnya tidak menjauhkan anak muda dari akar budaya mereka. Nilai-nilai budaya, kata dia, dapat ikut membentuk karakter dan identitas generasi yang akan datang.

Keberagaman masyarakat Halmahera Selatan juga menjadi perhatian Helmi. Ia menyebut pertemuan berbagai latar belakang melalui proses akulturasi dan asimilasi sebagai modal untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Dalam pandangannya, kehidupan bersama turut dibentuk oleh cara manusia berpikir, berekspresi, dan berperilaku.

Baca Juga:
Baku Kasih, Baku Jaga: Bassam Meneguhkan Ikatan Kekerabatan Togale di Halmahera Selatan

“Budaya dan peradaban tumbuh dari akal budi, ekspresi, serta perilaku manusia dalam membangun kehidupan bersama,” ujarnya.

Helmi juga menyoroti peluang ekonomi yang dapat tumbuh dari kebudayaan. Seni, tari, film, pariwisata, dan ekonomi kreatif dinilai memiliki ruang untuk dikembangkan lebih serius, sekaligus membuka kesempatan produktif bagi generasi muda.

Ia berharap kekayaan budaya masyarakat Halsel semakin dikenal luas dan dapat mendukung pengembangan pariwisata serta ekonomi kreatif. Menurutnya, kebudayaan juga menyimpan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan.

“Budaya bukan hanya soal identitas; di dalamnya juga ada potensi ekonomi yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Helmi turut mengenang kontribusi para sesepuh IKA-TOGALE, termasuk Dr. Muhammad Kasuba, MA. Ia menyebut Muhammad Kasuba sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam perjalanan pembangunan Halmahera Selatan.

Helmi mengenang Muhammad Kasuba sebagai sesepuh Togale yang telah memberikan sumbangsih besar bagi daerah.

“Beliau merupakan salah satu sesepuh Togale dan tokoh besar yang telah banyak berkontribusi bagi Bumi Saruma,” kata Helmi.

Menurutnya, kerja para pendahulu perlu diteruskan melalui peningkatan mutu pendidikan, penguatan kemampuan generasi muda, serta keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah.

Harapan itu juga ia titipkan kepada pengurus IKA-TOGALE periode 2026–2031. Organisasi tersebut diharapkan menjadi tempat berkumpul sekaligus ruang untuk menampung gagasan dan aspirasi masyarakat Togale.

Helmi berharap kepengurusan baru dapat membawa IKA-TOGALE semakin maju serta ikut mendorong kemajuan peradaban di Halmahera Selatan.

“Semoga di bawah kepemimpinan yang baru, IKA-TOGALE semakin maju dan menjadi lebih baik, sekaligus ikut mendorong peradaban Halmahera Selatan ke arah yang lebih baik,” harapnya.

Penutupan HUT ke-21 IKA-TOGALE dihadiri Bupati Halsel sekaligus Ketua Dewan Pembina IKA-TOGALE Hasan Ali Bassam Kasuba, mantan Ketua Dewan Pembina Dr. Muhammad Kasuba, Anggota DPR RI Izzuddin Al-Qassam Kasuba, Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Haji Ahmad, dan mantan Bupati Halsel Bahrain Kasuba. Turut hadir anggota DPRD Halsel, perwakilan AMAN Maluku Utara, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, pemerintah kecamatan, Aliansi 173 Kepala Desa, organisasi perempuan dan paguyuban, serta undangan lainnya.