Menuju Kota Layak Anak Dunia, UNICEF Apresiasi Kampanye Aman Berinternet Sekolah Swasta Surabaya

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: M. Rifat

14 Jun 2023 08:40

Thumbnail Menuju Kota Layak Anak Dunia, UNICEF Apresiasi Kampanye Aman Berinternet Sekolah Swasta Surabaya
UNICEF bersama para siswa dan siswi SMP Santa Maria Surabaya. (Foto: Dok. UNICEF)

KETIK, SURABAYA – Untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota layak anak dunia, beberapa sekolah swasta di Kota Surabaya menyelenggarakan kegiatan anti perundungan, kampanye sadar gender dan aman berinternet.

Sekolah-sekolah swasta di Surabaya melakukan kegiatan tersebut untuk mendukung Surabaya sebagai kota layak anak dunia di sela-sela penilaian akhir dan waktu kelulusan. Atas inisiatif itu UNICEF mengacungkan jempol.

Tubagus Arie Rukmantara Chief of Java Field Office UNICEF Indonesia yang merupakan kepala perwakilan UNICEF di Jawa dan Bali menjelaskan kegiatan seperti kompetisi olahraga, seni dan musik, class-meeting kampanye sadar gender, aman berinternet dan pelatihan anti-perudungan merupakan inisiatif tepat dalam mempersiapkan lulusan SD dan SMP di Surabaya untuk bersiap menempuh jenjang pendidikan selanjutnya.

"Selanjutnya lewat mengasah 21st century skills, keahlian Abad XXI yang sesuai dengan tuntutan zaman,” terang Tubagus Arie.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Pada tahun 2019, UNICEF bekerja sama dengan Oxford Policy Management melakukan survei tentang kecakapan abad XXI kepada anak-anak Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa anak Indonesia merumuskan istilah 6C, yakni character (karakter), citizenship (kewarganegaraan), critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreatif), collaboration (kolaborasi), dan communication (komunikasi) adalah keahlian yang mereka butuhkan untuk berhasil di masa depan.

Arie menambahkan, soft skills atau keahlian baru tersebut sesuai dengan visi Wali Kota Surabaya yang ditegaskan pada HUT ke-730 Kota Surabaya 31 Mei lalu. Eri Cahyadi dalam pidatonya saat itu menegaskan bahwa tujuan Surabaya adalah menjadi kota global, maju, humanis dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Surabaya pun menggandeng UNICEF untuk mendaftarkan Surabaya sebagai anggota Child-Friendly City Initiative atau CFCI atau Kota Layak Anak Dunia.

Arie mencontohkan sekolah seperti SMP Santa Maria Surabaya berinisiatif mengadakan pelatihan Online Child Sexual Exploitation and Abuse (OCSEA) atau kursus pencegahan kekerasan di ranah daring bagi anak untuk seluruh siswa-siswinya yang akan lulus. Harapannya mereka akan lebih mampu melindungi diri dalam berinteraksi di dunia maya dan bijak menggunakan media sosial.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

Arie menerangkan inisiatif seperti ini penting karena faktanya, 95% anak usia 12-17 tahun di Indonesia mengakses internet minimal dua kali sehari. Namun, di sisi lain, jika tidak berhati-hati, internet juga menyimpan risiko untuk anak-anak dan remaja.

Itu karena data menunjukkan satu di antara lima anak menemukan konten dewasa secara tidak sengaja  melalui iklan internet, media sosial atau mesin pencari. Sedangkan satu di antara tiga anak Indonesia pernah mengirimkan data pribadi mereka ke orang yang belum pernah mereka temui secara langsung.

"Apabila literasi digital dan kecakapan bermedia sosial tidak ditingkatkan, internet malah akan jadi ruang berbahaya bagi keamanan anak-anak Surabaya,” terang Arie.

Arie juga mengapresiasi video yang dibuat oleh siswa-siswa Santa Maria Surabaya yang mengirimkan pesan anti-perudungan sambil menegaskan bahwa bullying berdampak fatal bagi anak dan pelajar.

Foto UNICEF memberikan sosialisasi mengenai upaya-upaya Kota Surabaya menjadi kota layak anak dunia. (Foto: dok.UNICEF)UNICEF memberikan sosialisasi mengenai upaya-upaya Kota Surabaya menjadi kota layak anak dunia. (Foto: dok.UNICEF)

Kemampuan anak-anak membuat konten positif akan membuat internet dan media sosial semakin positif. Tidak perlu menunggu dewasa dan berkuasa untuk mengubah dunia, mulai dari anak-anak Surabaya yang terus membuat konten positif, maka dunia maya akan lebih aman untuk anak.

Mitra Muda UNICEF, Cristina Setia Ningrum menambahkan perubahan untuk membawa internet positif memang harus dilakukan oleh kaum muda yang saat ini menjadi mendominasi dunia digital.

Anak muda sebagai digital native, mayoritas penduduk dunia maya, memiliki peran penting dalam aksi bersama dalam aksi pencegahan eksploitasi dan penyalahgunaan seksual anak di ranah daring dengan kreativitas dan energi yang dimiliki. Pasalnya, ada 100 juta anak muda Indonesia yang ada di ranah virtual.

"Saatnya mendominasi dengan konten dan nilai-nilai positif,” ujar lulusan Universitas Kristen Satya Wacana yang pernah melatih beberapa kelompok pemuda dan pelajar Surabaya termasuk siswa-siswi SMP Santa Maria Surabaya itu.

Christina menyebutkan kedudukan institusi pendidikan swasta sangat penting dan dijamin undang-undang dan hukum negara. Perbedaan yang dimiliki hanya pendirian dan pengelolaannya yang mandiri dan tidak ditangani pemerintah.

Menurut Christina kelebihan yang dimiliki sekolah swasta ialah kemerdekaan berpikir, tidak harus terpaku pada kurikulum. Maka pada era Merdeka Belajar saat ini, sekolah swasta juga wajib menunjukkan kemerdekaan menunjukkan nilai kebaikan, nilai humanis, nilai global.

"Untuk mewujudkan Kota Surabaya sebagai kota dunia yang benar-benar layak untuk semua anak,” harap Christina. (*)

Baca Sebelumnya

Nikmatnya Rawon Balungan Langganan Pemain Persebaya

Baca Selanjutnya

Kebutuhan Pasokan Darah di Kota Malang Aman

Tags:

UNICEF kota layak anak dunia sekolah swasta surabaya Santa Maria

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar