Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam tengah mematangkan persiapan aksi pengibaran dan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 2.026 meter di puncak tertinggi di Sumatera Selatan tersebut. Persiapan agenda besar itu dibahas dalam Rapat Teknis yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha, di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pagar Alam, Rabu (12/8).

Kegiatan pembentangan bendera yang direncanakan berlangsung pada 17 Agustus 2026 tersebut, bukan sekadar seremoni peringatan kemerdekaan. Pemkot Pagar Alam menargetkan aksi tersebut menjadi momentum untuk membangkitkan semangat patriotisme sekaligus memperkenalkan keindahan dan potensi wisata alam Gunung Dempo kepada masyarakat luas.

Namun, ambisi tersebut tentu bukan tanpa tantangan. Membentangkan bendera sepanjang lebih dari dua kilometer di kawasan puncak gunung membutuhkan persiapan yang matang, mulai dari keselamatan personel, kesiapan fisik, kondisi medan hingga manajemen logistik.

Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha menegaskan bahwa faktor keselamatan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Terlebih, karakter Gunung Dempo memiliki medan ekstrem dan kondisi cuaca yang dapat berubah dengan cepat.

Baca Juga:
Lakukan Tindakan Indisipliner, Polresta Malang Kota Tetapkan Ipda WHS Sebagai DPO

“Pembentangan bendera sepanjang lebih dari dua kilometer di puncak Gunung Dempo ini bukan hal yang mudah. Medan ekstrem dan cuaca yang cepat berubah menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, sinergi antara tim teknis Bentang Merah Putih, Pemkot, TNI/Polri, serta para relawan pendakian harus benar-benar presisi,” ujar Bertha.

Ia meminta seluruh unsur yang terlibat menjaga komunikasi dan koordinasi secara intensif hingga hari pelaksanaan. Setiap tahapan harus dipastikan berjalan sesuai rencana sehingga kegiatan dapat berlangsung aman dan lancar.

Menurut Bertha, aksi pembentangan Merah Putih tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan kemeriahan dalam memperingati HUT ke-81 RI, tetapi juga menanamkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap Indonesia.

Di saat bersamaan, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Gunung Dempo sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan Kota Pagar Alam. Dengan pelaksanaan yang aman dan terorganisasi, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan citra positif bagi pariwisata daerah.

Baca Juga:
Alami Kekeringan, Plt Bupati Cilacap Salurkan 1,3 Juta Liter Air Bersih ke Warga

Bidik Rekor MURI

Yang tak kalah menarik, aksi pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 2.026 meter tersebut juga diarahkan untuk mencapai rekor MURI sebagai pembentangan Bendera Merah Putih terpanjang di puncak gunung di Indonesia.

Target tersebut membuat persiapan kegiatan tidak bisa dilakukan secara biasa. Selain memastikan bendera dapat dibentangkan sesuai ukuran yang direncanakan, seluruh unsur pendukung juga harus memperhitungkan kondisi medan, jalur pendakian, cuaca, keselamatan peserta serta distribusi logistik.

Rapat teknis tersebut turut dihadiri Polres Pagar Alam, Kodim 0405 Lahat, sejumlah OPD terkait, Basarnas, Tagana, Tim Bentang Sidoarjo, Tim Brigade, serta Relawan Pembentang Pagar Alam.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi terpadu agar aksi Merah Putih di puncak Dempo dapat terlaksana sesuai target.

Jika seluruh persiapan berjalan lancar, pada 17 Agustus 2026 Gunung Dempo tidak hanya menjadi saksi peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi panggung bagi semangat kebangsaan yang terbentang sepanjang 2.026 meter.

Merah Putih akan dibentangkan di ketinggian, membawa pesan persatuan dari Pagar Alam untuk Indonesia.