KETIK, MALANG – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Kampanye Dialogis bertajuk "Mengawal Demokrasi, Menguatkan Partisipasi, Mewujudkan Aspirasi" pada Selasa, 3 November 2026 di Gedung D Lantai 3 Kampus 1 UIN Malang.

Dalam kegiatan ini, seluruh kandidat pemimpin organisasi kemahasiswaan Fakultas Syariah, mulai dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), dan Senat Mahasiswa (SEMA) memaparkan masing-masing visi misi.

Para kandidat juga didorong untuk dapat memberikan jawaban dan solusi pada pertanyaan atau persoalan yang diberikan oleh audiens. Forum diskusi ini menjadi ruang dialog antara calon pemimpin organisasi internal dengan mahasiswa Fakultas Syariah.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Malang, Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada penyelenggara Pemilihan Raya (PEMIRA), para kandidat, dan mahasiswa Fakultas Syariah yang telah berpartisipasi.

Ia menegaskan bahwa Kampanye Dialogis harus menjadi ruang adu gagasan, visi, misi, program kerja, dan solusi terkait persoalan mahasiswa yang tidak diikuti dengan kebencian antar kandidat.

Baca Juga:
Gratis! Gandeng Amazing Malang dan Ketik.com, Hotel THE 1O1 Malang OJ Gelar Creator Run Explore Malang

Kandidat pemimpin organisasi kemahasiswaan Fakultas Syariah UIN Malang sedang menyampaikan visi misinya. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

"Kampanye harus menjadi ruang adu gagasan, bukan adu kebencian, saya ingin menekankan kepada seluruh pasangan calon maupun kandidat bahwa kampanye dialogis harus dimanfaatkan untuk menyampaikan gagasan, visi, misi, program kerja, serta solusi atas persoalan mahasiswa," ujar Miftahul Huda.

Miftahul Huda menekankan tiga hal dalam pelaksanaan Kampanye Dialogis PEMIRA Fakultas Syariah UIN Malang, yakni kandidat harus menghindari kampanye yang menyerang pribadi kandidat lainnya, kandidat dilarang membangun opini negatif atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta tetap mengedepankan argumentasi, data, dan gagasan yang realistis.

Mewakili pimpinan Fakultas Syariah, Miftahul Huda menyampaikan bahwa akan memberikan dukungan untuk siapapun yang nantinya terpilih dan mendapatkan amanah. Menurutnya, perbedaan pilihan tidak boleh menghilangkan rasa persaudaraan.

Baca Juga:
Viral Perempuan Melahirkan di Toko Parfum Kota Malang, Ini Kronologinya

"Siapapun yang nantinya mendapatkan amanah, mari kita hormati hasil Pemira. Jangan sampai perbedaan pilihan menghilangkan persaudaraan. Kita boleh berbeda dalam menentukan pilihan, tetapi kita tetap satu keluarga besar Fakultas Syariah," tutur Miftahul Huda.

"Selamat berkampanye. Tunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Syariah mampu berdemokrasi secara cerdas, santun, dan bermartabat," imbuhnya.

Melalui Kampanye Dialogis, Fakultas Syariah UIN Malang berkomitmen untuk memberikan ruang bagi para mahasiswa yang memiliki potensi dalam memimpin dan menjadi penghubung bagi mahasiswa dengan pimpinan Fakultas Syariah.(*)