Mengungkap Makna Sembahyang Bersama Saat Imlek di Klenteng Eng An Kiong

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Muhammad Faizin

29 Jan 2025 17:26

Headline

Thumbnail Mengungkap Makna Sembahyang Bersama Saat Imlek di Klenteng Eng An Kiong
Umat Tri Dharma saat melaksanakan ibadah di Klenteng Eng An Kiong. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Umat Tri Dharma Malang baru saja melaksanakan proses sembahyang bersama untuk menyambut Imlek 2576 Kongzili di Klenteng Eng An Kiong. Sejak pukul 05.00 WIB, klenteng tersebut sudah banyak didatangi oleh para umat.

Ketua Bidang Agama dan Pengawas Klenteng Eng An Kiong, Herman Subianto menjelaskan terdapat makna dalam proses sembahyang bersama yang puncaknya pada pukul 11.00 WIB. Klenteng Eng An Kiong sendiri menjadi tempat beribadah untuk umat Taoisme, Budha, dan Konghucu.

"Umat Tri Dharma berkumpul terus dipimpin satu orang. Prosesnya dari Tuhan yang Maha Esa, kemudian Dewa Utama. Jadi yang dianut tiga agama itu, Tuhannya hanya satu. Baru setelah minta ijin ke Dewa Utama, keliling ke dewa yang lain," ujarnya, Rabu 29 Januari 2025.

Dikatakan bahwa Imlek pertama dimulai pada 4.600 tahun yang lalu ketika telah ditetapkan oleh Raja Huang Di, Raja sekaligus Nabi Purba Ru Jiao (agama Khonghucu) yang ketiga. Perhitungan tersebut telah disesuaikan dengan kondisi masyarakat Tionghoa yang merupakan masyarakat agraris.

"Waktu itu kan banyak hujan, para petani tiap tahun waktu itu langsung banyak memulai cocok tanam dan berhasil semua. Makanya raja melihat itu langsung diadakan penetapan perayaanTahun Baru Imlek. Semua petani dikumpulkan, mereka berhasil semua di tanggal 1 bulan 1 tahun pertama," jelasnya.

 

Foto Ibadah saat perayaan Imlek di Klenteng Eng An Kiong. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)Ibadah saat perayaan Imlek di Klenteng Eng An Kiong. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)



Klenteng Eng An Kiong memiliki 24 patung dewa yang memiliki sejarahnya masing-masing. Kebanyakan dewa-dewa tersebut berasal dari Taoisme seperti Dewa Rezeki. Namun ada juga dewa milik umat Budha seperti Dewi Kwan Im, dan juga Dewa Pendidikan milik Umat Konghuchu.

"Sebetulnya klenteng ini tidak bisa dikatakan milik siapa karena ada tiga agama yang utama. Kalau yang mendirikan pertama kan Fu Tek Ceng Sin (Dewa Bumi) dari Tao. Terus orang China kalau datang ke sini juga bawa dewa-dewa," lanjutnya.

Patung dewa yang dibawa masyarakat China saat datang ke Malang banyak yang dititipkan ke Klenteng Eng An Kiong. Akibat semakin banyaknya patung dewa yang dibawa saat itu, pihak klenteng akhirnya membangunkan ruang-ruang bagi para dewa.

"Misal yang dibawa Dewa Rezeki, nanti penduduk sekitar yang menganut juga ke sini. Tapi sebelum mereka masuk harus minta izin dulu sama dewa utama. Sebetulnya dewa-dewa itu ada ratusan tapi kita tidak bisa terima semua," ujarnya. (*) 

Baca Juga:
Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus
Baca Sebelumnya

Grand Mercure Malang Mirama Gelar Malam Perayaan Imlek Super Megah

Baca Selanjutnya

Didatangi Plt Bupati Subandi, Warga Jati Bersyukur Rumahnya yang Rusak Parah Diperbaiki

Tags:

Klenteng Eng An Kiong Perayaan Imlek Tahun Baru Imlek Imlek 2025 Umat Tri Dharma Kota Malang Kongzili

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar