Mengenal Sejarah Hotel Majapahit, Saksi Bisu Perjuangan Arek-Arek Suroboyo

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Muhammad Faizin

8 Nov 2024 06:30

Thumbnail Mengenal Sejarah Hotel Majapahit, Saksi Bisu Perjuangan Arek-Arek Suroboyo
Hotel Majapahit saksi bisu perjuangan pahlawan mengusir Belanda, Kamis, 7 November 2024. (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Hotel Yamato atau yang saat ini berganti nama sebagai Hotel Majapahit menjadi salah satu bangunan yang menjadi saksi bisu dan sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah. Hotel ini dibangun pada 1 Juni 1910, dibeli oleh Lucas Martin Sarkies bersaudara, dan dibuka secara resmi tahun 1912.

Tragedi bersejarah di hotel yang terletak di Jalan Tunjungan, Kecamatan Genteng, Surabaya itu terjadi pada 19 September 1945. Hari itu, sekelompok orang Belanda mengibarkan bendera Kerajaan Belanda (merah, putih, biru) di puncak sebelah kanan hotel.

Kemudian para pejuang kemerdekaan merobek warna biru pada bendera Kerajaan Belanda hingga menjadi hanya merah dan putih.

Peristiwa ini pun mengakibatkan pemimpin dari kelompok orang Belanda itu, WVC Ploegman, terbunuh lantaran dicekik seorang pemuda bernama Sidik. Sidik juga tewas tertembak oleh tentara Belanda menggunakan senapan.

Sidik adalah salah satu residen Soedirman yang berunding bersama Ploegman agar menurunkan Bendera Belanda karena Pemerintah Indonesia sudah mengumandangkan proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

 

Foto Kondisi bangunan Hotel Majapahit masih tetap dipertahankan, Kamis, 7 November 2024. (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)Kondisi bangunan Hotel Majapahit masih tetap dipertahankan, Kamis, 7 November 2024. (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)



Namun, Ploegman menolak dan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia. Akhirnya ia mengeluarkan senjata dan terjadi baku hantam di dalam ruangan. Hariyono dan Soedirman lari keluar hotel, tetapi Hariyono kembali lagi bersama Kusno Wibowo untuk pergi ke atap hotel dan merobek warna biru Bendera Belanda.

Menurut sejarah, hotel tersebut telah beberapa kali berganti nama. Pada tahun 1910, hotel ini berdiri dengan nama Oranje Hotel oleh Sarkies bersaudara.

Kemudian di tahun 1942 hotel tersebut berubah nama menjadi Hotel Yamato atau Yamato Hoteru karena penjajah jepang masuk ke Indonesia dan menguasai hotel ini.

Setelah itu pada 1945, setelah proklamasi, Hotel Yamato berganti nama menjadi Hotel Merdeka atau Hotel Liberty. Di tahun inilah peristiwa perobekan Bendera Belanda dilakukan oleh Hariyono dan Kusno Wibowo.

Pada tahun 1969, perusahaan Mantrust HoldingCo menjadi pemilik baru dan mengganti nama hotel tersebut dari Hotel Merdeka menjadi Hotel Majapahit karena Surabaya memiliki kerajaan besar bernama Majapahit.

Hotel Majapahit kini sudah menjadi hotel yang modern, megah, dan berbintang lima tanpa mengubah penampilannya yang hampir sama seperti dulu. Pihak hotel tak ingin mengubah desainnya karena tak ingin menghilangkan kesan klasik dan cerita sejarahnya.

Hotel ini juga dijadikan cagar budaya untuk mengenang keberanian dan semangat para pemuda Surabaya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (*)

Baca Juga:
77 Tahun Silam, Tan Malaka Dieksekusi oleh Bangsa yang Kemerdekaannya Ia Perjuangkan

Baca Juga:
Sambut Hari Guru Nasional, SMAN 3 Ponorogo Ajak Hormati Peran Guru
Baca Sebelumnya

Dies Natalis ke-21 SMKN 1 Suboh, Momentum Refleksi Evaluasi Diri Raih Prestasi

Baca Selanjutnya

Pemkab Blitar dan Kejaksaan Intensifkan Penagihan Pajak PBB-P2 Melalui Pendekatan Humanis

Tags:

Hotel Majapahit Sejarah 10 November PAHLAWAN Hari Pahlawan

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H