KETIK, TULUNGAGUNG – Plt Bupati Tulungagung menghadiri acara silaturahim bertajuk "Jogo Tulungagung" yang digelar di Cemoro Barong, Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, pada Minggu, 25 Oktober 2026 siang.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Sosial beserta jajaran, DPMD Tulungagung , Jajaran Forkopimcam Kedungwaru, para kepala desa se Kecamatan Kedungwaru serta tokoh masyarakat dan LPM/BPD se-Kecamatan Kedungwaru.
Hadir pula perguruan pencak silat ini bertujuan untuk memperkuat tali silaturahim sekaligus menyamakan frekuensi dalam mengawal pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Plt Bupati Tulungagung menekankan pentingnya peran para tokoh masyarakat dan pemerintahan tingkat bawah dalam mengarahkan warga ke jalan yang positif serta selaras dengan irama pemerintahan pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
"Pemerintah saat ini mengedepankan program-program yang langsung menyentuh masyarakat. Mari kita sesuaikan irama kepemimpinan ini agar Tulungagung tetap aman, damai, rukun, dan sejahtera," pesan Plt Bupati di hadapan para hadirin.
Baca Juga:
Wayang Kulit Kolosal Meriahkan HUT ke-821 Tulungagung, Lakon Gatotkaca Penuh MaknaLebih lanjut Ahmad Baharudin juga mensosialisasikan terkait beberapa hal yakni :
1. Fokus Utama
Infrastruktur dan Pengentasan Masalah Sosial
Selain mempererat kebersamaan, Plt Bupati juga memaparkan beberapa poin krusial yang menjadi perhatian pemerintah daerah ke depan, di antaranya:
Baca Juga:
Sinergi Pembangunan, Camat Kedungwaru Laporkan Capaian Program hingga Kinerja Perlinsos di Hadapan Plt Bupati Tulungagung2. Program Musrenbang dan Infrastruktur
Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen memasukkan usulan pembangunan berbasis infrastruktur, khususnya di tingkat desa, dalam perencanaan Musrenbang tahun 2027 untuk anggaran tahun 2028. Hal ini mengingat usulan perbaikan infrastruktur masih menjadi prioritas utama masyarakat.
3. Pendataan Tokoh Masyarakat Pemerintah daerah meminta para kepala desa untuk membantu mendata tokoh-tokoh lokal di wilayah masing-masing guna memperkuat sinergi kebijakan dari tingkat kabupaten hingga desa.
4. Penanganan Anak Putus Sekolah
Pendidikan dinilai sebagai kunci utama memutus rantai kemiskinan. Plt Bupati mengajak seluruh perangkat daerah dan desa untuk proaktif mendata serta mencarikan solusi bagi anak-anak usia sekolah yang saat ini tidak mengenyam pendidikan.
5. Penggalakkan Gotong Royong (Roan)
Tradisi kerja bakti gotong royong di lingkungan masing-masing, khususnya pembersihan saluran air menjelang musim hujan, kembali digalakkan guna mengantisipasi berbagai potensi kendala lingkungan.
"Melalui kegiatan Jogo Tulungagung ini diharapkan sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, hingga masyarakat akar rumput dapat semakin solid dalam mewujudkan Tulungagung yang maju, tertib, dan berdaya saing," tuturnya. (*)